Forum

Salahudin Damar Jaya, Jaya | 21 April 2011 10:30:04 |

0
0
20
Dilihat : 7553

Dari pengalaman mengajar Flash/strobist, banyak rekan-rekan bertanya mengenai teknik penggunaan Flash dengan commander/CLS (istilah utk nikon, utk canon biasanya cuma disebut wireless flash) atau untuk sekarang ada istilah Strobist (off shoe flash).

---- (Tulisan ini saya bagi dengan beberapa seri (tergantung mood nulis nih…, bisa 3 atau 5 seri) semua berhubungan dengan CLS/wireless flash atau Strobist, mohon masukan dan kritikan untuk menyempurnakan tulisan tsb. Insya Allah tiap 1-2 minggu ada tulisan baru, dan nanti tema-temanya beragam (tema yang saya kuasai) seperti Lensa, Experiment dll. Bahan dan gambar saya usahakan dari buatan sendiri (dengan bahasa indonesia gaul bukan EYD), yang saya dapat dari bacaan dan belajar autodidak selama ini) dan Tulisan ini akan menjadi pelengkap hand-out workshop-workshop yang saya adakan. dan tulisan ini sengaja saya letakkan di forum eksperimen & special effek agar saya dengan mudah utk pengontrolan (selain bingung juga mau dimasukkan ke katagori apa?)----

Untuk seri 1 (klik Seri 2 untuk seri selanjutnya), ini saya akan membahas pertanyaan berikut :

Salah satu pertanyaan adalah, mengapa kalau menggunakan flash built in hanya utk memancing flash (SB700/800/900 ) dan flash built in-nya tidak ikut (maksudnya adalah diseting untuk tidak aktif) kok flashnya tetap ikut firing?, kenapa begitu apa ada kesalahan setting atau pabriknya ngaco?.
(untuk kasus canon adalah jika menggunakan 2 buah 580EX dan khusus kamera baru canon 7D atau 60D bisa menggunakan built in flash seperti nikon).

Sebelumnya kita harus tahu cara kerja flash menyala dan hubungannya dengan rana yang membuka. Berikut ini saya lampirkan kurva flash dan rana membuka terhadap waktu . Untuk kurva 1. itu adalah kurva standard flash (built in, external atau lampu studio). durasi flash pada keadaan full power itu sekitar 1/500-1/1000 detik (bergantung tipe dan merek), untuk flash studio biasanya punya durasi yang lebih panjang dibanding flash external/built in.

Kurva merah yang turun dan naik itu adalah kurva buka tutup tirai bilah rana (curtain/blade shutter), pada kecepatan sinkro (nanti akan dijelaskan apa itu kecepatan sinkro dan cara rana membuka dan menutup pada seri 2), rana kamera sekitar 1/200-1/250. kecepatan ini beberapa kali lebih lama (2-4X) dibandingkan duasi nyala flash.



21 April 2011 10:30:34

0
0

2. kurva ini terjadi pada flash tipe baru dan biasanya ada pada flash eksternal/built in, jadi jika di seting pada 1/2 power maka arus listrik yang masuk ke flash tube akan dipotong (oleh rangkaian semikonduktor) sehingga intensitas cahaya flash langsung drop.

Pada flash studio umumnya, pengecilan power biasanya dengan cara memperkecil penyimpanan daya pada kapasitor (biasanya kapasitor lampu studio ada beberapa buah, jika pake 1/2 power maka akan digunakan 1/2 jumlah kapasitor) sehingga kurva flash tidak terpotong seperti kurva 2, tapi seperti kurva 1 tetapi kurvanya lebih kecil. Beberapa merek dan tipe lampu flash studio sekarang sudah menggunakan sistem seperti flash eksternal.

Durasi 1/2,1/4,1/8 saya ambil dari spek sb800 dan sb900, utk flash lain mungkin tidak akan jauh-jauh dari nilai tsb, kecuali untuk flash studio pasti akan berbeda jauh)



21 April 2011 10:30:41

0
0

3. ini adalah kurva flash jika kita menggunakan flash ke dua dengan sistem master/slave dengan menggunakan slave unit(dinikon istilahnya SU) entah itu pakai gelombang radio atau mata kucing, besar intensitas master bisa kecil atau besar (kurva garis putus-putus).

Waktu nyala flash master pasti lebih lambat tapi delta delaynya sangat bergantung dengan sistem yang digunakan, umumnya untuk SU mata kucing akan lebih cepat dibanding pulsa gel radio.
delay SU optik juga bergantung dengan kepekaan SU tsb.

delay sistem ini mulai dari ratusan micro detik hingga beberapa mili detik. pada beberapa sistem wireless menggunakan gelombang radio (biasanya merek china) delay tsb sangat panjang sehingga ketika flash menyala, rana sudah mulai menutup, jadi ss sinkro harus di perlambat hingga 1/3-2/3 stop
(tadinya 1/250 jadi harus di set 1/200 atau 1/160) agar bayangan hitam yang terjadi hilang.



21 April 2011 10:30:47

0
0

4. ini adalah sistem nyala flash jika kita menggunakan feature bukan SU tapi sistem CLS/remote/wireless flash, nyala flash master berbentuk paket pulsa (dalam satuan waktu misalnya 1/20 dtk lampu flash menyala dengan intensitas terang gelap-terang gelap - seperti pulsa digital).

bentuk paket pulsa ini sangat bergantung dengan protokol/bahasa yang digunakan sistem sehingga flash nikon tidak bisa digunakan di canon atau sony. tapi untuk flash third party (mis: sigma, nissin) mereka ada yang mengembangkan untuk sistem sendiri ada yang kompatibel dg merek nikon/canon.

ketika pulsa cahaya dimengerti oleh slave/remote flash (tiap perintah yg berbeda maka pulsa/paket cahaya juga akan berbeda) Flash tsb menyiapkan apa yg diperintahkan oleh master dan kemudia menyala, ketika menyala makan rana mulai membuka. tetapi cahaya master belum sepenuhnya padam (lihat bidang kuning, yaitu perpotongan kurva flash master dan rana membuka).

(edited : kurva pulsa master/built in saya edit, setelah membaca referensi)



21 April 2011 10:30:52

0
0

5. Teori tsb saya coba terapkan pada praktek pemotretan, Setting kamera, objek, BG, flash remote seperti terlihat pada foto dibawah.

BG sengaja saya gunakan Kaca gelap, untuk melihat pantulan flash built in dan flash remote. agar cahaya rata saya gunakan payung (pengganti soft box), penggunaan payung tsb akan mengurangi kekuatan lampu flash hingga 1-2 stop (tergantung setting).

Pada kamera setting commander dan flash untuk wireless/cls akan diterangkan terpisah pada seri selanjutnya (atau bisa dibaca langsung pada manual book kamera dan flash)



21 April 2011 10:30:59

0
0

6. Ini adalah hasil foto dengan setting berbeda (lihat teks warna merah pada foto tsb.)

flash built in dengan seting 1/8 dan 1/32 power terlihat masih dominan dibanding flash slave yang di setting TTL.

Terlihat pada seting flash built in dibuat nol (tidak terikut terekam) ternyata masih ada terlihat nyala lampunya, walau jika dibandingkan dengan flash built ini di set ke 1/128 power nyalanya masih lebih redup (lihat gambar pada garis putus-putus hijau dan biru), perkiraan saya ada sekitar 1/200-1/256 power.

Kekuatan 1/200 power dengan GN flash built in yang hanya berkisar 10-12 (full power). sangatlah kecil sehingga bisa dianggap tidak ada jika dibandingkan dengan kekuatan Flash Eksternal.

Jadi Jawaban dari pertanyaan diatas, adalah :
1. Flash built in pasti akan menyala (walau di set ke tidak aktif), karena flash tsb yang akan membawa pesan ke flash slave. kalau nggak nyala yah slavenya juga akan bengong nunggu perintah.
2. Pada waktu flash master menyala, rana kamera tidak akan terbuka dulu, dia akan terbuka setelah beberapa saat kemudian bersamaan dengan flash slave yang sudah dapat perintah.
3. Tetapi ketika rana membuka, flash master masih menyisakan nyala sedikiiittt saja, karena jika terlampau lama kasihan modelnya terlalu lama menunggu (he..he.. jawabannya sih bukan itu, tapi ini sepertinya ada masalah dengan optimasi nyala utuk foto berikutnya, biar bisa strobo flash (ini juga akan dibahas pada seri selanjutnya)



21 April 2011 11:28:20

0
0

Wah ini dia yang ditunggu2x.
Gak sabar pengen baca selanjutnya Kang.

21 April 2011 12:23:40

0
0

duh gak sabar menunggu seri selanjutnya..... teruskan pak, saya sangat tertarik dg bahasan in happy

21 April 2011 14:57:28

0
0

Ditunggu to be continousnya .....Mas Jaya sangat bermanfaat.....

21 April 2011 18:20:48

0
0

sharing dari Kang Jaya emang selalu top :-br

21 April 2011 21:59:42

0
0

Ditunggu saran, kritik atau sharinngnya mengenai bahasan diatas, soalnya saya kok lebih senang mengedit tulisan langsung di fasilitas FN, bukan ditulis di msword/editor text baru dipindahkan ke sini. tapi berhubung langsung kalau saya baca sering yang saya maksudkan ternyata bukan seperti itu karena bahasa yang saya gunakan.

(ini mungkin sering terjadi didunia penerbitan, sehingga dibutuhkan editor untuk menjembatani penuslis dengan pembaca buku)

21 April 2011 22:09:00

0
0

Ditunggu thread lanjutannya om happy

21 April 2011 23:19:11

0
0

haus akan ilmu kamu... matur suwun

22 April 2011 06:33:09

0
0

505
@TS: Pertanyaan #1 ( pulsa/paket cahaya 1/20 - 1/40s )

a. mengapa durasinya relatif lama ?
b. apakah sejenis (meskipun fungsinya beda) dg HSS
c. apakah sejenis (meskipun fungsinya beda) dg pre-flash utk keperluan AF

22 April 2011 15:43:50

0
0

a. durasinya sih nggak selama itu, ada pre-flash dulu lalu ada perhitungan hasil pre flash, baru kemudian pemberian sinyal ke remote flash dan fire, kesemuanya itu bisa hingga 125ms

b. HSS/FP flash bentuknya beda, HSS nyala terus (nggak pakai gelap) bisa selama 1/200dtk. jelasnya akan diterangkan seri 3.

c. Strobo AF, lebih lama (bisa 500-1000ms), nyala-gelapnya konstan.

24 April 2011 00:06:56

0
0

ditunggu lanjutannya pak

thanks

07 Mei 2011 19:54:26

0
0

Ditunggu lanjutan nya bos..
Thanks for sharing..

08 Juni 2011 12:03:17

0
0

makasih sharingnya omm
di tunggu seri berikutnya ...

salam

02 Juli 2011 08:38:44

0
0

pusingg aku...tapi dapat ilmu,ingin terus belajar pokoke, All about photograpy, thanx master..

17 Juli 2011 22:17:53

0
0

Mantab..ini yg sy cr...ditunggu sambunganya pak guru..salam

08 Agustus 2011 18:52:57

0
0

ikut nyimak

Kategori