Forum

Kaufik Anril | 31 Agustus 2011 14:54:57 |

Diskusi Fotografi > Fotografi Umum

0
0
30
Dilihat : 7041

Permisi rekan-rekan FN, pertama-tama saya ucapkan Minal Aidin Walfaizin mohon maaf lahir batin, selamat hari raya idulfitri 1432 H.
Izinkan saya share sedikit pengetahuan mengenai cara membangun system untuk memulai kegiatan aerial photography yang menyenangkan.
Anggap saja tulisan ini sebagai bingkisan lebaran dari saya dan juga ucapan terima kasih dari saya kepada komunitas FN,
karena tentunya FN ini sumber ilmu bagi kita semua termasuk saya.

Saya sudah check hasil pencarian tulisan tentang aerial fotografi di forum fotografer.net, ditemukan beberapa topik namun tulisan saya dibawah ini
lebih kearah langkah-langkah detail bagaimana memulainya dengan cepat, dimana membelinya, bagaimana mendapatkannya, dll.


MENGAPA AERIAL ?
Jelas karena dengan peralatan konvensional, tanpa alat bantu, hasil foto yang didapatkan adalah terbatas.
Untuk mengambil foto dari udara (ketinggian), kita membutuhkan sebuah benda terbang entah itu helicopter atau pesawat
atau apapun untuk membawa kamera pada ketinggian yg kita kehendaki.

MENGAPA REMOTE CONTROL (R/C) HELICOPTER / ROTARY WING
Pemotretan dari helicopter / pesawat beneran tentu saja salah satu solusi, tapi harganya muahall sekali dan kelemahan pemotretan dari heli beneran
yaitu tidak bisa terbang terlalu rendah karena alasan keselamatan penerbangan. Nah, makanya kita pilih heli r/c untuk menerbangkan kamera kita ke ketinggian yg kita inginkan untuk melakukan pemotretan.
Selain biayanya relatif terjangkau, foto yg diambil bisa dari ketinggian yg sangat rendah.
Meski demikian pemotretan dengan heli beneran dan heli r/c masing masing memiliki keunggulan tersendiri.

APA SAJA YG DIBUTUHKAN UNTUK PEMOTRETAN AERIAL DENGAN RC ?
Dari sisi hardware, kita butuh sebuah helicopter r/c atau multicopter yang sanggup membawa camera, juga kita butuh peralatan pengendali jarak jauh (Remote control),
dan peralatan pendukung seperti batre, tools, dll. Dari sisi software, kita harus belajar pengetahuan tentang dunia aeromodelling khususnya rotarywing (heli / multicopter).


LANGKAH PERTAMA – INVESTASI AEROMODELLING
Invetasi awal kita mulai dari sisi kegiatan aeromodeling, beli lah sebuah Remote control minimal 6ch (lebih banyak lebih baik),
untuk mengendalikan wahana terbang yg akan dipakai. Remote control ini ada berbagai merk, dari Futaba, spectrum, JR, dll. Anda bisa
membelinya dari toko aeromodeling ditempat anda, atau membeli online dari beberapa toko online seperti:

http://e-hely.com/index.php?route=product/category&path=63_78
http://www.hobby-aeromodelling.com/index.php?main_page=index&cPath=21_250

Saran saya pribadi, belilah transmitter minimal 8 channel agar dikemudian hari system dapat di kembangkan untuk keperluan lain seperti autopilot, dll.
Selanjutnya saatnya memilih helicopter sebagai alat untuk menerbangkan kamera kita. Banyak produsen menjual heli r/c dalam bentuk kit. Salah satu yg popular di Indonesia adalah merk ALIGN.
Saya memilih align karena harganya reasonable, kualitas cukup baik, dan ketersediaan sparepart cukup mudah.

Untuk membawa kamera pocket, anda bisa memilih heli type Align T-REX 550 / 600, dan bila anda berencana menggunakan kamera DSLR,
anda perlu heli type T-REX 700 agar memiliki daya angkat yang memadai.

Konsultasikanlah dengan toko aeromodeling, agar semua perangkat yg anda beli menjadi READY TO FLY (RTF) ready to fly. Anda bisa membeli heli r/c disini:

http://e-hely.com/index.php?route=product/category&path=6_16 (dalam negeri)
http://www.flying-hobby.com/shop/products_home.html (luar negeri)

Bila ini adalah kali pertama anda berkenalan dengan dunia aeromodeling, saya sarankan anda minta toko untuk merakit semua heli sampai dalam keadaan siap pakai.
Tanpa pengetahuan yang cukup, mustahil bagi anda dapat merakit semua itu tanpa bantuan dari yang ahli.

LANGKAH KEDUA – BELAJAR TERBANG
Tanpa kemampuan terbang yang baik, maka investasi anda akan sia sia.
Pada tahap ini anda perlu kekuatan mental, tidak mudah putus asa, keuletan, dll. Karena menerbangkan helicopter 6ch cukup sulit memerlukan pelatihan yg tidak sebentar.
Mengendalikan Heli 6rc jauh lebih sulit daripada menerbangkan quadrocopter (multi rotor),
tapi sekalinya anda mahir menerbangkan heli 6ch, maka menyetir quadrocpter akan sangat sangat mudah !
Kesalahan sedikit dalam mengendalikan aeromodel berujung pada CRASH yang mana biaya perbaikannya bisa cukup mahal, tapi DON’T’WORRY, JANGAN KAWATIR ! 
Semua jenis PILOT di dunia ini harus memulai karriernya di SIMULATOR.
SIMULATOR WAJIB HUKUMNYA, disini anda akan membiasakan diri dalam menerbangkan aeromodel tanpa harus takut merogoh kantong akibat CRASH !
Dimana beli simulator ?

http://e-hely.com/index.php?route=product/category&path=153

Anda juga disarankan untuk bergabung dengan club aeromodeling di kota anda untuk menggali ilmu dengan sesama rekan-rekan pecinta aeromodeling.
Beberapa komunitas aeromodeling online juga tersedia seperti:

http://gaero.org/forum/portal.php


Yakinkan bahwa anda sudah lancar terbang di simulator sebelum menerbangkan pesawat aeromodel.
Saya tekankan sekali lagi, disini diperlukan mental yg kuat, ketekunan, dan usaha yg kuat.

LANGKAH KETIGA – INVESTASI AERIAL PHOTOGRAPHY
Sampai poin ini, anda seharusnya sudah mahir terbang dan mengerti garis besar teknis aeromodel anda.
Langkah selanjutnya adalah investasi Camera Mount yang berguna untuk memasang camera pada wahana terbang anda.
Anda juga perlu seorang asisten untuk mengoperasikan kamera, karena pilot sebaiknya berkonsentrasi dalam mengendalikan aeromodel untuk mengurangi resiko crash.
Dengan camera mount yang memadai, operator camera dapat mengontrol sudut kamera untuk melakukan komposisi yang diinginkan.
Ada banyak camera mount di pasaran, baik yang menggunakan gyro maupun yang static. Apa itu gyro-stabilized ? 
Gyro stabilized adalah mounting camera yang dilengkapi dengan servo + gyro.
Semua alat transportasi dari mobil, motor sampai heli rc pasti memliki getaran dan goyangan sewaktu beroperasi, gyro disini berfungsi untuk mengcounter semua gerakan agar gambar yg dihasilkan cukup tajam.
Perhatikan video gyro stabilized dibawah ini sebagai ilustrasi:

http://www.youtube.com/watch?v=WZqCmlWbDHY

Bagaimana dengan shutter camera ?  Bila kamera anda memiliki fasilitas interval shoot, anda dapat memprogramnya untuk mengambil gambar setiap beberapa detik sekali.
Cara lainnya menggunakan servo yang didesain untuk menekan shutter kamera. Beberapa jenis camera mount sudah menyediakan fasilitas servo untuk shutter camera jenis pocket.

Dimana kita bisa membeli camera mounting ?

http://e-hely.com/index.php?route=product/category&path=248
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9742326 (Sekond hand for sale … it’s mine)

Downlink Video ? 
Berguna untuk sang operator camera melihat komposisi gambar yg akan diambil oleh camera.
Caranya dengan menggunakan alat video sender /transmitter yang dihubungkan dengan output camera, sehingga operator dibawah bisa melihat apa yg dilihat kamera dengan menggunakan LCD. 
Tahap awal anda mungkin tidak memerlukan video sender, kita bisa menggunakan teknik shoot as many as possible, selanjutnya pilih yang terbaik.

Nah, sampai disini, anda sudah bisa berkarya dengan kemampuan aerial photography.


AERIAL FILM & VIDEOGRAPHY ?
Kamera masa kini rata-rata sudah dilengkapi dengan kemampuan video shooting, nah jadi bukan tidak mungkin kita
bisa membuat aerial filming ala film-film holywood yang menggunakan helicopter beneran.
Pada prinsipnya aerial filming sama saja dengan aerial photography, hanya saja model helicopter yang digunakan haruslah bebas vibrasi.
Getaran yang dihasilkan oleh putaran rotor sangat mengganggu film yg dihasilkan, disinilah kita memerlukan fine-tuning pesawat aeromodeling agar getaran minimal dan memerlukan
teknik anti-vibrasi yang baik agar getaran tidak bocor kedalam video.
Contoh aplikasi Aerial Filming :

Penulis berkesempatan dalam mengambil aerial film pada iklan TV – Nutrisari Heritage:

http://youtu.be/FZXXGKHfwmA

Berikut Behind the scene aerial filming nya:

http://www.youtube.com/watch?v=ZZjiCjd0dlw



QUADRICOPTER VS HELICOPTER
Quadricopter adalah mesin terbang yang menggunakan beberapa rotor, ada yang tiga, empat, enam dan delapan rotor. Kelebihan Quadricopter ini adalah kendali terbang yang lebih sederhana disbanding helicopter,
dimana Quadricopter hanya mengendalikan putaran rotor untuk kendali sepenuhnya. Sementara helicopter membutuhkan kendali putaran dan kendali servo agar heli dapat dikendalikan dengan baik.

Oleh sebab itu, algoritma pemrograman untuk mengendalikan quadricopter jauh lebih sederhana dibanding helicopter. Maka dari itu perangkat autopilot yang mempermudah pengendalian
quadricopter jauh lebih murah ketimbang auto-pilotnya helicopter. Dengan perangkat autopilot, kita bisa nyetir pesawat dengan sangat mudah karena dibantu oleh computer.

Sebagai contoh, pesawat helicopter tanpa autopilot akan sangat sulit dikendalikan oleh pilot yang tidak memiliki pengalaman, untuk menjaga ketinggian heli,
sang pilot perlu mengatur throttle (gas) agar heli mengunci pada satu ketinggian. Dengan bantuan flight controller, quadricopter bisa mengunci posisi horizontal maupun vertical ditunjang dengan teknologi GPS.
Otomatis pilot quadricopter yg dilengkapi flight controller yang canggih akan sangat terbantu sekali,
dimana menyetir quadricopter praktis hanya belajar naik, turun, maju, dan mundur. Hal ini berbeda sekali dengan cara menyetir helicopter (tanpa autopilot) yang membutuhkan keahlian dan konsentrasi tinggi dari sang pilotnya.

Secara umum kelebihan quadricopter adalah, bentuknya yg kompak dan kemudahan operasional (fly by computer). Disamping kelebihannya, tentu saja ada kekurangannya yaitu, payload (daya angkat) lebih kecil dibanding heli,
jauh lebih rentan angin dibanding heli, resiko crash lebih tinggi karena mayoritas kendali terbang by computer dimana satu komponen fail bisa berakibat fatal. Selain itu karena bentuknya yang kecil, radius terbang pun lebih kecil ketimbang helicopter yg berbentuk lebih besar.
Dimana beli Quadricopter ? 

http://quadrocopter.us/
http://xaircraftusa.com/Home_Page.html



SELAMAT MENCOBA !



31 Agustus 2011 15:33:39

0
0

Contoh shoot aerial by Heli RC



31 Agustus 2011 15:35:34

0
0

Contoh shoot aerial by Heli RC



31 Agustus 2011 15:41:07

0
0

Contoh shoot aerial by Heli RC



31 Agustus 2011 18:23:44

0
0

makasih sharingnya..
btw Heli 6ch Align kan mahal harganya. Jika pakai merk Tarot atau pakai merk lain seperti HK etc gimana? sanggup untuk aerial photo ga mas?

dan lebih baik mana.. aerial dengan RC Heli atau dengan RC Drone? thx



31 Agustus 2011 18:36:37

0
0

HI mas,

Pake Heli merk lain seharusnya tidak masalah, hanya saja kualitas heli rc biasanya berbanding dengan harganya. Saya pernah pake heli made in china, kualitas partnya tidak sebaik align. Akibatnya kalo terbang sering was was takut terjadi sesuatu yg tidak diinginkan. Saat kita bawa kamera mahal, terlalu riskan rasanya bila kita gunakan heli murah.

Jika kita ingin praktis dan males untuk belajar kendali heli rc yg cukup sulit, kita bisa pilih quadricopter /drone. Masing2 punya kelebihan kekurangan seperti yg saya jabarkan diatas.

THx

31 Agustus 2011 18:40:35

0
0

Align T-Rex 700 + Canon 5DM2

untuk aerial filming



31 Agustus 2011 18:48:48

0
0

oh iya sih.. align bagus.. tp mahal hehe
*ngebayangin kl Alan Szabo bikin aerial photo/video jadinya kayak gimana ya..
terima kasih sharingnya mas.. keren thumbs up

31 Agustus 2011 19:21:41

0
0

Wah... gak bisa tuh dia bikin aerial filming / photography... ha ha
Skill terbang 3D / aerobatic sama sekali gak kepake di aerial photography.
Tapi skill terbang presisi / F3C yang sangat kepake buat aerial photofilm.

31 Agustus 2011 21:03:19

0
0

Menarik.. terima kasih sharing-nya disini... happy

31 Agustus 2011 21:25:06

0
0

sharing yg sangat berbobot.

utk harga heli nya paling minim yg bisa dipakai kisaran di brp yah mas.
makasih

01 September 2011 00:44:46

0
0

Pak Yunus:

Untuk heli paling minim saya sarankan menggunakan heli electric dengan ukuran blade minimum 550mm untuk menghasilkan daya angkat yang memadai untuk mengangkat camera jenis poket.
Heli jenis ini dari align adalah TREX 550 dengan harga kisaran 8 jt rupiah diluar perangkat transmitter (Remote) dan batre lipo 6S.

01 September 2011 01:26:58

0
0

wow, kadi tertrarik neh big grin, nice chare mas

01 September 2011 03:16:55

0
0

@Kaufik Anril :
....quadricopter bisa mengunci posisi horizontal maupun vertical ditunjang dengan teknologi GPS. Otomatis pilot quadricopter yg dilengkapi flight controller yang canggih akan sangat terbantu sekali....

Karena saya belum pernah terbang dengan RC Heli, terima kasih atas informasinya mengenai RC Heli dan memang betul belajar terbang dengan RC Heli jauh lebih sulit daripada menerbangkan MikroKopter, terutama bagi pemula, oleh sebab itu saya memilih MikroKopter sejak awal, saya tidak perlu memikirkan kendali putaran dan kendali servo yang saya kira cukup jelimet bagi seorang pemula.

Altitude Sensor
Statis
Salah satu kelebihan MikroKopter yang menggunakan Fligt Control adalah altitude sensor yang bisa secara statis mengunci posisi vertical pada ketinggian tertentu yang baru bisa dirubah kalau altitude sensornya di di disable dari RC, walupun posisi vertikal terkunci, saya dapat terbang kemana mana pada posisi horizontal.

Variable
Secara variable (ini yang paling saya sukai) adalah mengaktifkan altitude sensor untuk mengunci posisi vertikal secara variable, walaupun ketinggiannya sudah dikunci, saya masih tetap bisa menaikan dan menurunkan MikroKopter pada posisi vertikal pada ketinggian yang saya inginkan, posisi horizontal sama sekali tidak terkunci sehingga saya bisa tetap terbang kemana mana.

Position Hold dan Coming Home
Dibantu dengan GPS, Navigation board dan kompas, saya dapat mengkombinasikan Altiture sensor dan melakukan PH (position hold), begitu PH aktif, posisi lintang dan bujur MikroKopter akan disave di Flight Control dan sayapun dapat terbang kemana mana, bila sudah kehilangan jejaknya, saya cukup mengaktifkan switch di RC ke CH (Coming Home), MikroKopter akan kembali ke posisi dimana PH di aktifkan.

Terbang dengan Waypoint.
MikroKopter yang menggunakan alat alat pembantu yang canggih sangat membantu untuk menerbangan MikroKopter dengan Waypoint.

Salah satu kegunaan terbang dengan waypoint seperti waypoint event adalah untuk triggering kamera setiap saat posisi lintang dan bujur MikroKopter berubah atau triggering kamera pada waktu time interval tertentu dan cukup dengan menggunakan Fligt Control saja (kalau untuk time trigering) misalnya terbang dengan waypoint untuk pembuatan aerial mapping suatu daerah tertentu.

Dengan kelebihan berupa kemudahan menerbangkan MikroKopter dibandingkan RC Heli, seorang pilot bisa lebih cepat berkonsentrasi untuk kegiatan lain seperti belajar membuat Aerial Photography atau setelah bisa terbang waktunya bisa dikonsentrasikan untuk menghilangkan mikro vibrasi yang tidak kelihatan di mata tetapi kelihatan di film.

Hovering
Hovering dengan MikriKopter sangat mudah, asalkan ke tiga Gyro Scope yang sudah built-in di Flight Control di kalibrasi yang benar, selanjutnya supaya tidak drif ketika terbang atau hovering, elektronik kompanya perlu di kalibrasi yang benar dan saya kira ini salah satu kuncinya untuk sukses terbang dengan MikroKopter yang full elektronik.

Telemetri data Flight Control ke Pilot
Salah satu kelebihan MikroKopter yang menggunakan Fligh Control adalah add-on seperti Jeti Receiver yang juga memiliki Transmitter kecil sehingga semua parameter Flight Control, GPS dsb apakah itu sisa arus yang masih ada di battery, ketinggian, posisi lintang dan bujur, lamanya terbang, suhu motor dsb dapat dipancarkan kembali sebagai telemetri ke pilot yang berada di bawah dan memonitornya melalu monitor kecil diatas RCnya.

Servo
Penerbangan dengan MikroKopter sama sekali tidak menggunakan Servo seperti pada RC-Heli, Flight Control dapat mengkontrol maximal 5 buah Servo, antara lain untuk mengatur servo pada Gimbal (camera platform) supaya kamera yang terpasang pada Gimbal secara automatis selalu berada pada posisi horizonal walaupun posisi Mikrokopter dalam penerbangan menukik kebawah/keatas atau miring kekiri/kekanan.

Heli Command
Hovering dengan RC Heli setahu saya jauh lebih sulit dibandingan dengan MikroKopter, tetapi untuk RC-Helipun ada alat alat pembantu lainnya yang dapat mempermudah RC-Heli untuk hovering secara stabil di tempat, seperti penggunaan Heli Command untuk RC-Heli.

MikroKopter tidak harus selalu dilengkapi dengan GPS, Navigation System dan Kompas, tetapi cukup dengan Flight Control dan Brushless Controller yang mengatur rpm Brushler motor MikroKopter, disini kita tetap bisa dengan nyaman hovering dengan adanya dukungan dari altitude sensor dan Gyro Scope, tetapi disini tidak ada lagi PH dan CH.

Looping
Seorang Pilot RC-Heli biasanya bila pertama kali terbang dengan MikroKopter akan kehilangan sifat sifat RC-Heli yang di MikroKopter tidak ada. misalnya kalau mau looping dan akrobatik.

MikroKopterpun dapat melakukan looping dan akrobatik asalkan kita terbang dengan Heading Hold yang diaktifkan di Flight Control MikroKopter terlebih dahulu, nah disinilah kita bisa terbang looping jungkir balik seperti dengan RC-Heli.

Payload
Payload MikroKopter sangat banyak tergantung dari jumlah brushless motor yang digunakan, ukuran Propeller dan bahan Propeller (plastik (murah meriah), glass fibre (mahal) atau carbon fibre (sangat mahal)).

Jumlah Motor dan ukuran Propeller dan bahan Propeller yang dipakai sangat mempengaruhi jumlah beban yang bisa diangkat, tetapi dilain pihak jumlah motor lebih dari 6 buah (sebagai HexaKopter) akan memperbesar penggunaan baterry yang pada akhirnya memperpendek durasi penerbangan, dilain pihak kita bisa menggunakan LiPo battery dengan current yang lebih besar lagi yang membuat MikroKopter menjadi tambah berat lagi dan payload yang bisa dibawa akan makin berkurang, nah disinilah kita harus berexperiment terlebih dahulu.

Ukuran besarnya MikroKopter
Soal besarnya MikroKopter, pada awalnya saya menggunakan QuadroKopter kecil dengan motor yang kecil pula, tetapi jangan tanya kalau kena tiupan angin, QuadroKopter ini akan ikut terbang dengan tiupan angin.

Setelah lebih pandai menerbangkan QuadroKopter, saya ingin payload yang lebih besar dan tentunya tidak ingin QuadroKopter tsb ikutan terbang bersama angin, pilihannya adalah menggunakan brushless motor yang lebih besar, motornya lebih dari 4, setelah coba coba menerbangkan OktoKopter yang bermotor 8 akhirnya motornya saya kurangi 2 menjadi HexaKopter.

Ukuran OktoKopter terbesar yang pernah saya buat dan terbangkan adalah V-OktoKopter (full carbon), panjang 1,3 meter, lebar didepan 80cm dan dibelakang 60 cm, 2x 4S Lipo battery @6000mAh dengan daya angkat dan tarikan yang luar biasa kuatnya. Untuk penggunaan sehari hari saya apalagi untuk dibawa travelling sangat tidak praktis karena besar sekali.

HexaKopter dan Koax HexaKopter
Konfigurasi V-HexaKopter yang saya gunakan sekarang adalah yang paling cocok untuk keperluan saya, selain itu masih ada Koax HexaKopter (full carbon) yang foldabale, dapat dilipat dan mudah dibawa untuk travelling dan redudancy tinggi bila 1 atau 2 motor yang berbeda posisi mati secara bersamaan. sayang Koax HexaKopter memiliki daya angkat yang sedikit lebih kecil dari pada full HexaKopter.

Koax HexaKopter menggunakan 6 buah Motor, tetapi posisinya 3 motor diatas dan 3 motor dibawah.

Salah satu kelebihan RC-Heli selain dapat menggunakan brushless motor adalah penggunaan Motor yang menggunakan bahan bakar, sehingg dapat terbang lebih lama, tetapi bising.

Jangkauan Terbang
Kekurangan di kedua belah pihak adalah penggunaan RC yang menggunakan Frekuensi 2,4 GHz sehingga daya jelajahnya terbatas, tetapi untuk terbang di Indonesia, seorang pilot bisa menambahkan boster untuk RCnya, di Eropa rada sulit karena monitoring Frekuensi sangat ketat sekali. SAmpai bulan Desember yl saya masih menggunakan RC dengan frekuwensi 35 MHz, setelah itu saya switch ke penggunaan Jeti Transmitter untuk RC dan Jeti Receiver

Selain boster, daya jelajah maupun kemampuan memancarkan Live View kamera dari MikroKopter & RC-Heli dapat di perbesar dengan penggunaan Antenna Tracking, tetapi memerlukan GPS kedua yang signalnya di embeded melalui Video Signal yang di transmit ke Pilot Pesawat.

Cara lain untuk dapat terbang lebih jauh lagi adalah menggunakan Remote Controll dengan hopping frekuensi (kalau saya tidak salah menulisnya) dengan frekeunsi 1,2 GHz atau 900 MHz atau 433 MHz, sayang secara legal penggunaan frekuensi ini untuk RC dilarang di Eropa. Kelemahan penggunaan Hopping frequency lainnya adalah tidak dapat menggunakan Jeti Receiver sebagai telemetri data.

RTF atau merakit sendiri ?
Sebagai penutup, apakah anda akan membeli MikroKopter atau RC-Heli sebagai RTF (Ready to Fly), saya memilih untuk merakit sendiri dengan segala resikonya, tetapi dikemudian hari akan sangat memudahkan saya bila ada kerusakan baik dibagian elektroniknya maupun dibagian framenya.

Penutup
Dengan bertambahnya tulisan tulisan mengenai Aerial Photography dengan Aeromodel di forum FN, pilihan anda yang ingin terjun ke bidang Aerial Photographyakan makin bertambah banyak.

Pada prinsipnya semua MikroKopter dan RC-Heli bisa terbang dan mendarat atau bisa jatuh dan dua duanya tidak murah, jadi anda harus mempunyai kesabaran, keuletan dan pantang menyerah dan satu lagi yang tidak kalah pentingnya bila anda sudah berkeluarga, hobby ini jangan sampai meninggalkan anak bini sendirian, ajak mereka untuk ikut aktif bersama sama anda melakukan hobby ini.

Terima kasih kepada mas Kaufik, mudah mudahan forum FN tambah ramai dengan Aerial Photographer, siapa tahu mas Kristupa memberikan forum AP sendiri.

Salam dari Vienna, Austria
etoy (Subagio Rasidi Kusrini)

Gambar 1
Foldable Koax HexaKopter menggunakan 6 buah brusless motor, 3 motor dibagian atas dan 3 motor dibagian bawah, foldable HexaKopter ini terbuat dari bahan Cabon Fibre.



01 September 2011 03:17:11

0
0

Gambar 2
Koax HexaKopter dalam keadaan terlipat yang membuatnya lebih ringkas dan mudah untuk dibawa kemana mana dengan redudancy lebih tinggi daripada HexaKopter biasa seperti pada gambar 3 dibawah ini.



01 September 2011 03:17:22

0
0

Gambar 3
Bertatap mata langsung dengan HexaKopter yang sedang hovering persis didepan saya, hovering ini sangat stabil menggunakan Altitude sensor, GPS, Navigation System dan elektronik kompas yang selalu mengkoreksi keberadaan MikoroKopter pada posisi PH (Position Hold), photo diambil di lapangan Pramuka, Cibubur bulan Juni yl.

Inilah salah satu kecanggihan MikroKopter yang menggunakan Flight Control dan Add-on lainnya sehingga seorang pilot MikroKopter bisa lebih konsentrasi untuk Aerial Photographynya. Disini biasanyan saya terbang dengan menggunakan bantuan signal dari 6-7 buah GPS Satelit

Seperti mobil yang tidak menggunakan automatik, penguasaan penerbangan MikroKopter tanpa Add-on akan sangat membantu dalam penerbangan di daerab berbadai atau daerah hutan yang tertutup rapat dengan pepohonan dimana Signal GPS dari satelit sangat lemah untuk diterima oleh receiver atau bahkan sama sekali tidak ketangkap sama sekali.



01 September 2011 03:24:33

0
0

Gambar 4
Sebagai perbandingan dengan ukuran badan saya, disini anda bisa melihat besarnya generasi HexaKopter yang saya gunakan sekarang, berat keseluruhan dengan battery 3 Kg, Gimbal terbuat dari Carbon, Frame menggunakan batangan Alumunium 12x12mm dan center plate dari Carbon fibre.

Generasi pertama MikroKopter saya jauh lebih kecil (silahkan lihat pada gambar 5), panjang diagonal dari ujung as motor ke ujung as motor yang terpanjang kira kira 40 cm.



01 September 2011 04:10:33

0
0

Gambar 5
Generasi pertama QuadroKopter yang saya gunakan, panjang diagonal dari ujung as motor ke ujung as motor yang terlihat digambar ini adalah 37,5 cm.

Frame terbuat dari Laser Cut Alumunium, tanpa GPS, tanpa Navigation System dan tanpa Kompas, hanya terdiri dari Flight Control dan 4 buah Brushless Controller, motornyapun kecil dan cukup menggunakan LiPo Battery ukuran 3s 2200mAh, durasi terbang adalah 20 menit



01 September 2011 08:37:23

0
0

ini baru forum mantab,,,happy,,,KERENNN happy terima kasih atas infonya

01 September 2011 09:32:08

0
0

Ckckck...itu yg bawa 5Dmii.......kalo jatuh...ckckck......big grin

01 September 2011 09:53:40

0
0

wowwww 3 TU untuk om TS happy terimakasih share nya happy

Kategori