Forum

Mediantono Y, Cereal Killer | 16 Agustus 2007 12:33:36 |

Minat Khusus > Model, Fashion, & Wedding

0
0
54
Dilihat : 5326
Bagikan :

Sekedar sharing saja, jadi mohon maaf bila kurang berkenan.

Tempo hari saya dan kru melakukan pekerjaan liputan wedding. Seumur-umur baru sekali ini saya dan kru mendapat perlakuan aneh-aneh dari pihak klien (bukan klien saya sendiri) baik itu dari keluarganya maupun panitia acaranya. Yang pertama kena cobaan adalah kameramen video. Kebetulan ada salah seorang anggota keluarga besar klien yang ingin menyumbang liputan video, sebutlah si X. Tapi berhubung kamera yang digunakan dari tipe yang kurang peka pada kondisi low light, mereka menggunakan lampu tambahan yang mati-nyala serta mengarahkannya amat merusak rekaman kamera video kru saya. Kru saya mencoba bicara baik-baik dengan si kameramen video X itu. Eh, malah sama si X itu kru saya diusir disuruh pulang. Kami coba bersabar dengan mencoba mengakali situasi yang terjadi agar kami dapat tetap meliput dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik pula.
Yang kedua adalah saat prosesi tukar cincin. Ketua panitia memarahi saya karena posisi fotografer dan kameramen video membelakangi dan menutupi anggota keluarga yang ingin melihat. Di sini saya mulai protes karena kru saya selalu mengambil posisi yang tidak menutupi di salah satu sisi. Kameramen video selalu berdiri tapi di posisi yang aman, andaikan tidak pun asistennya akan segera membimbingnya. Fotografer lebih bisa menunduk sambil mengacungkan kamera. Yang sesungguhnya menutupi adalah karena banyaknya kameramen2 liar termasuk kru si X itu. Saya dan sedikit kru memaksa harus mendapatkan gambar yang bagus dan artistik serta menangkap momen karena merasa bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan klien. Bukannya saya dan kru tidak peduli apabila menutupi pandangan orang lain, tapi bila situasi memang tidak memungkinkan mau gimana lagi. Masak ketua panitia menyuruh kami turun dari stage dan proses shooting dilakukan dari bawah? Apa ya dapet to gambar cincinnya? Apalagi kalo ada kameramen lain yang menghalangi. Apa kata dunia?
Yang ketiga adalah yang paling parah. Sewaktu saya sedang mengambil gambar anggota keluarga yang sedang memperhatikan prosesi jemput besan. Tau2 saya didorong hingga hampir jatuh. Oknumnya ternyata ketua panitia nya sendiri. Disitu saya sdh nggak bisa terima lagi. Memangnya dia mau ganti H2 & P21+ saya kalo jatuh? Belum lagi kaget dan malu saya karena dia melakukan itu di depan klien saya, tamu2, dan mungkin prospective clients saya nanti yang ada di situ. Seolah-olah kok saya sudah melakukan satu kesalahan. Padahal tidak, menghalangi prosesi juga tidak. Alasan dia karena semua harus meliput jalannya prosesi. Lhah, buat apa saya punya kru banyak kalo tidak meliput semuanya? Saat itu ada 2 videografer & 2 fotografer yang meliput prosesi. Apa salah kalo saya meliput para pemirsa nya? Dasar GOBLOG!
Baru kemaren saya merasa dianggap ecek-ecek dan dihina sebagai fotografer. Kalo dia mengatur persiapan dan jalannya acara sih sah2 saja. Saya terima. Tapi kalo urusan dokumentasi ya jelas saya sutradaranya. Dan tanggung jawab saya pun nggak sama dia, tapi sama klien si pemangku hajat.

Mohon maaf ni, jadi curhat, maklum soalnya keselnya nggak ilang2, hahahahaha.....
Moga2 rekan2 yang melakukan liputan wedding nggak mengalami yang saya alami. Tapi saya nunggu nih sharing pendapatnya supaya hal2 yang menghambat kerja wedding photographer bisa dieliminir, terutama dari pakarnya nih, mas Widianto H. Didiet, hehehehe..... ditunggu tanggapannya.
Untuk sementara ini sih saya mulai coba kasih terms and conditions ke calon klien kalo mereka hire saya, antara lain jangan sampe ada lebih dari 1 studio yang melakukan liputan, terus mengatur wewenang ketua dan anggota panitia-nya, dll.
Trauma saya, didorong ampe sempoyongan mau jatoh.

Sekali lagi mohon maaf bila sharing saya kurang berkenan dan menghabiskan waktu rekan2 yang membaca, hehehehe.....

Salam,
-cereal killer-

Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

16 Agustus 2007 12:49:31

memangnya ketua panitia itu anggota keluarga juga bang? apakah gak ada meeting antar panitia incl. fotografer/videografer? sehingga bisa saling kenal, dan hal-hal seperti itu tidak terjadi ... mohon maaf atas kelancangan saya ... happy

16 Agustus 2007 12:49:41

Kroso kok esmosi mu Kang..
yo wis lah, sing waras ngalah wae...
dieman eman H2 & P21 mu Kang...

yuk mari... >big grin

16 Agustus 2007 12:53:27

mas Denny Ramon:
ketua panitia bukan keluarga mas, tapi gayanya sok abri sampe ngalah2in yang abri sendiri. meeting ada sebelum hari H, tapi nggak ada yang pernah nyebutin seksi dokumentasi selain dari studio saya. mekaten mas. mungkin memang lagi hari apes saya aja tuh hari itu, hehehehehe...

dinda Diwa:
wah, iki ngejak peluk-peluk tapi ora ono konsekwensi opo2 to? takutnya nanti malah brokeback mountain....

16 Agustus 2007 12:56:28

ada pepatah, tak kenal maka tak sayang cieeee.

memang ada beberapa klien yang tajir, sehingga memakai beberapa foto studio. dan itu sudah menjadi haknya dia.

dan untuk menghindari terjadinya persaingan yang saya juga sangat bingung kenapa musti ada. toh yang diliput itu orang yang sama, biasanya ngobrol bareng dulu sambil ngupi2. sehingga bisa terjadi kerjasama baik dengan panitia maupun dengan kru2 yang dari negara lain

Dan kalau sudah begitu masih saja tidak berubah, bisa langsung membicarakannya kepada klien yang bersangkutan agar tidak saling mengganggu.

kalau masih gak bisa juga. mau gimana lagi. yang penting klien sudah tahu situasinya. Pasti kelihatan dong kalau ada yang reseh

Dan kalau sampai peralatan ada yang rusak karena kesenggol oleh panitia atau kru, kan bisa dituntut. kalau gak mau ganti. selalu ada jalan lain yang gak perlu di sebut disini. gampang to.

16 Agustus 2007 12:59:44

maksute "damai" Kang..
ngaten lho...
mangkat Yujo wae yuk kang 17-19 ki.. batting eyelashes

16 Agustus 2007 13:03:50

bang Victor:
terima kasih inputnya bang, untuk masa yang akan datang coba saya terapkan, maturnuwun.....

dinda Diwa:
wah, aku melu lomba pitulasan je nang kampungku, ditodong..... gawat kalo kabur.....

16 Agustus 2007 13:05:06

lain kali kl ada anggota keluarga/panitia rese dimasukkan aja di candid photo/video mas, biar jd kenang2an sekalian pas terjadi keresehan itu hee hee

16 Agustus 2007 13:09:49

mbak Tita:
wah itu waktu kejadian begitu kok ya pas kru saya nggak ada yang mengabadikan, malah saya yang jadi sibuk nahan2 salah satu asisten yang mau nggebugin oknum yang ndorong saya. repot deh mbak pokoke waktu itu. saya sendiri marah berat, tapi harus tetep stay professional.....

16 Agustus 2007 13:10:08

Mas Cereal Killer, sebelum pelaksanaan hari-H udah sempet ngobrol-ngobrol dengan KETUA PANITIA belum?
Biasanya sih hal-hal yang berbau konflik spt di atas bisa dihindari bila ada obrolan/brifing/teknikal meeting lebih dahulu. Ini biasanya, loh. (Sok tahu).

16 Agustus 2007 13:11:13

waa klo gwa, dah gw sambit tuuu orang!!!!!

16 Agustus 2007 13:12:12

mas Tri H:
sampun mas, saya sudah tukar pikiran dengan beliau saat rapat panitia. bahkan saya mengkonsultasikan segala asesoris lampu yang bisa saya pake di depan pelaminan agar tidak menghalangi pandangan. cuma yang nggak ada di pikiran saya ya perlakuan dia pas hari H itu, kok bisa2nya gitu.....

16 Agustus 2007 13:31:38

yah silahkan disampaikan keluh kesahnya pada klien, terutama kalo kliennya nggak puas dengan hasil kerja yang maksimal...
semoga klien akhirnya bisa memaklumi...

kalo apes.. yah.. klien nggak terima walopun sudah dikasih penjelasan..

semoga tetap bersabar... malah waktu nikah dulu saya wanti-2 ama panitia supaya fotografer and crew diservis sebaik-baiknya... jangan sampe mereka banyak kendala.. ujung-2 nya kan hasil rekaman sekali seumur hidup bakalan rusak kalo mood crew documentation ini dah rusak.. dah gitu tetep harus bayar.. yang rugi tetap kita sendiri toh... yah sukur-2 kalo bisa nikah lagi... jadi bisa ngulang.. heheheh

16 Agustus 2007 13:31:52

sabar sob... emang orang jago banyak cobaannya big grin

16 Agustus 2007 13:43:39

Kalok saya jadi anda, dalam posisi seperti itu, maka......

1. Berbicara langsung dgn klien No. 1, dalam hal ini pemberi order untuk memegang kuasa penuh pendokumentasian,karena untuk menghindari trik2 licik dr klien itu sendiri.
Siapa tahu karena anda tdk mendapat view bagus / moment bagus lalu mereka komplain...jeleknya nanti mereka gak mau bayar atau fee yg anda terima dipotong.

2. Molai pada gangguan pertama anda harus langsung bicara dgn klien bahwa ada pengganggu yg menghalangi tugas anda.

3. Setelah mengalami pengalaman nggak enak di atas, ada baiknya anda bawa back up kameraman untuk mendokumentasikan kerja anda, di mana bila ada gangguan anda punya bukti kuat.

4. Solusi terakir.....tetep ngotot, jangan mau dipermalukan oleh panitia. Kalok perlu bawa body guard 2 untuk memberikan anda ruang gerak dalam pendokumentasian.

ojo ngalah mas ro wong2 koyo ngono kuwi

16 Agustus 2007 14:02:45

setuju sama mas alex....

Langsung bikin gugatan terbuka dan langsung ke si penanggung jawab kontrak kerja anda saja.... ajukan kemungkinan-kemungkinan dan estimasi hasil jika keadaan seperti itu terjadi.

Biasanya sih, jauh-jauh hari sebelum hari H, sama klien saya suka diskusi langsung akan acara prosesinya. happy

16 Agustus 2007 15:04:10

kalau aku kebalikannya... jadi orang yg suka mengganggu... laughing

eh salah... ntar ada yg emosi lg...
aku sering mengalami kondisi kayak gini...
di Bandung, di Jakarta, terakhir di solo...
tapi yo piyo yooo.. tak sabar sabarke wae.. padahalll... dalam hati kesel bangeeet.. jianc****KKKK....

klo pas di bandung aku dimintain tolong ma temen... oke tak sanggupin, trus pas hari H nyampai gedung, aku turunin perlengkapan, lampu petromaks dkk nya... termasuk begron... gak lama mau mbongkar tas utk masang lampu dan begron, ada orang datang utk masang juga perlengkapan... wakakkaka... modiiiaar aku.... tensi udah mulai naik... dalam hati ni bapak mau motret sapa? wong gedung cuman ini, emang ada yg nikah lg selain temen gw....?
aku tanya : pak mau motret si A ? iya kata dia... bapak dari mana? dia jawab dari paket katering dan gedung... OOOO... ternyata koncoku sing edan... sebelumnya aku udah nanya n memastikan ada gak fotografer yg lain? entah itu dari paket ato yg lain? dia jawab dengan pasti.. tidaak mas Daru Satrio... wekekek... yo wiis... aku ngobrol ma bapaknya, ya udah bapak yg gelar perkara aja, eh salah gelar perlengkapan maksudnya... tp bapak juga malah mempersilahkan aku yg gelar perlengkapan...
aku ngalah aja, pas akhirnya bapak yg gelar perlengkapan, ternyata sederhana... (maaf). klo aku pakai lampu petromaks, bapak pakai lampu tempel(teplok), tp karena kita bisa kerja sama, pada akhirnya gak masalah. dan berjalan baik... pas sesi motret bergaya, giliran aku yg gelar perlengkapan...

salam

16 Agustus 2007 15:17:52

Turut bersimpati dengan kejadian yang sangat tidak mengenakkan yang terjadi pada rekan Cereal Killer.

Saya salut dengan kesabaran anda untuk tetap bersikap profesional.

Mungkin memang sebaiknya sebelum melakukan liputan wedding, Mas CK melakukan technical meeting terlebih dahulu dg pihak klien langsung. Memang kelihatannya waktu acara anda & kru terlihat "mengganggu", namun sebenarnya justru anda mengemban tanggungjawab yang teramat besar untuk mengabadikan moment yang sakral & sekali seumur hidup.

Btw: itu oknum "X" itu kameramen prof juga bukan sih? kok gak ada tenggang rasa sesama peliput ya?

Tetap bersabar & profesional Mas CK.

16 Agustus 2007 15:29:36

Kang 'Cereal Killer'....
punya foto-nya itu oknum Ketua Panitia nggak ? posting ajah disini
biar temen2 yang fotografer wedding disini bisa preventif kalo ketemu

16 Agustus 2007 15:40:51

yg sabar yooo temen 2 klo ngalamin begini....

trik nya om Alex bagus tuh

16 Agustus 2007 15:51:21

Pernah ngalamin, tapi emang gak separah itu.
ceritanya g n asisten masing2 pake 350d n 400d, tiba2 ada kerabatnya
yang ikutan n ngerasa mentang2 karena pake 20d.
dan karena dia bukan wedding photographer, posisinya selalu bikin g n sang videographer kesel. g kesel banget kalo inget tuh kejadian.
tapi ga pa2, yang lebih kesel sang videographer big grin
OOT, BTW, emang kalo pake kamera yang lebih mahal boleh lebih mentang2 ya? big grin just kidding frenz!

Kategori