Fotografer.Net
 16:39:30 wib   Login    
 

Artikel

Berpetualang ke Anjungan Lepas Pantai
Oleh: Gede A. Setiawan, GAS fotografer pilihan editor(33721) Bagian ke-1 dari 1
 

Kategori: Catatan Perjalanan

Tulisan ini saya tujukan bagi rekan-rekan FNers yang penasaran dan belum tahu apa itu platform lepas pantai dan bagaimana mencapainya. Tidak ada unsur-unsur lain selain untuk berbagi pengalaman dan berbagi koleksi foto betapa negeri kita sebenarnya memang berlimpah kekayaan alamnya namun teknologi kita masih belum bisa menanganinya sehingga kita mendatangkan teknologi asing untuk menggarapnya. Bayangkan saja jika misalnya satu perusahan asing saja bisa menghasilkan minyak mentah (crude oil) 10.000 barrell per hari, dengan harga minyak mentah sekarang yang membubung hingga US$70.00, itu belum termasuk gas alam. Betapa sebenarnya kita kaya!


 
 
 



Jika kita melintas di sepanjang tepi timur Kalimantan Timur mulai dari Balikpapan terus ke utara kita akan menjumpai pemandangan yang lain dari biasa yaitu deretan anjungan lepas pantai (Offshore Platform) yang disitulah kekayaan alam kita berupa minyak bumi dan gas alam dieksplorasi dan dieksploitasi secara besar-besaran dengan teknologi yang luar biasa canggihnya.





 
 


Platform-platform ini rata-rata sudah berdiri sejak tahun 60/70-an namun hingga kini masih terlihat tetap kokoh mencakar samudera. Di dalam platform ini minyak dan gas alam dipisahkan kemudian dikirimkan ke darat melalui pipa-pipa bawah laut, kemudian diolah lagi dan melalui kapal-kapal tanker berkapasitas ribuan ton dikirim ke luar negeri.


Perusahan-perusahan asing ini merupakan perusahan asing yang terikat kontrak kerjasama bagi hasil (Production Sharing Contract) dengan pemerintah Indonesia melalui BP Migas dan Pertamina dengan nilai 85% untuk pemerintah dan 15% untuk perusahan yang bersangkutan.

Tentunya tidak sembarang orang/kapal bisa mendekat kecuali boat-boat milik perusahan atau tamu. Begitu juga hanya orang yang diberikan autoritas yang boleh naik ke atas platform. Sehingga, untuk mendapatkan pemandangan ini kita bisa naik kapal penumpang dari Balikpapan menuju Samarinda atau dari Samarinda menuju Berau. Di samping itu pula jika kita lewat di sekitar Pantai Melawai, Teluk Balikpapan, akan terlihat di arah sebelah selatan deretan platform yang berdiri kokoh dan pada malam hari bersinar dengan indah, percis sebuah hotel yang ada di tengah lautan, namun pemandangan ini tidak cukup dicapai hanya dengan lensa tele biasa.
 
 

 
 



Keterbatasan itu memaksa kita harus mendekat ke platform untuk bisa mendapat pemandangan yang lebih sempurna, namun tidak sepenuhnya bisa mendekati deretan platform ini karena ada 500 meter daerah larangan tidak boleh mendekat di sekitar platform.

Solusi lain yang lebih masuk akal (namun tidak disarankan oleh penulis karena adanya aturan larangan mendekat 500 meter itu) yaitu seperti dilakukan oleh para nelayan yaitu naik perahu "ketinting". Mereka biasa menambatkan perahunya di sekitar platform kemudian mancing atau pun menyelam untuk berburu ikan. Dengan mendekat seperti ini, akan terlihat dengan jelas pipa-pipa yang tertancap ke dalam laut dengan kedalaman laut rata-rata 60 meter untuk laut dangkal dan 1 km untuk laut dalam (di daerah timur Bontang). 

Disamping pemandangan berupa platform, sunrise dan sunset juga menjadi pilihan yang sangat menarik. Menurut pengamatan saya, sangat mudah dijumpai sunset/sunrise yang merah membara dan dengan foreground platform akan menghasilkan siluet yang luar biasa. Namun pemandangan itu tentu tidak setiap hari sepanjang tahun terjadi dan dapat dinikmati dengan nyaman. Pada bulan Juni-Agustus terjadi arus Selatan dan pada sekitar bulan September-Desember (bulan yang berakhiran "ber") akan terjadi arus utara dimana gelombang bisa mencapai 3 meter tingginya. Sebaliknya, jikalau cuaca sehabis hujan akan membuat lautan menjadi tenang seperti danau yang sangat luas. Dengan kondisi seperti ini ditambah sunset yang indah, kelak Anda akan dapatkan pengalaman visual yang tidak akan terlupa.
 
 


 

 
 
Semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan sedikit gambaran dan informasi. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Jika ingin informasi tambahan bisa post to balibiets@yahoo.com


Credit photos by Gede, Alfian, Pak Prayitno


















2005 Agustus 25 15:05:28


Foto-foto lainnya dapat dilihat di galery para creditor foto...

Kembali ke halaman sebelumnya klik disini Kembali ke index artikel.


Kirimkan artikel Anda

Fotografer.net sangat mengharapkan adanya partisipasi artikel dari siapa saja. Tema artikel bebas, selama berhubungan dengan dunia fotografi dalam arti luas, dan disesuaikan dengan kategori-kategori yang ada.

Anda dapat mensubmit artikel Anda sendiri di sini.

muka :: top

spacer
spacer

Halaman Muka | Forum | Artikel | Anggota | Panduan | Tentang Kami | Keanggotaan Plus | Kontak
Galeri tahun: 2009 | 2008 | 2007 | 2006 | 2005 | 2004 | 2003 |

Copyright ©2002 - 2010 PT Fotografer Net Global
Send your comment or suggestion using this online form
Your IP address seen by this server is 38.107.191.100
This page was generated in 0.010 second(s).