Forum

Frans Dellian | 31 Januari 2004 12:33:10 |

Diskusi Fotografi > Fotografi Umum

2
0
246
Dilihat : 62800

Saya sangat tertarik memotret Model, wanita atau pokoknya manusia lah... ilmu yang selama ini saya dapatkan untuk menghasilkan foto yang tajam adalah pengaturan diafragma harus kecil. tapi dalam praktek selama ini saya dibingungkan dengan bervariasinya tingkat ketajaman yang saya dapatkan. oleh sebab itu mohon bimbingan para senior tentang bagaimana?
1. pengaturah speed, f, dan lain2nya supaya foto tajam?
2. apakah foto orang pose diam yg tajam harus dengan speed -60
3. untuk hasil tajam dengan speed diatas 30 apa triport jg sangat perlu

sekedar info selama ini saya gunakan nikon F65, F5 dan coolpix 5700 dengan lensa nikor ED 80-200mm 2,8 bantuannya nya sangat saya harapkan dari para senior... trims banyak ya

31 Januari 2004 14:18:45

2
0

Supaya foto tajam ya harus pas fokusnya.
Atur angka f kecil (bukaan lebar) supaya BG dan FG blur. Misal 2.8
Atur angka f besar (bukaan sempit) supaya BG dan FG ikut tajam. Misal 22.
Kecepatannya ngikutin aja biar kira-kira meteran cahayanya menunjukan selisih Ev = 0.

31 Januari 2004 16:09:49

0
0

Kalo pake F65 (atau apalagi F5)... ketajaman gambar dipengaruhi oleh

  • pengambilan yg benar: ngga goyang(pake tripod, dll), fokus benar, kecepatan yg pas
  • jenis film: kalo saya selalu pake Kodak Supra 400 atau sejenis
  • tempat cetak: kalo cetak di tempat asal2an hasilnya kurang bagus
  • kalo masalah di upload di FN..mungkin masalah scannernya: beli scanner slide big grin

31 Januari 2004 22:29:07

0
0

mas frans, setau saya lensa itu paling tajem kalo di set di F8 -f11. saya udah coba 4 lensa saya and emang di f8-f11 hasilnya paling tajem.

moga2 ngebantu

31 Januari 2004 23:15:38

0
0

pertama lensa 80-200 itu harus di hindahi f 16 ke atas karena hasil nya sangat kurang. f/11 pun juga harus di hindari. yang terbaik sih dari f/4 sampai f/8. tetapi kekurangan dari lensa 80-200 pada bukaan lebar terdapat vignet yang cukup kelihatan. yang paling jelas di coba aja lagi (di test lensa nya) pada setiap focal length dan di setiap F/ stop. tidak semua lensa tajam di f/8-11. tapi in general memang iya.

penggunaan tripod is a must. pada waktu field work saya kurang lebih 90% nya menggunakan tripod. tapi kalo lagi snap shot yah malas happy

rule of thumb kalau speed sudah mencapai 1/focal length, bisa di hand hold. tetapi kalau saya sangat tidak percaya itu "rule". imho.<Br>
semoga membantu.

01 Februari 2004 01:22:32

0
0

kalau versi saya. unsur unsur yg utama. adalah fokusnya harus pas.. kemudian pada waktu menekan tombol tidak getar. dan cukup sinar... kemudian masalah f saya setuju dengan mas judhi semakin kecil no f maka bukaan semakin lebar. effectnya DOF semakin dangkal dan sebaliknya. saya pikir alat anda sudah sangat bagus. salam

01 Februari 2004 01:23:16

0
0

Jng terllau mengandalkan zoom jauh jg. Ga bagus tuh zoom yg tele jauh2. Pengalaman make di zoom 200 ke atas, gue punya hasil ancor2 sad (bukan ancol), ga tau nih kl lensanya yg L Series (Canon).

01 Februari 2004 01:33:22

0
0

pakai triport mas biar ngak goyang... sama lihat shutterspeed yg di pakai. kalau zoom diatas 200 jelek maka wildlife photography hasilnya ngak ada yg bagus donk. sedangkan mereka rata rata pakai lensa 500 mm

01 Februari 2004 06:24:55

0
0

triport apa tripod ???

01 Februari 2004 08:44:49

3
0

Bung Frans Delian, dengan asumsi Anda pakai kamera film maka berikut ini hal-hal yang mempengaruhi ketajaman foto.

A. Dari segi peralatan
a. Kualitas optik lensa
b. Kualitas film, seperti misalnya ISO berapa yang dipakai, di-push/pull atau tidak, kualitas butiran film (skala RMS)
c. Akurasi sistem autofokus (jika Anda memotret dengan AF)
d. Kualitas optik filter (jika pakai)
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

B. Dari segi teknik
a. Akurasi mengeset fokus
b. Jenis filter yang digunakan (jika pakai), apakah memakai filter soft, star, duto dan lain-lain
c. Pemilihan diafragma
d. Penentuan Depth Of Field (DOF), yang berkait erat dengan pemilihan diafragma dan pemilihan focal length lensa
e. Pemilihan kecepatan rana (shutter speed), jika pakai shutter speed relatif lambat berarti harus dibantu tripod/monopod


Kemudian, berdasarkan hal-hal yang tersebut di atas mari kita membahas pertanyaan Anda.

1. Pemilihan speed dan diafragma tergantung pada obyek yang Anda foto, kondisi pencahayaan dan efek apa yang hendak Anda hasilkan. Ketajaman pada poin ini tergantung kepada akurasi Anda mengeset fokus, kualitas optik lensa, dan pemilihan film. Memotret dua pemain sepakbola yang sedang bertarung di lapangan tentu berbeda dengan memotret ibu-ibu tua yang berjualan di pasar. Memotret acara perkawinan tentu berbeda dengan memotret Gunung Semeru.

2. Tergantung pada kondisi pencahayaan pada saat pemotretan. Speed 1/60 aman untuk memotret tanpa tripod jika panjang lensa tidak lebih dari lensa standar. Jika memakai lensa tele, semisal 135mm atau 200mm tentu speed yang aman tadi lebih tinggi dari 1/60 detik.

3. Refer pada jawaban nomor 2 di atas mengenai jenis focal length lensa yang dipakai.

Saran saya kepada Anda, jangan rancu antara istilah sharpness (ketajaman) dan Depth Of Field (DOF) (ruang tajam). Dalam ruang tajam yang sempit (shallow DOF) bisa saja dihasilkan gambar yang tajam (sharp). Tapi gambar yang tajam (sharp) tidak selalu dihasilkan oleh ruang tajam (DOF) yang luas yang dibuat oleh f/22. Dan, DOF yang luas hasil f/22 belum tentu tajam jika fokus tidak di-set secara akurat, speed lambat tapi tidak pakai tripod, dan kualitas optik lensa tidak bagus.

01 Februari 2004 12:56:17

0
0

sorry sur aku salah nulis tripod memang yg benar..

01 Februari 2004 19:28:57

0
0

The Master has spoken..big grin

01 Februari 2004 23:28:49

0
0

Mas Kris ... ada yang ngga ngerti nih.
Apa yang dimaksud mas Kris dengan poin yang ini :
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

02 Februari 2004 00:07:30

0
0

e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.

Pertama Mungkin informasi Kristupa ini hanya berlaku untuk film yang dipasang secara manual, bukan film yang kita pasang dengan rolnya karena pasti tidak bisa digeser-geser maju mundur lagi terhadap titik fokus lensa.Kedua Mungkin kalau kita menggunakan lensa yang tidak standar (lensa dibalik, lensa merk lain dari kamera) harus sesuai dengan keperluan.

Masalah pertanyaan awal juga perlu diperjelas, yang dimaksud dengan Potret itu apakah Potret menurut asumsi fotografer sebagai foto seseorang (paling bagus untuk film 35mm pakai lensa 85mm) atau Potret = Foto secara keseluruhan?

02 Februari 2004 11:41:49

0
0

wah.. trims banyak nih atas bimbingan dari para senior.... saya akan coba... trims ya semuanya

02 Februari 2004 13:07:38

0
0

Begini Bung, menurut saya, speed yg. anda gunakan harus menyesuaikan situasi dan moment foto yg. akan diambil, kalo moment yg. kita ambil memerlukan pergerakan yg. cepat, tentu harus menggunakan speed yg. tinggi, kemudian bukaan diafragmanya juga harus menyesuaikan speednya supaya tdk under/ over expose, soalnya bukaan diafragma juga mempengaruhi ketajaman dari hasil exposure. Kemudian anda perlu belajar memfokus dengan cara mendekatkan obyek pada lensa kalo anda menggunakan lensa zoom, kemudian tajamkan focussing lensa pd. obyek baru zoom out, tentu anda akan mendapatkan focus yg. tajam. Di sinilah peran kepekaan mata anda menentukan ketajaman hasil focussing yg. anda lakukan. Demikian tanggapan dari saya. Selamat mencoba dan terima kasih.

03 Februari 2004 14:21:07

0
0

Untuk Bung Charles Hadi:

Penjelasan yang disampaikan Bung Sandjaja Kosasih memang benar dan sudah menjelaskan dengan detail.
Sekedar menambahkan saja, penyebab lainnya juga bisa berupa mounting lensa yang tidak benar (sudah "geser"winking, lensa yang posisi elemen di dalamnya yang sudah bergeser juga, atau posisi film di dalam kamera yang bergeser dari posisi yang dibuat pabrik.
By default oleh pabrik, jarak dari kamera ke lensa sudah ditentukan dengan tepat sehingga jika kita memfokus dengan benar maka akan menghasilkan foto yang fokus. Ada kalanya jika beberapa elemen tadi bergeser, maka meskipun kita sudah memfokus dengan tepat di viewfinder tetapi film menerima gambar yang tidak fokus karena pergeseran beberapa elemen tadi dari posisi yang telah dibuat pabrik.

03 Februari 2004 14:27:48

0
0

Baik lensa maupun kamera jangan sampai terbentur apalagi sampai jatuh. Terutama di kamera SLR yang ada cerminnya, jangan coba utak-atik dan harus ekstra hati2 dalam membersihkannya, jangan sampai bergeser sedikitpun apalagi terbentur.

Letak cermin cenderung lebih riskan untuk berubah daripada dudukan lensa (lens mount) yang biasanya lebih kokoh. Kalau cermin letaknya tidak pas maka akan sangat berpengaruh pada ketepatan fokus.

03 Februari 2004 16:30:46

0
0

Saya rasa kamera goyang juga harus disebutkan disini karena itu salah satu masalah utama khususnya pada lensa panjang yang lebih dari 100mm biasanya cenderung untuk membuat gambar buram dikarenakan pergerakan naik turun 1mm di tangan yang memegang kamera bisa menyebabkan pergerakan beberapa cm di target/subyek foto.

03 Februari 2004 18:32:55

0
0

Satu lagi tambahan : Menentukan titik fokusnya.

Misalnya memotret pegunungan yang berlapis-lapis. Lapisan gunung yang mana yang akan dijadikan titik fokus untuk mencapai ruang tajam yang diinginkan (selain pengaturan diafragma). Untuk yang ini ada teorinya, DoF = 1/3 didepan titik fokus & 2/3 dibelakang titik fokus. 1/3 dan 2/3-nya seberapa jauh ? sulit untuk dijelaskan. Namun demikian ada camera SLR yang mempunyai fasilitas untuk menentukan seberapa dalam ruang tajam yang diinginkan (DEP - tidak berlaku untuk macro photography).

Depth of Field juga bisa "diperkirakan" dengan menekan depth of field preview button.

Tentunya fokus yang berada pada titik fokus tersebut yang paling tajam.

Maaf penjelasannya jadi lebih banyak ke DoF

03 Februari 2004 21:17:26

0
0

berkaitan dgn penjelasan bang Judhi Prasetyo ttg betapa riskannya posisi cermin di banding mount lensa. saya mau nanya lagi nih... dalam keadaan kamera tidak digunakan, sebaiknya posisi kamera kitaa simpan dalam keadaan tegak ( lensa ke depan) atau tertidur (lensa menghadap ke atas), trus apa posisi istirahatnya kamera ini jika tidak benar dapat menggangu stabilitas akurasi cerminnya? trims sebelumnya

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

Kategori

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!