Forum

Heru Muara Sidik | 31 Agustus 2011 23:20:50 |

Diskusi Fotografi > Bisnis Fotografi

0
0
22
Dilihat : 3646
Bagikan :

Yth para sahabatku...

Saya ingin membuat satu "Daftar Resiko Bisnis Fotografi" untuk nantinya bisa kita jadikan panduan bersama dalam menyelami bisnis fotografi ini dengan lebih baik. Tujuannya jelas agar kita semua menyadari bahwa bisnis fotografi punya risiko demikian banyak, namun bagaimana cara mengatasinya, tentu saja, rekan rekan nantinya bisa sharing disini juga, supaya di masa depan, ada referensi untuk dijadikan pedoman.

Untuk memulainya saya akan buatkan dalam bentu pertanyaan, dan jawabannya silahkan di tulis di bawahnya, sebagai berikut:

Apa risiko bisnis fotografi menurut anda, dan bagaimana caranya meng-antisipasinya agar terhindar dari risiko tersebut ?

Jawab:

Risiko: kehilangan kamera
antisipasinya: buat peraturan, bahwa setiap kamera menjadi tanggungjawab masing masing fotografer untuk mengawasi dan menyimpannya dengan baik, bilamana terjadi kehilangan maka fotografer tersebut harus membayar ganti rugi sebesar harga kamera yang hilang.

contoh 1:

Risiko : kartu memori rusak
antisipasinya: lakukan format kartu memori setiap pekerjaan pemotretan akan dimulai, dan membawa memori cadangan bilamana ada tanda tanda kerusakan, seperti loading gambar yang lama, atau gambar tidak sempurna.

contoh 2;

Risiko : Desainer Album mengundurkan diri sementara pekerjaan belum selesai.
Antisipasi : Menyimpan nomor-nomor telepon tenaga freelance desain album, untuk sewaktu-waktu dibutuhkan menggantikan tugas yang belum selesai.

contoh 3;

Risiko : Pegawai mengambil uang pembayaran dari klien.
Antisipasi : Setiap pegawai yang ditugaskan melakukan penagihan atau tugas yang terkait dengan keuangan, harus diseleksi ketat, dengan CV lengkap, dan alamat tempat tinggalnya disurvey dan Ijazahnya disimpan sebagai jaminan.

dst... monggo dilanjutkan... siapa tahu anda bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan bisnis fotografi di Indonesia... . ..

salam,

heru m sidik



Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

01 September 2011 00:02:57

..tersingkir atau terkalahkan dalam persaingan usaha
utk hal ini menurut saya, obatnya hanya satu..kita harus terus kreatif, membuat perbedaan di market, atau membuat penyempurnaan dari yang ada

sejauh mana kreatifitas tersebut dapat diukur?
jawaban saya adalah, tidak terukur secara matematis, tetapi secara intangible bisa dilihat dari market retention..

segitu dulu yaa, mau istirahat, besok Jakarta Sepi VI happy

01 September 2011 00:13:36

Risiko : Motret Kawinan, mantan pengantin datang terus mengacau.. alat2 seperti lighting dirusak...

Antisipasi : masukkan di klausul perjanjian kerja.. kerusakan yang terjadi yang diakibatkan hal2 tidak terduga ditanggung oleh klien..

01 September 2011 00:15:52

Risiko : Selagi Kerja Kelaparan dan Kehausan, tidak ada tempat beli makanan dan minuman di daerah situ.. Motret jadi shaking karena tangan gemetar kelaparan...

Antisipasi : masukkan di klausul perjanjian kerja, klien harus menanggung konsumsi fotografer agar tidak terjadi korban kelaparan... atau.. bawa sangu...


*yang ini pengalaman pribadi.. wkwkwkw tongue

01 September 2011 00:17:49

@dugong tongue

01 September 2011 00:19:51

@Arsi : hayuk tidur sana... 5 jam lagi kerja... rolling on the floor

01 September 2011 00:24:14

@dugong, dateng dong...bawa Nana, dijadiin modelnya

01 September 2011 00:49:56

@arsi (gw mau nulisnya @mbah uban.. gak tega tapinya) Gw dateng, tapi nana nggak.. ini aja belum tidur.. dia bangunnya jam 12..

01 September 2011 02:25:24

Resiko: persaingan tidak sehat -- concurent banting harga dari pasaran 10 juta tanpa album dkk ke 2,5 juta, full service kuomplit plit plit

Solusi: ...susah sih... ada yang bisa bantu? big grin

01 September 2011 09:21:30

Om Heru, kalau saya lihat, contoh yang diutarakan Om Heru pada awal thread sepertinya lebih spesifik kepada risiko operasional. Dalam identifikasi risiko (pada bisnis fotografi), mungkin harus dipisahkan lagi menjadi beberapa bagian, misalnya: Risiko Operasional, risiko Managerial & Pengelolaan, Risiko Keuangan, Dll.

Demikian masukan dari saya. IMHO loh tongue

01 September 2011 09:43:18

Iya betul mas HSA, supaya mikirnya lebih bebas jadi memang gak usah dibatasi atau dikelompokan dulu, nanti kalo sudah terkumpul banyak masukan, baru dibuat kan kelompoknya.

Langkah selanjutnya, nanti bisa dibuatkan pembobotan, mengenai mana resiko tersebut yang paling sering muncul, dan dampaknya bagi bisnis fotografi. Kalo ada 100 orang yang di survey, akan ada satu ilustrasi mengenai RISK MAP, dari bisnis fotografi ini.

Menariknya, adalah RISK MAP ini belum tentu sama dari tahun ke tahun. Bisa saja kategorinya sama, nama risikonya sama, tapi hirarki dan RISK MAP bisa berubah tergantung persepsi dan subjektivitas masing masing individu yang di survey. Gunanya survey nanti hanya untuk meng-generalisir faktor faktor subjektif ini dalam satu peta risiko yang lebih OBYEKTIF. ..

Sambil menunggu respon lainnya, saya berharap data susulan akan semakin banyak dan menjadi suatu kajian penting buat kita semua. Untuk itu mohon partisipasinya agar informasi yang disajikan serealistis mungkin, dan jika sudah punya antisipasinya akan lebih baik lagi, karena justru itu menunjukkan bahwa kita sudah "sadar risiko".

salam,

heru m sidik

01 September 2011 09:49:47

Setuju, kebetulan saya pernah terlibat dalam penyusunan Manajemen Risiko Operasional di Kantor. Akan saya coba implementasikan dalam bisnis fotografi. *sambil buka2 file*

01 September 2011 10:02:08

Mantap... Lanjutkan...



01 September 2011 10:20:24

Saya coba buat contoh risk mapping.

R: Risiko yang terjadi
P: Probabilitas, kemungkinan terjadinya insiden, saya beri nilai 1-5, dengan penjabaran sebagai berikut:
1. Lebih dari 2 tahun
2. 1-2 tahun
3. 6-12bulan
4. 1-6 bulan
5. kurang dari sebulan
N: Nilai kerusakan/kerugian yang diakibatkan dari insiden yang terjadi, misalnya dibagi menjadi 5 level, yaitu:
1. kurang dari Rp 1 jt
2. Rp 1-5 jt
3. Rp 5-10 jt
4. Rp 10-20 jt
5. > Rp 20jt
L: Level risiko = RxP, semakin tinggi angka level risiko, semakin tinggi pengawasan yang harus kita berikan (berkaitan dengan biaya), untuk mengantisipasi terjadinya insiden. Dimana nilai 1 adalah risiko ringan, dan nilai 25 adalah risiko sangat tinggi.
A: Antisipasi

Contoh 1:
R: Terjadi Kebakaran di studio, sehingga menyebabkan kerugian dan kehilangan asset dalam menjalankan bisnis
P: 3
N: 5
L: 3x5=15
A: - Memasang Alat pemadam api ringan (APAR) di titik2 strategis di studio, mengasuransikan asset vital yang berhubungan dengan bisnis inti

Contoh 2:
R: IT Failure, misalnya komputer terkena virus, dll, yang menyebabkan kehilangan seluruh data2 klien/foto2 yang bisa mengakibatkan terganggunya operasional.
P: 4
N: 4
L: 16
A: Membuat backup seluruh data ditempat terpisah, melakukan maintenance PC secara berkala.

Itu saya coba buat sesimple mungkin, soalnya kalau dibuat yang lebih lengkapdan ribet takut ada yang protes hee hee

01 September 2011 12:31:56

@HSA applause
ada gunanya juga "bertapa" di hutan...laughing

01 September 2011 21:23:32

resiko yg disebutkan diatas dialami semua bisnis Bos,
ngga cuma di bisnis fotografi aja
hal-hal tsb ngga terlalu major sih sebenernya
masih bisa diatasi kalo banjir order

yg paling susah itu justru cari ordernya :rolling on the floor

01 September 2011 22:31:27

iya, mencari order susah....sad

02 September 2011 07:43:17

@Irwan Gunadi : Gunanya Risk Manajemen adalah "melihat" risiko bisnis yang spesifik buat industrinya, nah didalam risiko spesifik tersebut, memang banyak persamaannya, tapi bukan berarti risiko itu tidak perlu diperhatikan? Contoh: Risiko kebakaran, ada dalam semua industri, termasuk bisnis fotografi, nah nantinya kita akan petakan, seberapa sering terjadinya kebakaran? Jawabnya bisa TIDAK PERNAH, JARANG, SERING, dan Konsekuensi atau dampaknya bisa dibilang: SEDIKIT, LUMAYAN, atau BESAR SEKALI.

Kalo masalah major (mungkin maksudnya : signifikan) itu nanti akan terlihat ketika kita membuat RISK MAPnya, sekarang ini baru tahap mengumpulkan daftar PUSTAKA RISIKO untuk nantinya kita KAJI bersama melalui sebuah pooling/survey, untuk mengukur SIGNIFIKANSI dan PROBALITY/FREKUENSInya.

@Luthfie Maulana:
Masalah RINDU ORDER, rata rata industri juga mengalaminya, namun mereka menulisnya dalam bentuk yang lebih spesifik, misalnya: Persaingan harga; Loyalitas Pelanggan; Iklan yang gagal; Fraud oleh karyawan; dsb. Dengan begitu, masalah RINDU ORDER, bisa dilihat lebih spesifik pada masalah penyebabnya, bukan sekedar menyatakannya sebagai sebuah satire, tapi tidak memberikan solusi atas sebuah masalah. Masalah akan bisa diselesaikan jika kita mampu memetakan nya, dan mengambil langkah antisipasinya bukan?

@All:
Ayo sama sama kita belajar, menuangkan masalah kita, walaupun itu masalah kecil, apalagi kalo itu bisa di anggap sebagai sebuah masalah besar. Tidak ada ruginya kok, kita menulis kan ide itu dalam forum ini, toh nantinya akan menghasilkan sebuah PEMANDANGAN tentang PETA RISIKO BISNIS FOTOGRAFI yang bisa bermanfaat buat kita semua.

Manfaat dari PETA RISIKO, terutama adalah untuk digunakan dalam praktek bisnis, dengan cara membandingkannya dengan apa yang sudah kita lakukan selama ini. Apakah ada yang KURANG atau ada yang belum TERPIKIRkan sebelumnya?

Jika ada yang kurang tepat dalam penyampaian ide atau konsepnya, jangan kuatir, nanti akan kita RAMU lagi dalam kalimat yang mudah mudahan lebih TEPAT, dan bisa DIPAHAMI oleh orang kebanyakan. Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan bertanya, karena semakin banyak pertanyaan akan semakin baik.

Buat yang sudah pernah belajar MANAJEMEN, biasanya sudah mengetahui masalah manajemen risiko, hanya saja untuk mempraktekannya tidak lah mudah, nah sekarang saya justru mengajak rekan rekan semua untuk mempraktekkannya, dan jika berhasil disusun sebuah PETA RISIKO, pasti manfaatnya juga akan dirasakan oleh kita semua... .. Insya Allah... .

salam,
heru m sidik



02 September 2011 07:58:24

@Irwan Gunadi:
Itu rolling on the floor (ketawa guling2) maksudnya apa ya? waiting
Lagian gw kan cuma kasih contoh implementasi risk analysis-nya aja... Anyway kalo susah cari order itu mah ga cuma foto doang boss...
Lah Ini udah 6 bulan dagangan keripik gw belum laku2 broken heart

02 September 2011 15:26:19

resiko = eror 01-99 pas ON THE SPOT..... surprise

solusi :
1. siapain body khusus yg bener2 udah di persiapkan sebagai cadangan
2. Beralih ke body yang gak ada eror 01-99 nya.... don\'t tell anyone
solusi nomor 2 agak "serem" gak sih....hehehheheheh big grin

03 Oktober 2011 06:40:40

risiko : kamera error saat pemotretan di luar
solusi : bawa kamera cadangan

risiko : listrik turun naik atau byar pet yg menyebabkan semua lighting rusak
solusi : bingung happy

risiko : studio dibobol maling
solusi : CCTV dan alarm

risiko : memory atau kaset miniDV terselip entah kemana
solusi : selalu sediakan tempat khusus, jngn asal masukin aja

silahkan lanjutkan... big grin

Kategori