Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Frans Dellian (6866)    20 tahun yang lalu

  0 

Saya sangat tertarik memotret Model, wanita atau pokoknya manusia lah... ilmu yang selama ini saya dapatkan untuk menghasilkan foto yang tajam adalah pengaturan diafragma harus kecil. tapi dalam praktek selama ini saya dibingungkan dengan bervariasinya tingkat ketajaman yang saya dapatkan. oleh sebab itu mohon bimbingan para senior tentang bagaimana?
1. pengaturah speed, f, dan lain2nya supaya foto tajam?
2. apakah foto orang pose diam yg tajam harus dengan speed -60
3. untuk hasil tajam dengan speed diatas 30 apa triport jg sangat perlu

sekedar info selama ini saya gunakan nikon F65, F5 dan coolpix 5700 dengan lensa nikor ED 80-200mm 2,8 bantuannya nya sangat saya harapkan dari para senior... trims banyak ya

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Judhi Prasetyo. (38908)    20 tahun yang lalu

 0 

Supaya foto tajam ya harus pas fokusnya.
Atur angka f kecil (bukaan lebar) supaya BG dan FG blur. Misal 2.8
Atur angka f besar (bukaan sempit) supaya BG dan FG ikut tajam. Misal 22.
Kecepatannya ngikutin aja biar kira-kira meteran cahayanya menunjukan selisih Ev = 0.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  A.Irwan Endrayanto (7437)    20 tahun yang lalu

 0 

Kalo pake F65 (atau apalagi F5)... ketajaman gambar dipengaruhi oleh

  • pengambilan yg benar: ngga goyang(pake tripod, dll), fokus benar, kecepatan yg pas
  • jenis film: kalo saya selalu pake Kodak Supra 400 atau sejenis
  • tempat cetak: kalo cetak di tempat asal2an hasilnya kurang bagus
  • kalo masalah di upload di FN..mungkin masalah scannernya: beli scanner slide :D
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  iing Gunawan, sidoel (27236)    20 tahun yang lalu

 0 

mas frans, setau saya lensa itu paling tajem kalo di set di F8 -f11. saya udah coba 4 lensa saya and emang di f8-f11 hasilnya paling tajem.

moga2 ngebantu

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Adi Ganda Wijaya (5025)    20 tahun yang lalu

 0 

pertama lensa 80-200 itu harus di hindahi f 16 ke atas karena hasil nya sangat kurang. f/11 pun juga harus di hindari. yang terbaik sih dari f/4 sampai f/8. tetapi kekurangan dari lensa 80-200 pada bukaan lebar terdapat vignet yang cukup kelihatan. yang paling jelas di coba aja lagi (di test lensa nya) pada setiap focal length dan di setiap F/ stop. tidak semua lensa tajam di f/8-11. tapi in general memang iya.

penggunaan tripod is a must. pada waktu field work saya kurang lebih 90% nya menggunakan tripod. tapi kalo lagi snap shot yah malas :)

rule of thumb kalau speed sudah mencapai 1/focal length, bisa di hand hold. tetapi kalau saya sangat tidak percaya itu "rule". imho.<Br>
semoga membantu.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Dedy P Putra (5942)    20 tahun yang lalu

 0 

kalau versi saya. unsur unsur yg utama. adalah fokusnya harus pas.. kemudian pada waktu menekan tombol tidak getar. dan cukup sinar... kemudian masalah f saya setuju dengan mas judhi semakin kecil no f maka bukaan semakin lebar. effectnya DOF semakin dangkal dan sebaliknya. saya pikir alat anda sudah sangat bagus. salam

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh: Bny W.S (2323)    20 tahun yang lalu

 0 

Jng terllau mengandalkan zoom jauh jg. Ga bagus tuh zoom yg tele jauh2. Pengalaman make di zoom 200 ke atas, gue punya hasil ancor2 :( (bukan ancol), ga tau nih kl lensanya yg L Series (Canon).

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Dedy P Putra (5942)    20 tahun yang lalu

 0 

pakai triport mas biar ngak goyang... sama lihat shutterspeed yg di pakai. kalau zoom diatas 200 jelek maka wildlife photography hasilnya ngak ada yg bagus donk. sedangkan mereka rata rata pakai lensa 500 mm

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Suryo Wibowo (25088)    20 tahun yang lalu

 0 

triport apa tripod ???

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Kristupa W Saragih (176444)    20 tahun yang lalu

 0 

Bung Frans Delian, dengan asumsi Anda pakai kamera film maka berikut ini hal-hal yang mempengaruhi ketajaman foto.

A. Dari segi peralatan
a. Kualitas optik lensa
b. Kualitas film, seperti misalnya ISO berapa yang dipakai, di-push/pull atau tidak, kualitas butiran film (skala RMS)
c. Akurasi sistem autofokus (jika Anda memotret dengan AF)
d. Kualitas optik filter (jika pakai)
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

B. Dari segi teknik
a. Akurasi mengeset fokus
b. Jenis filter yang digunakan (jika pakai), apakah memakai filter soft, star, duto dan lain-lain
c. Pemilihan diafragma
d. Penentuan Depth Of Field (DOF), yang berkait erat dengan pemilihan diafragma dan pemilihan focal length lensa
e. Pemilihan kecepatan rana (shutter speed), jika pakai shutter speed relatif lambat berarti harus dibantu tripod/monopod


Kemudian, berdasarkan hal-hal yang tersebut di atas mari kita membahas pertanyaan Anda.

1. Pemilihan speed dan diafragma tergantung pada obyek yang Anda foto, kondisi pencahayaan dan efek apa yang hendak Anda hasilkan. Ketajaman pada poin ini tergantung kepada akurasi Anda mengeset fokus, kualitas optik lensa, dan pemilihan film. Memotret dua pemain sepakbola yang sedang bertarung di lapangan tentu berbeda dengan memotret ibu-ibu tua yang berjualan di pasar. Memotret acara perkawinan tentu berbeda dengan memotret Gunung Semeru.

2. Tergantung pada kondisi pencahayaan pada saat pemotretan. Speed 1/60 aman untuk memotret tanpa tripod jika panjang lensa tidak lebih dari lensa standar. Jika memakai lensa tele, semisal 135mm atau 200mm tentu speed yang aman tadi lebih tinggi dari 1/60 detik.

3. Refer pada jawaban nomor 2 di atas mengenai jenis focal length lensa yang dipakai.

Saran saya kepada Anda, jangan rancu antara istilah sharpness (ketajaman) dan Depth Of Field (DOF) (ruang tajam). Dalam ruang tajam yang sempit (shallow DOF) bisa saja dihasilkan gambar yang tajam (sharp). Tapi gambar yang tajam (sharp) tidak selalu dihasilkan oleh ruang tajam (DOF) yang luas yang dibuat oleh f/22. Dan, DOF yang luas hasil f/22 belum tentu tajam jika fokus tidak di-set secara akurat, speed lambat tapi tidak pakai tripod, dan kualitas optik lensa tidak bagus.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Dedy P Putra (5942)    20 tahun yang lalu

 0 

sorry sur aku salah nulis tripod memang yg benar..

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  David Dewantoro (22969)    20 tahun yang lalu

 0 

The Master has spoken..:D

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Charles H. Hadi, Jade (13203)    20 tahun yang lalu

 0 

Mas Kris ... ada yang ngga ngerti nih.
Apa yang dimaksud mas Kris dengan poin yang ini :
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Sandjaja Kosasih, SanKo (29705)    20 tahun yang lalu

 0 

e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

Pertama Mungkin informasi Kristupa ini hanya berlaku untuk film yang dipasang secara manual, bukan film yang kita pasang dengan rolnya karena pasti tidak bisa digeser-geser maju mundur lagi terhadap titik fokus lensa.Kedua Mungkin kalau kita menggunakan lensa yang tidak standar (lensa dibalik, lensa merk lain dari kamera) harus sesuai dengan keperluan.

Masalah pertanyaan awal juga perlu diperjelas, yang dimaksud dengan Potret itu apakah Potret menurut asumsi fotografer sebagai foto seseorang (paling bagus untuk film 35mm pakai lensa 85mm) atau Potret = Foto secara keseluruhan?

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Frans Dellian (6866)    20 tahun yang lalu

 0 

wah.. trims banyak nih atas bimbingan dari para senior.... saya akan coba... trims ya semuanya

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Bernard Juniardy,Beben (50050)    20 tahun yang lalu

 0 

Begini Bung, menurut saya, speed yg. anda gunakan harus menyesuaikan situasi dan moment foto yg. akan diambil, kalo moment yg. kita ambil memerlukan pergerakan yg. cepat, tentu harus menggunakan speed yg. tinggi, kemudian bukaan diafragmanya juga harus menyesuaikan speednya supaya tdk under/ over expose, soalnya bukaan diafragma juga mempengaruhi ketajaman dari hasil exposure. Kemudian anda perlu belajar memfokus dengan cara mendekatkan obyek pada lensa kalo anda menggunakan lensa zoom, kemudian tajamkan focussing lensa pd. obyek baru zoom out, tentu anda akan mendapatkan focus yg. tajam. Di sinilah peran kepekaan mata anda menentukan ketajaman hasil focussing yg. anda lakukan. Demikian tanggapan dari saya. Selamat mencoba dan terima kasih.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Kristupa W Saragih (176444)    20 tahun yang lalu

 0 

Untuk Bung Charles Hadi:

Penjelasan yang disampaikan Bung Sandjaja Kosasih memang benar dan sudah menjelaskan dengan detail.
Sekedar menambahkan saja, penyebab lainnya juga bisa berupa mounting lensa yang tidak benar (sudah "geser"), lensa yang posisi elemen di dalamnya yang sudah bergeser juga, atau posisi film di dalam kamera yang bergeser dari posisi yang dibuat pabrik.
By default oleh pabrik, jarak dari kamera ke lensa sudah ditentukan dengan tepat sehingga jika kita memfokus dengan benar maka akan menghasilkan foto yang fokus. Ada kalanya jika beberapa elemen tadi bergeser, maka meskipun kita sudah memfokus dengan tepat di viewfinder tetapi film menerima gambar yang tidak fokus karena pergeseran beberapa elemen tadi dari posisi yang telah dibuat pabrik.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Judhi Prasetyo. (38908)    20 tahun yang lalu

 0 

Baik lensa maupun kamera jangan sampai terbentur apalagi sampai jatuh. Terutama di kamera SLR yang ada cerminnya, jangan coba utak-atik dan harus ekstra hati2 dalam membersihkannya, jangan sampai bergeser sedikitpun apalagi terbentur.

Letak cermin cenderung lebih riskan untuk berubah daripada dudukan lensa (lens mount) yang biasanya lebih kokoh. Kalau cermin letaknya tidak pas maka akan sangat berpengaruh pada ketepatan fokus.

Tangan/kamera goyang, bisa kurangi tajam foto

Oleh:  Indi Soemardjan (7483)    20 tahun yang lalu

 0 

Saya rasa kamera goyang juga harus disebutkan disini karena itu salah satu masalah utama khususnya pada lensa panjang yang lebih dari 100mm biasanya cenderung untuk membuat gambar buram dikarenakan pergerakan naik turun 1mm di tangan yang memegang kamera bisa menyebabkan pergerakan beberapa cm di target/subyek foto.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Ucok P. Harahap (40158)    20 tahun yang lalu

 0 

Satu lagi tambahan : Menentukan titik fokusnya.

Misalnya memotret pegunungan yang berlapis-lapis. Lapisan gunung yang mana yang akan dijadikan titik fokus untuk mencapai ruang tajam yang diinginkan (selain pengaturan diafragma). Untuk yang ini ada teorinya, DoF = 1/3 didepan titik fokus dan 2/3 dibelakang titik fokus. 1/3 dan 2/3-nya seberapa jauh ? sulit untuk dijelaskan. Namun demikian ada camera SLR yang mempunyai fasilitas untuk menentukan seberapa dalam ruang tajam yang diinginkan (DEP - tidak berlaku untuk macro photography).

Depth of Field juga bisa "diperkirakan" dengan menekan depth of field preview button.

Tentunya fokus yang berada pada titik fokus tersebut yang paling tajam.

Maaf penjelasannya jadi lebih banyak ke DoF

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Frans Dellian (6866)    20 tahun yang lalu

 0 

berkaitan dgn penjelasan bang Judhi Prasetyo ttg betapa riskannya posisi cermin di banding mount lensa. saya mau nanya lagi nih... dalam keadaan kamera tidak digunakan, sebaiknya posisi kamera kitaa simpan dalam keadaan tegak ( lensa ke depan) atau tertidur (lensa menghadap ke atas), trus apa posisi istirahatnya kamera ini jika tidak benar dapat menggangu stabilitas akurasi cerminnya? trims sebelumnya

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Moga Destino (7794)    20 tahun yang lalu

 0 

Kualitas film, seperti misalnya ISO berapa yang dipakai, di-push/pull atau tidak, kualitas butiran film (skala RMS)
maksudnya apa ya? saya masi pemula nih..jd penasaran..

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Judhi Prasetyo. (38908)    20 tahun yang lalu

 0 

Belum pernah saya dengar sih posisi bodi kamera sebaiknya bagaimana sewaktu disimpan. Saya pikir gak pengaruh terhadap kedudukan cermin yg cukup kokoh (kecuali kalau kameranya pernah jatuh, terbentur atau terdorong/didorong cerminnya).

Yang pasti kudu selalu ditutup :)

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh: Hargo Wibowo, HWP (3089)    20 tahun yang lalu

 0 

ooo .... bukannya asal kamera kagak ditidurin :)

daku sendiri sich asal tertutup, ditaro dalam wadah Tu*****re, trus dikasih silica gell .. eh kagak nyambung yach ? salam.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh:  Sandjaja Kosasih, SanKo (29705)    20 tahun yang lalu

 0 

Kualitas film, seperti misalnya ISO berapa yang dipakai, di-push/pull atau tidak, kualitas butiran film (skala RMS)

Saya coba berteori lagi dari ingatan belasan tahun lalu, maklum sudah lama nggak baca teori. Film yang berkualitas adalah film yang segar / "fresh" atau baru diproduksi dan masih jauh dari kadaluarsa. Untuk kategori film Professional sebaiknya dibeli di toko yang menyimpan fotonya di freezer atau kulkas. Makin segar suatu film perubahan kimiawi film masih stabil, hasilnya adalah negatif atau positif film (slide) sesuai spesifikasi yang dijanjikan. Misalnya janji mengenai warna yang soft, warna yang kontras, dll. dari pabrik pembuatnya.

ISO menentukan tingkat "kekasaran" dari foto yang dihasilkan. Makin tinggi ISO umumnya menghasilkan foto yang lebih kasar atau "grainy", akan tampak jika dicetak dalam ukuran yang besar. Misalnya pakai ISO 1600 dicetak 3R masih tampak bagus tapi begitu dicetak ukuran 10R tampak kasar. Dalam kondisi pemotretan normal gunakan ISO rendah, misalnya ISO 100 atau ISO 200, dalam kondisi pemotretan dokumentasi bisa ISO 400. Dalam kondisi pemotretan arsitektur pakai ISO 25 atau ISO 50, pemotretan olahraga dengan obyek bergerak cepat bisa ISO 800/1000/1600/3200 atau ISO tinggi, demikian juga pemotretan panggung dengan cahaya seadanya. Makin rendah ISO makin tajam foto yang dihasilkan karena butiran kimiawi penghasil gambar di film makin rapat/halus, tapi makin tidak peka menangkap cahaya. (Pada pengambilan digital standar ISO sedikit mirip kondisinya). Perlu diperhatikan bahwa pemilihan ISO juga berdasarkan kondisi pencahayaan obyek yang akan difoto.

Teknik Push adalah menaikkan ISO dari ISO film yang sebenarnya. Misalnya pada saat kita memerlukan film ISO 1600 tapi hanya membawa ISO 400, maka kita set kamera untuk menganggap film yang dipasang adalah ISO 1600. Namun untuk pemrosesan di lab harus dilakukan secara khusus dan hanya lab tertentu yang bisa melaksanakannya. Kita memberitahu lab khusus tersebut bahwa film kita yang ISO 400 di push menjadi ISO 1600. Pada film HitamPutih tidak terlalu besar efeknya, tapi pada film Warna akan menghasilkan warna-warna yang "aneh" karena pergeseran warna kimiawi film pada saat diproses di lab. Teknik Pull adalah sebaliknya.

Untuk skala RMS saya nggak tahu, dulu nggak belajar. Tolong kalau ada yang salah bisa dikoreksi.

Re: Gimana Teknik menajamkan potret?

Oleh: Andi Putra (1871)    20 tahun yang lalu

 0 

Lengkap sudah penjelasannya, sedikit lagi saya tambahkan, yg menentukan tajam tidaknya suatu foto, baik itu potret, lansekap, atau wide angle, dipengaruhi sekali oleh kualitas optis lensa yg dipakai. Tidak tahu apakah anda pernah mencoba dgn lensa fixed focal, tapi saya yakin anda akan melihat perbedaan yg signifikan dibanding dgn ketajaman yg dihasilkan lensa zoom yg anda sebutkan. Kecuali untuk lensa zoom tipe professional, sudah menjadi rahasia umum bahwa lensa dengan fixed focal length menghasilkan foto yg lebih baik dari sisi ketajaman atau saturasi warna dibandingkan lensa zoom. Untuk potret, lensa 85mm, 100mm atau 135mm akan bisa menjawab keraguan anda.