Forum

Azianto Aziz | 26 Mei 2013 17:28:23 |

3
0
10
Dilihat : 4457
Bagikan :

Assalamualaikum,

Teman-teman sekalian, selalu kita jumpai terutama dalam kategori WEDDING, banyak sekali fotografer yang senantiasa menggunakan ruang tajam sempit kadang kala semua even dihantam dengan menggunakan ruang tajam sempit. sehingga hilang irama foto tersebut, foto sudah tidak menarik lagi disebabkan banyak bagian2 yg penting diblurkan sedemikian rupa. Sypun tidak mengerti kenapa DOF begitu digemari oleh kalangan fotografer. Ada beberapa alasan saya kenapa saya membahas pentingnya memahami kegunaan Ruang Tajam ini :

1. Tidak semua subyek mesti dikondisikan dalam DOF ( Ruang Tajam Sempit ) kadang kadang subyek itu harus direkam secara utuh contoh saja jenis masakan, Pelaminan, Bangunan dan lain lain.

2. DOF dapat menghilangkan keindahan sebuah background yg sedianya sudah cantik, kalau kita amati buat apa kita mencari lokasi yg mempunyai latar belakang yg cantik sementara latar belakang itu harus diburkan bukan semestinya dibuat tajam.

Menurut pandangan saya, penting sekali kita memperhatikan terlebih dulu diafragma yang akan kita gunakan sebelum kita merekam sebuah obyek, ini yg perlu sekali difikirkan, barulah kita set yg lainnya setelah ruang tajam yang kita inginkan pada foto sudah kita tentukan. Sebab prinsip sebuah diafragma adalah semakin kecil diafrakma akan semakin luas dampak ruang tajam yang akan dihasilkan sebaliknya semakin besar diafragma akan semakin sempit ruang tajamnya. berikut teknik saya dalam memotret sebuah subyek untuk sebagai contoh saja :

1. Saya akan menggunakan F ( Diafragma ) sekecil mungkin untuk memotret LANDSCAPE, ARCHITECTURAL, CITYSCAPE, NIGHTSHOT alasan saya adalah saya memerlukan ketajaman yg luas untuk dapat merekam subyek yg akan saya liput supaya detil semua element dalam foto saya terlihat jelas.

2. Saya akan mengurangi F ( Diafragma ) untuk memotret POTRAITURE, PEOPLE alasan saya cuma satu saya tidak memerlukan ruang tajam seluas saya memotret sebuah bangunan dan tidak pula sesempit pada waktu memotret cincin, karena saya ingin subyek tadi nampak tajam dan tidak ingin juga background dimana subyek saya berada nampak blur karena saya masih memerlukan background saya sebagai pendukung subyek saya dalam segi keindahan, suasana atau lainnya.

3. Saya akan mempersembit F ( Diafragma ) dikala saya tidak memerlukan latar belakang ygitu secara jelas atau saya menganggap latar belakang itu malah dapat mengganggu keutuhan subyek yg sy rekam, contoh memotret cincin, jari seorang ibu yg sedang menganyam, bunga Mawar sebatang diantara bunga mawar lainnya.

Kesimpulannya, Ruang Tajam amat penting diperhatikan sebelum mengatur fungsi kamera yg lain agar kita dapat mengatur keluasan ruang tajam yg kita inginkan terhadap sebuah subyek, Ruang Tajam juga berfungsi sebagai penekanan bahasa visual bahwa kita bermaksud mengarahkan perhatian hanya kepada benda ( subyek ) tersebut atau menganggap subyek selain benda yg tajam tidak terlalu penting, sebab itu perlu digunakan ruang tajam sempit agar subyek yg lain dapat disamarkan. Ruang Tajam juga dapat memberikan efek khusus seperti untuk teknik panning agar motion background terlihat lbh tegas dan juga untuk teknik foto di malam hari agar lampu jalan terlihat sepaerti Start Light dan warna langitpun terlihat pekat.

Demikian sedikit paparan saya mengenai pentingnya kita memperhatikan ruang tajam pada elemen2 ( subyek ) foto yang akan kita rekam, semoga bermanfaat buat teman2 FN semua,

wassalam

Azianto Aziz

 

 

Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

26 Mei 2013 17:48:53

Jadi permasalahannya apa nih bang? .... pendapat abang bener bgnet tentang penggunaan Diafragma...jadiiiii..... trusss gimana....no probolinggo nih ceritanya "thread" nya..Kalau gitu...salam jeprett aja dh buat abang ianto Aziz ,

26 Mei 2013 20:13:49

setuju juga deh....., walau tidak semua landscape dan foto produk harus semuanya focus, sangat tergantung konsep.

 

26 Mei 2013 21:41:39

Jadi, kita harus bisa pakai DOF sesuai dengan karakter obyek fotonya... copy bang !

27 Mei 2013 00:20:28

terima kasih bang untuk pencerahannya, khususnya sya yg masih amatir.

27 Mei 2013 09:47:23

sepakat dah klo gitu .............. (kurang 50 karakter nih) hadeuhh

07 Juni 2013 18:43:26

nambah ilmu nih, bermanfaat sekali bang, terimakasih. salam...!

07 Juni 2013 19:42:33

suka sharing nya mas, tidak semuanya harus dengan Blur / Bokeh, tidak selalu harus Tajam juga adanya.

07 Juni 2013 23:01:33

Setuju banget , udah dapet background bagus eh malah bokeh banget gambarnya, biasanya kalau foto model gitu sih , okee , salam ,,

04 April 2014 13:44:24

Satu hal yang serig saya lupakan tentang ruang tajam. Seringkali hanya mengandalkan diafragma besar agar bokehnya maksimal, padahal konsepnya butuh ketajaman yang lebih luas. Trims sharingnya.

 

21 April 2014 23:53:26

masukan yang sangat bagus dari bang aziz , jadi kita harus bijak menentukan diafragma di setiap hasil jepretan , apalagi momen momen penting dalam wedding , salam jepret bang aziz !

Kategori