| Pengarang |
Forum |
Penulis: Mira TJ (4722)
|
31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)
Hukum karma yang berlaku dalam dunia ilmu pengetahuan adalah, jika Anda menyumbangkan sesuatu ilmu pada masyarakat, maka Anda akan mendapatkan ilmu-ilmu lainnya berlipat ganda. So, here it is, saya nyumbang sesuatu untuk komunitas FN. Kebetulan sebentar lagi ada children day buat komunitas CPC Chapter Jakarta, so ini juga untuk komunitas besar CPC.
Pagi ini saya menemukan situs yang menarik mengenai portrait photography. Kebetulan portrait photography memang sesuatu yang saya sangat sukai. Saking sukanya, saya malas belajar jenis fotografi yang lain, hehehehehehe. Di sini saya akan coba terjemahkan poin-poin yang Brian Auer tuliskan, dalam bahasa saya sendiri, dalam pengalaman saya sendiri. Maaf, tidak ada foto karya saya di sini.
(1) USE RAPID FIRE
Hal pertama yang saya utamakan dalam memilih kamera yang akan digunakan untuk mengerjakan portrait photography adalah: seberapa banyak frame yang dihasilkan kamera ini dalam satu detik? Berapa maksimum memory buffernya?
Mengapa? Karena saya suka nembak ala senapan mesin di film-film perang. Perubahan mimik seseorang terjadi dalam hitungan sepersekian detik, dan jari saya seringkali tidak secepat itu, sehingga saya hanya menekan shutter button dalam-dalam selama sedetik-tiga detik untuk merekam seluruh perubahan-perubahan itu.
Mengapa? Karena tidak semua orang dapat berpose dengan baik, dengan tuntunan sang fotografer/stylist sekalipun. Terkadang orang begitu nervous-nya berada di muka kamera, mereka justru tidak bisa diam, berceloteh & making faces lah. Apalagi kalau modelnya adalah toddler/babies yang ngga bisa diatur, yang ada justru kita yang diatur mereka. Terkadang justru behaviour seperti inilah yang menguntungkan bagi fotografer. Dengan semakin rilex, semakin banyak gestures, semakin banyak expression, semakin banyak yang bisa ditangkap oleh sensor kamera. Hanya butuh 15-30 menit untuk meng-capture keceriaan hyperactive kids. Tapi butuh sekitar 3 jam nonstop nongkrongin anak yang tampangnya lempeeeeeeeeeng ajah, tak berekspresi.
Selanjutnya, tinggal pilih yang terbaik. Biasanya out of one roll of film, ada satu yang sensasional. Jaman digital begini... ngga usah pusing-pusing kalo mo nembak habis2an kan?
(2) ASSISTANTS ARE GOOD
Berbeda dengan fotografer landscape yang suka menyendiri, saya lebih suka jika ditemani seorang asisten. Hehehehe, makanya Mira paling jarang ikutan hunting dengan teman2 di FN. Abis gimana dong, ngga bisa bawa asisten moto sih ! Hehehehehehe.
Asisten itu penting buat... bawa-bawa. Hihihihihi. Ini mungkin strictly kasus aku ya, fotografer yang ga mau bawa berat-berat. Tapi terkadang kalau kita perlu menggeser meja, bangku/lemari untuk pemotretan...asisten itu handy banget lo.
Asisten itu penting buat... ngambilin peralatan-peralatan. Hehehehe, again, kali ini strictly kasus aku ya. Tapi dalam children portraiture, seorang fotografer harus siap sedia dengan kameranya sepanjang waktu yang tersedia, maka ia tidak dapat meninggalkan modelnya, sehingga harus ada orang yang membantu fetching some stuffs laaa, kayak batere, CF card.
Mengapa barang-barang itu tidak menempel di badan? Ngganjel bo. Bisa rusak kalo diduduki. Bisa penyet kalo tau2 ketiduran badan. Susah deh pokoknya.
OK, let's be serious.
Asisten itu penting untuk memegang sesuatu. Terkadang, posisi matahari sangat baik, namun terlalu kuat cahayanya, si kecil jadi nyipit2in mata. Silawww men. Posisi asisten di sini adalah untuk memegangi difusser yang melembutkan cahaya matahari, sehingga si kecil dapat membesarkan bola matanya ketika menatap saya.
Asisten itu penting untuk penggembira situasi pemotretan. Anak kecil selalu mudah bosan. Asisten yang kreatif akan dengan mudah menemukan permainan yang menarik untuk dimainkan dari balik punggung sang fotografer, sehingga suasana selalu menyenangkan bagi si kecil.
Asisten itu penting untuk menjaga safety dari si anak. Anak kecil...tau kan...nafsu besar - tenaga kurang. Sementara terkadang fotografernya terlalu konsentrasi menangkap momen terbaik, ngga nyadar kalau momen terbaiknya itu sedang menuju comberan terdekat.
Asisten itu tidak selalu asisten bayaran. Orang tua anak. Pegawai-pegawai dari orang tua anak. Supir taxi. Be creative lah.
OK, masih ada 29 poin lagi yang dibahas Brian Auer. Tapi saya mau istirahat dulu, nanti disambung lagi.
dua
tiga
empat
lima
enam
24 Juli 2008 10:42:17wib
Telah dilihat : 6213 kali
Kategori : Manusia (Portrait & Human Interest)
Keterangan : Topik ini tidak bisa dikomentari karena sudah ditutup.
|
| Komentar |
Penulis: D. Setiadi
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)Mir..kapan upload?
Kayaknya kalo didudukin elo gak penyet deh...
24 Juli 2008 10:52:28 wib
|
Penulis: Victor Nicholas Sitorus
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)baru satu to.
nunggu mode
24 Juli 2008 11:00:41 wib
|
Penulis: Mira TJ
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)dude, u need an update: gw br naik 5 kilo
rekor dlm hidup gw
24 Juli 2008 11:02:13 wib
|
Penulis: D. Setiadi
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)Elo tidur aja jam 2 pagi...coba tanya ama YY atau tante QQ.
24 Juli 2008 11:09:55 wib
|
Penulis: Mira TJ
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)(3) WATCH YOUR BACKGROUND
Kadang-kadang seusai pemotretan, kala memandangi hasil pemotretan di PC, baru nyadar. Hadohhhh, asisten ku nongol di belakang model. Ndak bagooooos.
Intinya, menurut Brian Auer, komposisi background HARUS-HARUS-HARUS dipikirkan. Which, I agree totally. Ngga cuma soal ada subyek lain dalam foto, susunan warna dan garis-garis di belakang model harus diperhatikan. Jangan ragu ganti angle, supaya dapat background yang baik.
Background yang ramai dan memberi berita yang bermacam-macam, bukan merupakan pattern yang menarik, lebih merupakan sesuatu yang bising dan menarik perhatian jauh dari model potret, lebih baik di-blur-kan saja dengan bukaan 1.8 (my favorite).
Background yang cantik seringkali adalah background yang blur. Di Kebun Raya Bogor beberapa tahun yang lalu, di bagian pohon-pohon jenis palem atau apalah yang mirip pohon kelapa. Tinggi, lurus batangnya, tak bercabang2. Dedaunan baru muncul di ketinggian 20-30 meteran. Situasi jadi adem, tapi banyak cahaya muncul dari antar dedaunan, terbelokkan dan ter-diffuse dengan baik sekali. Saya intip dengan bukaan 1.8. WOW.
Saya minta sang ayah menggendong si kecil dan memain-mainkan putri kecil nya bak kapal terbang. Dimana saya? Saya menggelar tikar di antara kaki sang ayah, dan saya tidur di situ sambil menembakkan kamera. Again, sorry, aku ngga bawa fotonya, hehehehehhe. Yang jelas, background-nya cantik sekali. Dan kayaknya ibunya ngga cemburu kok ama aku, hehehehehe.
24 Juli 2008 11:16:22 wib
|
Penulis: Bambang Irwanto, Beng2
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)Waaah... ilmu lagi niiih! Thanks udah mau share Mbak... saya tunggu lanjutannya...
(Nggak bikin hunting motret anak-2 aja Mbak...?! Kalo ada, mau juga nih saya ikutan...)
24 Juli 2008 11:27:10 wib
|
Penulis: Ruswan Bayu Adi
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)ikutan nunggu, moga2 selesai sebelum bayi saya bs naik sepeda thx ya tante Mira u/ tips dan sharingnya...
salam fotografer pemalu
24 Juli 2008 11:33:01 wib
|
Penulis: Kristanto Witjaksono
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)kalau mau potret anak2...aku ikut ya Jeng Mira... Gimana kalau CPC, ngadain hunting motret anak2-nya di Belitung?
24 Juli 2008 11:45:46 wib
|
Penulis: Danang Bimo Irianto
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)asyik..dapat ilmu utk pekerjaan utama saya..moto anak sendiri..
tapi anak saya kok selalu pasang tampang gahar ya kalau di foto.. ..

24 Juli 2008 11:49:25 wib
|
Penulis: Albert J. Wirawan
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)menunggu ahh... baru rencana minggu ini pulang mo motretin anak jadi tambah pengen nih....
24 Juli 2008 11:51:05 wib
|
Penulis: Karolus Naga
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)ga sabar nunggu 31 poinnya ---
makasih Tante ...
24 Juli 2008 11:54:19 wib
|
Penulis: Meru Bramantya
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)@ DBI : gahar...kayak bapaknya
24 Juli 2008 11:59:08 wib
|
Penulis: Agus Gunawan, junior
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)tengkiu untuk sharingnya, mbak Mira... 
ditunggu poin2 selanjutnya... mau belajar nich poin2nya, soale saya ada 'ponakan kecil yang selalu takut diphoto... jadi kalo mo moto dia pake kamera poket aja...
24 Juli 2008 12:18:36 wib
|
Penulis: Putu Sayoga
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)makasi mbak mira, ditunggu poin-poin selanjutnya...
24 Juli 2008 13:26:30 wib
|
Penulis: Freyke Elli Hofni Kosakoy
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)nice sharing points mba mira...we want more... :clap:
24 Juli 2008 13:52:58 wib
|
Penulis: Purwanto Nugroho
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)upload langsung 5 foto sekaligus dong jeng...
baru rekor itu...
24 Juli 2008 13:56:17 wib
|
Penulis: Muadzin F Jihad
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)Thanks for sharing mba Mira.. 
Ilmu bermanfaat dapet langsung dari 'pakar'nya.. eh 'bukar' ya, cewe soale 
*Setia menunggu poin2 berikutnya...*
24 Juli 2008 14:53:05 wib
|
Penulis: Edy Yulius
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)Nice sharing, masih ditunggu lanjutannya nih.
24 Juli 2008 16:28:43 wib
|
Penulis: Antonius Van Den Brink
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)waah saya suka topik ini, sering juga bingung menghadapi anak2 kalo di foto.
ngga sabar untuk membaca kelanjutannya
24 Juli 2008 17:32:40 wib
|
Penulis: Yudha Nugraha, aka Menyut
|
Re: 31 poin penting dalam Children Portraiture (part one)OKe ni teh, bermanfaat..
lanjut..
24 Juli 2008 18:52:49 wib
|
|
|