Dimensional Konsep

Oleh:  Bay ISMOYO (4497)    21 tahun yang lalu

  0 

Sebelum menyiapkan kamera di depan mata untuk mengambil gambar, tentu ada suatu pemahaman pada diri seorang fotografer akan suatu obyek foto yang ada di depannya. Dari pemahaman yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Dimensional konsep ini sangat tergantung pada seberapa kuat pemahaman seorang fotografer terhadap subyek fotonya, sehingga kombinasi obyek dan bahasa simbol obyek tersebut atau dari unsur pendukungnya, akan tercipta dari yang sangat sederhana hingga yang paling complicated. Baik sederhana maupun rumit dari dimensional konsep ini, tetap harus berpegang pada etika dan estetika fotografi, sehingga tetap layak dilihat dan tetap membentuk opini publik yang positif. Masalahnya dimensional konsep ini tidak muncul dengan sendirinya, ternyata seorang fotografer tetap membutuhkan waktu untuk menyempurnakan diri, baik dengan mencari pengalaman sebanyak mungkin akan segala hal, atau langsung mempelajari bidang lain yang kemudian akan menciptakan dimensi konsep yang cukup dalam.

Re: Dimensional Konsep

Oleh:  Daniel Supriyono (5100)    21 tahun yang lalu

 0 

Saya setuju dengan Dimensional Konsep(DK). Tapi DK tidak melulu muncul manakala kamera tengah disiapkan di depan mata. DK bisa saja terjadi atau berubah ketika kamera sudah berada di depan mata. Bisa dalam hitungan sepersekian detik bahkan mengalahkan kecepatan paling tinggi pada kamera. Yang tak kalah penting, DK juga dipengaruhi oleh faktor pengalaman, pemahaman atau taste visual sang fotografer.Makin banyak pengalaman, pemahaman dan taste visual sang fotografer tsb, maka hasil jepretan yang didapat akan memperlihatkan kematangan bervisual lewat fotografi diantaranya; gambar-gambar yang penuh kejutan, angle yang smart, dan tidak monoton.

Re: Dimensional Konsep

Oleh:  eddy hasby (143)    21 tahun yang lalu

 0 

Konsep yang dipaparkan oleh daniel, adalah konsep hunting foto. Pendalaman sebuah konsep tidak hanya segelitir dari hitungan teknis fotografi belaka, tapi memperhitungkan sebuah persoalan. Mengumpulkan aset permasalahan bentuk ujung konsep apa yang akan dipaparkan. Sebagai contoh sebuah garapan foto esai, ratusan fotografer hanya mempertimbangkan angle dan tetek bengek teknis fotografi, tidak mempertajam sebuah penggarapan persoalan, sehingga tema yang dipilih akhirnya pernah dikerjakan orang lain, cuma beda sudut pengambilan. Memperkaya informasi merupakan penyangga konsep gagasan, dari ribuan foto di FN sendiri saya yakin subyek yang direkam, khususnya bersangkutan dengan wajah orang belum tentu tahu siapa namanya, karena kita masih terbelit dengan konsep teknis fotografi, bukan pada pendekatan pribadi.

Re: Dimensional Konsep

Oleh:  Abdul Aziz (13345)    21 tahun yang lalu

 0 

memang benar, apabila seorang fotografer harus mempunyai apa yang dinamakan oleh mas bay ismoyo sebagai dimensional konsep. Seorang fotografer sebelum memijat tombol shutternya terlebih dulu harus tahu tentang obyek yang akan ia bidik. Persoalannya adalah apakah harus pada saat akan memotret baru kemudian timbullah suatu gagasan terhadap suatu obyek? Untuk fotografer dengan konsep hunting foto, konsep itu bisa timbul ketika harus berhadapan dengan obyek yang difoto. Sedangkan untuk fotografer yang pro (advertising maupun wedding) konsep itu biasanya sudah tergambarkan jauh sebelum dilakukan pemotretan. Jadi... yang diperlukan oleh fotografer disamping penguasaan secara teknis juga harus memiliki felling / sense of art / sense of beauty.