Forum

Marcellino Eko Budi Santoso | 26 Juli 2011 05:11:46 |

Warung Kopi Fotografer.net > Bincang Bebas

23
5
380
Dilihat : 31001
Bagikan :

Surat terbuka kepada para pengunjung Fotografer.net

Yang terhormat penggemar fotografi,
pengunjung Fotografer.net,
admin, co-admin, modz, dan jajaran staff Fotografer.net,
rekan-rekan sekalian,

selamat pagi, siang, sore, atau malam,

Teramat sangat sering sekali saya membaca thread di forum dan keterangan tambahan foto di gallery Fotografer.net dengan kata-kata 'sambutan' yang mengelu-elukan orang sebagai master, suhu, senior, dewa, agan (=juragan), dan predikat karakteristik psicopatologico yang mengilusikan sebuah keadaan kekayaan, power, kedudukan, ilmu dan harga diri dari orang lain yang lebih atau terlalu tinggi dari yang dirasakan terhadap dirinya sendiri.

Terus terang saya malah begidik.

Pengkategorian master dan lain sebagainya itu, seperti sudah ribuan atau jutaan kali terulang penjelasannya di berbagai thread, tidak ada. Nggak pernah bahwa ada orang yang berani mengaku dirinya seorang 'master' (atau apapun julukan anda). Yang berani menyebut dirinya master dalam pandangan saya adalah master jadi-jadian. Lagipula, master-pemula, senior-junior, dst hanya ada dalam pikiran dan pola pikir anda.
Memanggil orang lain dengan 'predikat' master/senior/apapun tidak akan membuat Anda lebih disegani karena Anda (seakan-akan) 'rendah hati'. Dalam pemahaman saya, ketika Anda menyerukan orang lain sebagai juragan / boss, Anda menjongoskan / membabukan (=merendahkan) diri Anda sendiri, karena orang yang memanggil orang lain dengan julukan juragan adalah anak buah dari orang itu.

Yang ada hanyalah rasa semakin jijik, karena dalam pandangan saya, Anda tidak punya harga diri.

Mungkin memang betul, Anda pada saat ini BELUM tahu sebanyak orang-orang yang Anda pandang lebih tahu tentang dan seputar hal yang Anda pertanyakan; tapi apakah Anda pernah berpikir sebaliknya, bahwa orang itu juga belum atau tidak tahu hal-hal yang Anda tahu? Itu semua memang dari sononya juga sudah seperti itu; selamanya akan ada proses belajar, dimulai dengan ketidaktahuan, tapi bukan berarti harus dengan acara 'ngemis' kan? Dan pernahkah Anda berpikir bahwa mereka-mereka ini juga dulunya sama-sama bodoh seperti Anda pada saat ini? Dan bahwa Anda, setelah selang waktu berjalan, tentunya akan juga lebih mengerti tentang apapun yang saat ini Anda pertanyakan?

Have some dignity and self-esteem. Buat apa sih, Anda "nunduk2"? Sakit pinggang? Encok? Berdirilah dengan tegap, tanya yang tegas dan apa adanya.

Berikutnya: Gunakan bahasa yang bagus.

Forum dan gallery FN ini setahu saya bukan SMS; tidak dikenakan biaya apapun untuk boleh mengutarakan pendapat dan berbagi karya di sini, penulisan yang disingkat-singkat juga nggak menghemat waktu dan uang anda. (BTW off topic: yang menemukan trend bahwa akhiran 'nya' diganti dengan huruf 'x' itu siapa sih? pengen gw gebugin pake mesin ketik besi).

Oke ngga usah menggunakan tata bahasa seperti lagi disidang yang njelimet dan bertele-tele; tutur bahasa yang sopan akan memberikan reaksi yang jauh lebih positif: orang akan lebih tergugah untuk membantu menjawab pertanyaan anda. Gaya bahasanya juga nggak usah resmi-resmi amat, tapi jangan terlalu ngaso seperti di forum sebelah.

Di forum sebelah yang terkenal dengan dengan penggunakan kosakata 'ane' dan 'gan/agan/juragan', adalah gaya bahasa di forum tersebut. Nggak ada yang salah di sana, tapi biarlah itu menjadi ciri khas mereka; di FN gayanya lain lagi. Itulah kenapa ada yang lebih demen nasi pecel dan ada yang demen nasi rawon; jangan dicampur aduk. Balik lagi ke point di atas tentang harga diri & menjongoskan diri sendiri.

Faktor lain: kemajemukan.
Yang mengunjungi Fotografer.net ini tidak semuanya anak gaol; nggak semuanya ngerti bahwa huruf 'x' diakhiran sebuah kata itu adalah pengganti akhiran '-nya'; nggak semuanya ngerti bahasa yang disingkat-singkat; nggak semuanya ngerti kosakata yang 'cool'; nggak semuanya anak muda; nggak semuanya tahu tentang gaya bahasa / gaya penulisan SMS --tapi saya yakin semuanya mengerti Bahasa Indonesia.

Penulisan yang lengkap, tanda baca pada tempatnya, dan seterusnya juga kayaknya bukan hal yang terlalu eksklusif untuk dilakukan di sini; anda-anda yang mengakses FN ini keyboardnya lengkap kan? Bisa kan nulis lengkap tanpa harus disingkat-singkat seperti nulis SMS? Banyak mereka yang tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia saja niat belajar untuk dapat berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia, kenapa Anda sendiri malah memperkosa bahasa?

Ah, ini hanya sekedar celoteh dari saya, boleh dibaca, boleh tidak; Anda juga tidak harus suka dengan apa yang saya sampaikan di sini.

salam,
-saya-

Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

26 Juli 2011 06:20:32

Pencerahan... happy

Kalo di forum sebelah dapet Pertamax nih... hee hee

26 Juli 2011 06:26:32

Setuju sekali.........penggunaan bahasa, tutur kata, dan penulisan yang baik akan membuat komunikasi lebih lancar...........

26 Juli 2011 06:29:34

Ya, setuju pendapat anda. Pakai bahasa yang wajar saja. Tapi ada satu yang belum saya mengerti dari surat anda, yaitu forum sebelah. Apa arti/maksud forum sebelah ?

26 Juli 2011 06:33:11

@T Hartono: yang saya maksud dengan 'forum sebelah' adalah forum yang dapat ditemukan di website lain (= 'komunitas' lain); nggak enak kalau nyebut nama happy


notabene: saya baru bisa memonitor thread ini lagi kira-kira pukul 16:00WIB - harap maklum

26 Juli 2011 06:38:41

yups... lain ladang lain belalang... dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung...

26 Juli 2011 06:59:08

.......(BTW off topic: yang menemukan trend bahwa akhiran 'nya' diganti dengan huruf 'x' itu siapa sih? pengen gw gebugin pake mesin ketik besi).

khusus buat yang ini gw bantuin bawain linggis pak buat gebuginnya, asli eneg plus mumet kalo ketemu tulisan yang model ginian

26 Juli 2011 07:45:37

"Buat apa sih, Anda "nunduk2"? Sakit pinggang? Encok? Berdirilah dengan tegap, tanya yang tegas dan apa adanya."

kalau begitu, yang ada di benak saya :
seseorang yang berpakaian compang-camping datang ke seseorang yang sedang duduk di dalam mobil mewah. Ia (seseorang yang berpakaian compang-camping) datang dengan membawa selembar foto dan berkata :
"Pak..tolong nilai foto saya pak" bak seorang pengemis

Sang bapak yang duduk di dalam mobil mengabaikan dan membesarkan volume musik di mobilnya..

lalu terdengar suara HP berdering..........


itulah gambaran yang bilang "tolong kritiknya ya suhu-suhu/master-master/ dll"

26 Juli 2011 07:50:53

Akhirnya ada juga yg mengangkat tentang ini. Terima kasih, Oom Marcel.

Soal bahasa, semakin miris kalau melihat semakin banyak orang dan media, baik cetak maupun on-line, yg pilihan katanya tidak/kurang tepat. Misalkan pemakaian kata "bundar" dan "bulat" disamakan, menunjuk kepada benda yg sama. Padahal sejak SD sudah diajarkan dlm pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika bahwa bangun benda tsb berbeda.

Demikian juga makin banyak yg tidak tahu bedanya menempatkan awalan "di" dan kata depan "di".

Jangan sampai seperti yg pernah saya alami, membantu memeriksa redaksional disertasi seorang kandidat S3, yg bahasa Indonesianya dalam disertasi itu di beberapa bagian nyaris seperti gaya bertutur dalam cerpen. Belum lagi penggunaan awalan/kata depan "di", "ke", singkatan "yg", dsb. Padahal sudah pernah saya koreksi pada saat beliau mempersiapkan tesis S2-nya.

Ayolah, Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu sumber fotografer handal di dunia internasional. Kita gunakan juga bahasa Indonesia yg baik dan benar sbg identitas bangsa.

26 Juli 2011 08:07:16

hmmm... ternyata bukan saya aja yg ngalami keruwetan bahasa agan-2 atau alay-2 di forum kita ini
selayaknya ini menjadi catatan buat teman-2 yg seneng nyingkat-2 tulisan dan memanggil rekan lainnya dengan suhu, juragan dll

@ Oom MEBS : terima kasih udah membuat tulisan ini...

26 Juli 2011 08:09:52

Pencerahan happy

26 Juli 2011 08:14:44

Dalam pemahaman saya, ketika Anda menyerukan orang lain sebagai juragan / boss, Anda menjongoskan / membabukan (=merendahkan) diri Anda sendiri

Terima kasih karena sudah menyuarakan tentang hal ini.

26 Juli 2011 08:23:32

Terima kasih sudah mengingatkan Om,,semoga bisa menjadi koreksi buat diri saya dan yang lain,,
Betul2 pencerahan yang sangat mencerahkan di pagi yang cerah ini...

26 Juli 2011 08:31:43

setuju banget om,,,mau belajar pasti ada hasil,,,ahli yang baik pasti selalu memberi pencerahan kepada temen yang baru,,,tanpa ada merasa tersaingi,,, happy

26 Juli 2011 09:06:49

Marcellino Eko Budi Santoso : Terima kasih mas informasinya, jadi tahu apa arti "x" di dalam suatu kalimat. selama ini kebingungan soalnya. happy

26 Juli 2011 09:27:16

sebagian besar dari pendapat mas marcellino saya setuju...
tapi ada satu kecil tentang "ane", ane atau ana itu berasal dari bahasa arab yang artinya saya atau aku...

nah banyak orang betawi muslim yang lebih memilih kata ane atau ana daripada kata aye....
ada baiknya hal ini tidak dilarang, toh ini termasuk budaya kita, budaya Indonesia,

26 Juli 2011 09:40:27

Pada akhirnya rasa "Eneg" om MAEBS telah mencapai ubun2...hehehehe... happy

Tulisan seperti ini memang sudah selayaknya ditunggu kemunculannya, terutama menghadapi serbuan para 4l@yers...yang dalam setahun belakangan ini mulai berasa "mengobrak-abrik" tatanan Etika & Norma Komunikasi dalam Forum.
Mending kalo cuman bahasa. Kadang malah seperti ada yang hobi berantem.
Tampak "gatel" kalo ngga kasih komen Foto yg "ngajak ribut"
Dgn gaya bahasa 4L@y, tampak mengagungkan semangat "Ini lho gue !", "Ini ciri khas gue !", "Ini gaya gue !"

Yo wes gapapa, namanya juga ekspresi diri..
Tapi mbok ya liat2 tempat dulu. Liat baik2 Forum apa yang dimasuki, cocok ngga dengan gaya gaul yang demikian.

Ibarat masuk rumah orang sebagai tamu, tapi petantang-petenteng nyelonong sembarangan kaya dirumah sendiri. Makan seenaknya, ngajak ribut tetangga, dsb.
Yang ada, para penghuni lama malah jadi sebel...

Saya yakin sebagian besar penghuni FN, baik lama atau baru pasti pernah sekolah.
Kalo boleh saran : Tolong gunakan pengalaman "bersekolah" itu dlm setiap komunikasi, baik dalam Media atau kehidupan sehari-hari.
Kalo masuk Forum dgn bahasa Indonesia 100%, gunakan bahasa Indonesia 100%
Kalo 50%, gunakan juga 50%
Kalo ancur, ya silakan pake bahasa ancur juga..

Jangan kebiasaan di rumah A dibawa-bawa ke rumah B.. Itu namanya ga punya Etika...

Terakhir :
Bagi yg kurang yakin gimana sih gaya bahasa di FN ? Contoh termudah, silakan liat Disini
Silakan cari bahasa & huruf 4L@y, Planet Agan, Negara Kusuk dan sebagainya.... happy


"Dalam pemahaman saya, ketika Anda menyerukan orang lain sebagai juragan / boss, Anda menjongoskan / membabukan (=merendahkan) diri Anda sendiri"
Telak menyambangi di 66 Tahun Indonesia Merdeka. Ternyata generasi muda Indonesia jauh lebih suka jadi budak ketimbang merdeka happy

26 Juli 2011 09:43:22

Kalau saya sih paling males kalo ada yang pake embel2 newbie, seolah2 kalo pake embel2 ini dia berlindung dari ke-newbie-annya kalo posting sesuatu yang salah..

26 Juli 2011 09:45:56

untuk masalah "Ane" saya setuju dengan Om Maulana Saputra..
Ane itu kan layaknya "aku" "saya" "gw"..
mungkin bagi sebagian orang lebih nyaman pake "ane", "saya" ataupun "aku"..
memang bagi sebagian budaya di Indonesia pake kata "aku" terkesan sedikit kasar/tinggi hati....mgkn kata "ane" terkesan aneh di forum ini karena imbas dari forum sebelah yang Om MEBS sebut2..hee hee.
tapi yang namanya bawaan, sebaik2nya orang bisa berbahasa, pasti ada "kelepasan" untuk menggunakannya..happy


salam,
Belin H.

26 Juli 2011 10:02:25

Kurang lebih saya setuju dengan TS, tidak ada alasan untuk tidak berbahasa dengan baik dan benar tanpa ada singkatan-singkatan yang terlalu aneh kecuali kalau memang keyboardnya rusak ... happy happy Intinya >> Say No To 4L4Y !! rock rock rock

26 Juli 2011 10:03:56

masalah gini aja kok jadi ribet yak??

Soal agan tadi menyinggung "Kaskus Fotografi" adalah salah satu forum yang membuat saya belajar banyak dan berkumpul teman" fotografi dengan talenta dan bakat yang tak terbatas... tidak berkutat dengan hal" ketajaman foto..tidak berkutat dengan "horison miring"...tidak berkutat dengan Kategori terbatas, tidak berkutat dengan dead center, ...tidak berkutat dengan teori 1/3... tidak berkutat dengan hal" sepele seperti ini...

btw foto TS keren" nye-tritnya... mantap ...hee hee

Kategori