Forum

Judhi Prasetyo. | 05 Desember 2006 00:25:31 |

Diskusi Fotografi > Pojok Pemula

10
0
583
Dilihat : 104403

KAMERA APA YANG PALING BAIK?

Pertanyaan di atas kerap dilontarkan terutama oleh pemula, terutama anggota yang baru bergabung di Fotografer.Net ini. Kelanjutannya sudah bisa ditebak, topiknya menjadi bahan tertawaan dan tidak kurang komentar-komentar pedas seperti "baca dulu topik-topik lama", "udah cari di Google.com belum?", atau "mustinya kamu baca2 dulu review-review kamera, kan banyak di Internet".

Memang untuk anggota yang sudah lama pertanyaan ini cenderung menyebalkan, selalu muncul berulang-ulang dan si penanya terkesan culun dan malas karena pertanyaannya terlalu umum. Padahal mungkin yang bertanya cukup serius dan penuh ketidaktahuan (dan sedikit faktor malas membaca aturan). Padahal kuncinya cuma satu: Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Meminjam kata-kata fotografer dan jurnalis kenamaan Om Arbain Rambey: "kalau ada kamera yang paling baik pasti kamera merek itu bakal laku keras dan merek lain nggak bakal laku". Betul juga.

Sebetulnya untuk menjawab masalah klasik ini saya sudah pernah menulis artikel TO BUY OR NOT TO BUY yang mustinya cukup bermanfaat untuk Anda yang ingin membeli kamera baru atau mengganti kameranya dengan model yang lebih mutakhir. Tapi karena faktor ketidaktahuan (dan sedikit kemalasan) tadi maka artikel tersebut sering terlewat.

OK, untuk menghemat waktu, saya akan sarikan sedikit artikel tersebut di sini ditambah beberapa tips lain di akhir tulisan ini.

Langkah-langkah memilih kamera:

1) Kenali karakteristik Anda sendiri dalam bidang fotografi

  • Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam sehari)
  • Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)
  • Berapa anggaran yang kita sediakan?
  • Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)
  • Target waktu 'balik modal' dari kamera yang akan kita beli tersebut?
    Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, 'balik modal' bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih belum 'balik modal'.

2) Tentukan fitur-fitur kamera yang Anda inginkan sesuai karakteristik memotret Anda di atas. Fitur-fitur tersebut seperti:
  • Harga
  • Berat
  • Warna body
  • Ukuran sensor dan resolusi
  • Ukuran body
  • Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)
  • Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)
  • Kekuatan flash
  • Ketersediaan asesoris
  • Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash
  • dsb.

3) Susunlah fitur-fitur tersebut sesuai skala prioritas:
  • Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.
  • Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.
  • Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.

4) Baca-baca review kamera dari berbagai majalah fotografi & gadget atau situs-situs fotografi. Carilah kamera yang memiliki fitur seperti yang Anda inginkan di atas. Situs-situs tersebut seperti:
  • www.dpreview.com
  • www.dcviews.com
  • www.steves-digicams.com
  • reviews.cnet.com
  • www.digitalcamerareview.com
  • www.fredmiranda.com
  • www.dcresource.com
  • dsb.

5) Tips-tips tambahan:
  • Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan 'nambah uang dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu'. Ingat-ingat prioritas fitur di Langkah 3 di atas.
  • Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory card, batere, lensa tambahan, dsb.
  • Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual oleh kita sendiri.
  • Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?
  • Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.
  • Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.

Demikian sedikit sumbang pikiran dan saran dari saya, semoga bermanfaat untuk mengawali explorasi teman-teman di bidang fotografi. Topik ini saya buat sticky atau wajib dibaca di kategori Pemula, jadi kalau masih ada yang bertanya kamera apa yang paling baik yaa... wajar kalau dapat tanggapan pedas, OK?

05 Desember 2006 01:26:07

7
0

applause applause applause applause applause Bravo Jud!

Hayoooo...mana yang terbaik di bawah ini.....



05 Desember 2006 02:18:19

0
0

Jud....Capslocknya disengaja ya? straight face

05 Desember 2006 05:57:32

0
0

jadi kalau masih ada yang bertanya kamera apa yang paling baik yaa... wajar kalau dapat tanggapan pedas, OK?


Siap Boss....

hee hee

05 Desember 2006 06:19:54

1
0

Mesti dibuat stinky nih...eh sticky nih di halaman depan.

05 Desember 2006 06:28:00

0
0

Iya nih, mesti jadi sticky. Selain Bart, link ke thread ini juga mesti disiapkan.

Jangan tanya apakah merk ini lebih bagus dari merk itu sebelum baca yang ditulis di atas.

05 Desember 2006 06:30:00

0
0

Nambah inputan imho ; nilai jual kembali baik lensanya atau body nya
Ada yg pernah buat survey nilai jual kembali tiap merk kira2 turunnya berapa % ? saya rasa patut jadi pertimbangan juga ,imho

05 Desember 2006 06:45:48

0
0

Salut buat om Judhy applause

05 Desember 2006 07:15:52

0
0

mas judhi... kalo LENSA APA YANG PALING BAIK?

05 Desember 2006 07:19:44

0
0

Bang Arbain, kamera yang paling baik untuk foto di atas, kamera EOS 1D Mark II N dengan lensa bukaan lebar (F/2.8) dan focal length 50 mm ???


hee hee

dan saya stuju denga bang Andri untuk sticky thread ini di forum ini.
terima kasih untuk Om Judhi yang mau bersusah payah merangkumnya.

05 Desember 2006 08:47:08

0
0

@ om Arbain: terimakasih. Yang paling baik adalah yang cocok untuk saya, di antara kamera tersebut semua nggak cocok big grin

@D. Setiadi: betul pakde, capslock memang DISENGAJA happy

@Andri & KEBO: memang sudah dibuat 'wajib dibaca' kok untuk kategori ini.

@Wellington: memilih lensa terbaik tidak jauh beda dengan memilih kamera terbaik. Mustinya kamu nananya: cewek mana yang terbaik? laughing

05 Desember 2006 10:02:53

0
0

Mas terima kasih tipsnya..
Bikin topik satu lagi dong, yang merangkum tentang tes2 teknis yang perlu dan memungkinkan dilakukan di toko saat membeli kamera dslr dan lensanya.
saya sudah cari, tapi belum puas benar dan beberapa tips kayaknya susah dilakukan di tokonya, takut nggak enak sama empunya toko.

05 Desember 2006 10:04:25

0
0

barusan saya liat mod lagi ngebut naek sepeda ke warung... katanya mau beli pin... pas abis katanya... laughing

05 Desember 2006 10:37:51

2
0

Betul Mas Jud, yg terbaik itu subyektif.
Tapi saya juga mau memberikan beberapa pertimbangan.

1. Namanya juga pemula, mana dia tahu apa yg seharusnya dibeli?
Jadi topik seperti: Beli 350D atau D50? akan tetap ada. Kalau si pemula ada teman fotografer, masalah terselesaikan. Kalau tidak, pilih opini mana? opini forum ato opini yg jualan kamera?
Pengalaman saya, pemula itu biasanya sudah melimit pilihan ke 2 atau 3 dan ingin mengetahui lebih lanjut opini pemakai (Baca opini pemakai, bukan opini review site) tentang kamera itu.

2. Review site itu dalam bahasa inggris. Bagaimana para senior, ada yg tergugah untuk membuat review site dalam bahasa indonesia?

3. Coba kameranya?? Sekali lagi pengalaman saya 90% toko TIDAK AKAN membiarkan anda mencoba kamera itu kalau tidak dibeli. Coba bilang ke orang tokonya, saya belum yakin mau beli canon/nikon yg mana, boleh keluarin model ini ini dan itu untuk saya coba? Udah tahu kan jawabannya...... Maap mas kameranya ga boleh dicoba.
Bisakah anda bayangkan kalau semua kamera toko itu boleh dicoba? yah udah 'bekas' kondisinya (bukan baru). Kalau memang ada toko yg memberi kita kebebasan coba, tolong dilist disini agar tidak terjadi kesalah pahaman happy

4. Saya yakin paling tidak ada 70% dari senior sekarang pernah membuat ataupun membaca topik seperti beli 350D atau D50. Dan menjadi lebih mantab untuk beli kameranya karena topik itu. Saya sendiri juga awalnya buat topik seperti itu, alasannya ya karena Dslr itu mahal dan banyak pertimbangan sebelum beli.

5. Refer ke topik lama itu benar, Kalau topiknya ada.... dan juga teknologi belum berubah..... Kan banyak kombinasi kamera yg belum tentu sudah dibicarakan di topik, dan juga banyak senior2x baru yg opininya belum tentu ada di topik lama.

Pada akhirnya saya rasa tips2x tambahan dan prioritas fitur itu sangat bagus. Semoga berkenan happy

05 Desember 2006 10:38:28

0
0

Harga di deretan paling atas cocok buat kantong saya .....laughing

05 Desember 2006 11:16:05

1
0

Kak Santoso Ady, saya jawab satu persatu ya:

1. Namanya juga pemula, mana dia tahu apa yg seharusnya dibeli? Jadi topik seperti: Beli 350D atau D50? akan tetap ada. Kalau si pemula ada teman fotografer, masalah terselesaikan. Kalau tidak, pilih opini mana? opini forum ato opini yg jualan kamera? Pengalaman saya, pemula itu biasanya sudah melimit pilihan ke 2 atau 3 dan ingin mengetahui lebih lanjut opini pemakai (Baca opini pemakai, bukan opini review site) tentang kamera itu.

Judhi: opini forum atau opini penjual tidak ada yang bisa mewakili kepentingan si penanya 100%. Tulisan saya di atas menghimbau agar pemula mengenali dirinya sendiri dulu sehingga bisa membantu dalam memilih produk. Topik seperti yang Anda sebutkan ujung-ujungnya hanya perang merek dan cenderung malah bikin bingung yang bertanya.

2. Review site itu dalam bahasa inggris. Bagaimana para senior, ada yg tergugah untuk membuat review site dalam bahasa indonesia?

Judhi: Bukannya sekarang sudah banyak majalah di Indonesia yang memuat review ini? Beberapa kali saya membuat review untuk majalah teknologi di Singapura dan Malaysia yang juga ada versi Bahasa Indonesianya. Lagipula apa salahnya berusaha memahami bahasa Inggris?

3. Coba kameranya?? Sekali lagi pengalaman saya 90% toko TIDAK AKAN membiarkan anda mencoba kamera itu kalau tidak dibeli. Coba bilang ke orang tokonya, saya belum yakin mau beli canon/nikon yg mana, boleh keluarin model ini ini dan itu untuk saya coba? Udah tahu kan jawabannya...... Maap mas kameranya ga boleh dicoba. Bisakah anda bayangkan kalau semua kamera toko itu boleh dicoba? yah udah 'bekas' kondisinya (bukan baru). Kalau memang ada toko yg memberi kita kebebasan coba, tolong dilist disini agar tidak terjadi kesalah pahaman happy

Judhi: Mengapa tidak membuat trend baru: toko yang laku adalah toko yang membolehkan untuk mencoba. Di tempat saya hampir semua toko kamera sudah seperti itu, kalau tidak boleh nyoba ya dengan sendirinya nggak laku. Kalaupun tidak bisa mencoba di toko, kenapa tidak mecoba kamera teman yg sesuai dengan model yg sedang diincar? Kalau tidak punya teman ya berusaha berteman lah.. happy

4. Saya yakin paling tidak ada 70% dari senior sekarang pernah membuat ataupun membaca topik seperti beli 350D atau D50. Dan menjadi lebih mantab untuk beli kameranya karena topik itu. Saya sendiri juga awalnya buat topik seperti itu, alasannya ya karena Dslr itu mahal dan banyak pertimbangan sebelum beli.

Judhi: jadi tidak perlu buat topik baru kan? Cukup baca-baca yang lama sudah banyak sekali.

5. Refer ke topik lama itu benar, Kalau topiknya ada.... dan juga teknologi belum berubah..... Kan banyak kombinasi kamera yg belum tentu sudah dibicarakan di topik, dan juga banyak senior2x baru yg opininya belum tentu ada di topik lama.

Judhi: Tidak dilarang bertanya untuk hal-hal yang belum jelas, tapi intinya, kenali dulu diri sendiri, kalau si penanya aja nggak tahu apa yang dimaui apalagi orang lain kan?

05 Desember 2006 11:54:36

0
0

Judhi: Bukannya sekarang sudah banyak majalah di Indonesia yang memuat review ini? Beberapa kali saya membuat review untuk majalah teknologi di Singapura dan Malaysia yang juga ada versi Bahasa Indonesianya. Lagipula apa salahnya berusaha memahami bahasa Inggris?

Setuju....!

Judhi: Mengapa tidak membuat trend baru: toko yang laku adalah toko yang membolehkan untuk mencoba. Di tempat saya hampir semua toko kamera sudah seperti itu, kalau tidak boleh nyoba ya dengan sendirinya nggak laku.

Ini juga sangat setuju, saya beli Kodak di Ambassador boleh kok nyobain dulu utak-atik kamera, jepret2 trus langsung dicetak ditokonya.

Mungkin yang agak susah kalo si penanya mau cari info kamera selain 2 merk pasaran (Canon & Nikon) karena yang make lebih sedikit. (Saya sendiri penasaran banget sama Pentax K100D). Satu2nya cara harus liat review dari internet yang pastinya pake bhs inggris winking

05 Desember 2006 13:34:45

0
0

Mas Judhi Top dakh akh....Sangat bermanfaat sekali nikhhh...Apalagi untuk saya yang baru belajar dan masih bingung milih kamera...Okh iya thanks banget dah di traktir tempo hari di mariot ya....Ikutan pameran juga khan..

salam terbaik,
wicak

05 Desember 2006 13:58:59

0
0

kirain mau nanya, ternyata memberi masukkan to. setuju aja ah

05 Desember 2006 17:43:50

1
0

Halo Om Judhi happy Saya tanggapi lagi ya.

Judhi: opini forum atau opini penjual tidak ada yang bisa mewakili kepentingan si penanya 100%. Tulisan saya di atas menghimbau agar pemula mengenali dirinya sendiri dulu sehingga bisa membantu dalam memilih produk. Topik seperti yang Anda sebutkan ujung-ujungnya hanya perang merek dan cenderung malah bikin bingung yang bertanya.

@ Memang cuma si pembeli yg mengerti dirinya sendiri, makanya dia sudah me-limit opsinya ke 2 atau 3. Saya mengerti tujuan posting Om Judhi salah satunya menghindari brand war dan saya setuju brand war itu ga perlu. Tapi kalau Om Judhi bilang nanti yg beli jadi bingung, nah itu subyektif yah. Kalau sang pemula sudah mempelajari diri dan kamera yg diminati secara seksama, maka saya berpendapat dia tidak akan bingung dan malah mendapat ilmu lebih.

Judhi: Bukannya sekarang sudah banyak majalah di Indonesia yang memuat review ini? Beberapa kali saya membuat review untuk majalah teknologi di Singapura dan Malaysia yang juga ada versi Bahasa Indonesianya. Lagipula apa salahnya berusaha memahami bahasa Inggris?

Yang ini mah gampang jawabnya Om. Sebagai orang indonesia kita jangan cuma bisa berkilah seperti layaknya anggota DPR. Jangan NATO tapi motivasi expert kita sendiri untuk membuat website review asli indonesia. Apakah ga bangga kalau orang barat yg belajar bahasa Indonesia demi melihat site kita? Tambahan, Jepang sekarang ini maju pesat sekali dalam banyak hal. Tapi apakah rakyatnya semua bisa bahasa inggris? semua manual mesin, peralatan mereka masih tetap dalam bahasa jepang dan malah orang barat yg harus mempelajari bahasa mereka untuk mengerti produknya.

Judhi: Mengapa tidak membuat trend baru: toko yang laku adalah toko yang membolehkan untuk mencoba. Di tempat saya hampir semua toko kamera sudah seperti itu, kalau tidak boleh nyoba ya dengan sendirinya nggak laku. Kalaupun tidak bisa mencoba di toko, kenapa tidak mecoba kamera teman yg sesuai dengan model yg sedang diincar? Kalau tidak punya teman ya berusaha berteman lah..

Ini juga sangat setuju, saya beli Kodak di Ambassador boleh kok nyobain dulu utak-atik kamera, jepret2 trus langsung dicetak ditokonya.

@Betul sekali Om, Saya juga ngerti kenapa Om tidak melist nama toko2x (yg kata om bisa test) karena prihatin tokonya jadi ajang tes kamera oleh kita2x terus pada ga beli. Kasihan kan kalo orang tahu bila sebagian besar kamera toko itu udah ga perawan. Saya setuju kalau masalah coba kamera bisa kita tuntaskan dengan bergaul (tapi jangan bergaul terlalu bebas ya) big grin

@Oey mas Ari, Apakah itu kodak dcs pro/slr n/c? kalo kodak biasa mah toko mana aja juga kasih tes atuh.
Judhi: jadi tidak perlu buat topik baru kan? Cukup baca-baca yang lama sudah banyak sekali.

@Setuju kalau persis ada, jangan dibuat lagi.

Judhi: Tidak dilarang bertanya untuk hal-hal yang belum jelas, tapi intinya, kenali dulu diri sendiri, kalau si penanya aja nggak tahu apa yang dimaui apalagi orang lain kan?

@Makanya sebagai senior, tugas kita menuntun mereka kembali ke jalan yg benar happy jangan bosen bosen ya bantuin para junior. Salam.

05 Desember 2006 23:14:50

0
0

Terimakasih kak Santoso Ady.

Soal bahasa, kenapa tidak dimulai dari Anda? Ayo jangan NATO big grin

Saya juga nggak keberatan menyebutkan toko2 kamera di wilayah saya yang memperbolehkan untuk "nyicip" dulu: Cathay Photo di Peninsula Plaza, Alan Photo di Sim Lim Square, TK Photo di Shaw Tower, dan semua toko2 jaringan Best Denki juga Harvey Norman di seluruh Singapura. Nggak cuma kamera, lensa pun boleh nyicip kok. Mereka punya display unit yang boleh dicoba, dan biasanya beberapa bulan kemudian display unit itu dijual dengan harga murah sekali (tapi mereka jujur menuliskan: ex display unit). Kalau sudah niat beli satu barang, maka akan dia ambilkan stok yang baru dan boleh kita coba lagi untuk meyakinkan bahwa semua berfungsi dengan baik.

Soal istilah senior, maaf saya bukan senior, saya cuma masuk ke FN ini tiga tahun lebih dulu daripada Anda. Kalau saya dibilang senior maka nama-nama seperti Arbain Rambey, Yusuf Paulus, Goenadi Haryanto, Darwis Triadi, Aryono Huboyo Djati, Kristupa Saragih, mau dianggap apa? happy

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

Kategori

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!