| 22:25:55 wib | Login |
Artikel
Kategori: Tip dan Trik PENDAHULUANRemote Control (atau beberapa menyebut dengan Shutter Release Cable) dalam dunia fotografi sangat berguna untuk mengambil gambar dengan kecepatan sangat rendah. Goncangan yang diakibatkan tekanan pada badan kamera saat tombol melepas (memencet) tombol shutter bisa mengakibatkan gambar menjadi blur. Biasanya remote control dipakai saat mengambil foto malam atau gambar macro dengan kamera diletakkan di atas tripod atau dudukan statis. Walaupun katanya barang di Singapura murah-murah, terutama kamera, tapi ternyata Remote Control untuk kamera Canon EOS seperti RS-60E3 cukup mahal harganya. Bekasnya saja sekitar S$50 (Rp.250rb). Padahal ini bukan wireless tapi wired, pakai kabel. Karena itu saya mencoba untuk membuat sendiri remote control ini dengan bahan-bahan seadanya dan semurah mungkin. TEORI Sebelum memulai, yakinkan bahwa kamera Canon EOS (atau model lain) yang kita punyai ada fasilitas lubang untuk koneksi remote control. Pada kamera Canon EOS 500, lubang remote terletak di sisi sebelah kanan dekat dengan tombol shutter. Hati-hati jangan sampai kehilangan plastik penutupnya.
Berikut adalah skema koneksi plug 2.5mm stereo ke lubang remote EOS. (Divisualisasikan
kembali berdasarkan skema pada situs http://www.chantalcurrid.com/Remote/Theory.html)
Jack ini adalah jack yang biasa digunakan untuk keperluan audio.
Berikut adalah skema sambungan tombol-tombol. Tombol Hitam digunakan untuk mengatur Auto Focus, Tombol Merah digunakan untuk melepaskan rana (shutter release).
PERSIAPAN
Bahan-bahan yang diperlukan (dari kiri ke kanan):
Alat-alat yang diperlukan
PEMBUATAN
Sambungkan tombol-tombol sesuai dengan skema di atas.
Ini adalah tampak bawah dari wadah film bekas yang sudah dipasangi lubang plug 3.5mm stereo.
Tombol-tombol dipasang di bagian tutup wadah bekas film.
Jika sudah siap, sambungkan ke kamera dengan kabel yang sudah tersedia.
PENGETESAN
Untuk mengetes, pilih mode "P". Kemudian tekan tombol hitam sambil arahkan lensa ke berbagai arah sambil mengamati display. Jika angka kecepatan/diafragma
berubah-ubah dan ring fokus lensa berputar-putar mengikuti jarak obyek berarti
tombol hitam sudah bekerja dengan baik. Menekan tombol hitam sama dengan menekan setengah tombol shutter pada kamera.
Sekarang coba tekan tombol merah sambil tetap menekan tombol hitam, jika shutter terlepas berarti tombol sudah bekerja dengan baik. Sekarang Remote Control buatan sendiri sudah siap digunakan.
PENUTUP
Remote control ini hanyalah salah satu alternatip pemanfaatan barang bekas. Desainnya
masih bisa diperbaiki lagi tergantung kreatifitas Anda. Misalnya jika Anda tidak
mau repot memasang female plug 3.5mm, Anda bisa memanfaatkan kabel headphone bekas yang sudah tidak dipakai. Langsung gunting saja dan sambungkan ujungnya
ke tombol2 sesuai dengan skema di atas.
Karena headphone biasanya menggunakan jack 3.5mm (terutama bekas walkman), maka diperlukan konverter dari 3.5mm ke 2.5mm stereo agar bisa masuk ke lubang
remote kamera Canon EOS seperti nampak pada gambar di bawah ini.
Jika remote ini akan sering digunakan untuk bukaan lama (Bulb) maka sebaiknya
tombol tekan (push button) diganti dengan switch.
Untuk pengembangan ke depan, tombol atau switch bisa diganti dengan rangkaian
elektronika seperti phototransistor yang peka terhadap cahaya (untuk 'menangkap' petir), atau dihubungkan dengan
rangkaian penerima remote control wireless.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Saran, usulan, komentar bisa kita diskusikan di forum ini.
Singapura, Januari 2004
Judhi Prasetyo
PERHATIAN:
Walaupun ide ini sudah sukses dipraktekan pada kamera Canon EOS 500 yang saya
miliki, namun saya tidak bertanggungjawab jika terjadi kerusakan yang terjadi
pada kamera Anda setelah mempraktekan tips ini. Seluruh akibat yang ditimbulkan
karena mengikuti petunjuk pada artikel ini, baik menyenangkan ataupun tidak merupakan
tanggungjawab Anda sepenuhnya.
-O- 2004 Januari 28 17:23:19
Kembali ke halaman sebelumnya klik disini Kembali ke index artikel. Kirimkan artikel AndaFotografer.net sangat mengharapkan adanya partisipasi artikel dari siapa saja. Tema artikel bebas, selama berhubungan dengan dunia fotografi dalam arti luas, dan disesuaikan dengan kategori-kategori yang ada. Anda dapat mensubmit artikel Anda sendiri di sini. |
Halaman Muka |
Forum |
Artikel |
Anggota |
Panduan |
Tentang Kami |
Keanggotaan Plus |
Kontak
Galeri tahun:
2009 |
2008 |
2007 |
2006 |
2005 |
2004 |
2003 |
Copyright ©2002 - 2010 PT Fotografer Net Global
Send your comment or suggestion using this online form
Your IP address seen by this server is 38.107.191.90
This page was generated in 0.009 second(s).