Forum

Intan Puspa Puja Dewi | 05 September 2010 23:53:08 |

Diskusi Fotografi > Fotografi Umum

0
0
43
Dilihat : 7453

Beberapa waktu yg lalu tergelitik untuk membahas seni kolase dalam fotografi yang ditanggapi dengan tanpa berpikir hanya dengan melihat gambarnya saja, yang dipikir tidak menarik....mugkin disini saya berbagi sedikit tulisan yang bisa membuat berpikir...foto kolase itu seperti apa sih.... big grin

Sebagai bagian dari seni rupa, fotografi dapat menghasilkan karya-karya berbasis penyatuan gambar, baik melalui proses di dalam kamar gelap/terang, proses pembentukan kreatif, maupun dari sesi pemotretannya sendiri. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah teknik kolase.
Kolase berasal dari bahasa Perancis “coller” yang berarti tempel, adalah teknik menempel suatu unsur seperti kertas koran, pita, gambar, maupun hasil karya seni lainnya kedalam suatu bidang sehingga tercipta satu kesatuan karya (West, 1996:24). Istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada karya seni tempel ini adalah montase.
“Dalam fotografi hasil dari kolase atau kolase yang menjadi objek fotografi disebut dengan montase foto” (Sage, 1989: 17). Montase dengan bahasa Jerman berarti fitting (mencocokkan) atau assembly line (mempersatukan garis), dan monteur berarti mekanik atau insinyur. Menurut kamus fotografi yang ditulis oleh R. Amien Nugroho (2006: 221), montase adalah pencahayaan dengan enlarger (alat pembesar) terhadap beberapa negatif film untuk menghasilkan efek penambahan gambar. Kertas foto tidak perlu dipotong-potong untuk tujuan efek penambahan elemen gambar tersebut.
Selain seni rupa kolase juga diaplikasikan ke dalam bidang seni lainnya, seperti musik, sastra hingga teater.
Dalam dunia seni rupa modern, teknik kolase digunakan untuk pertama kalinya oleh Pablo Picasso dan Georges Braque, dalam karya mereka yang bergaya kubisme (Brommer, 1994).
Kubisme terbagi kedalam dua bentuk yaitu Analitik dan Sintetik (Widmaier, 2004: 52). Kubisme Analitik adalah suatu gaya yang menganalisa bentuk alamiah dari objek, yang kemudian mengembalikan pada bentuk-bentuk geometri dasarnya ke dalam media dua dimensi. Gaya tersebut berfokus pada bentuk-bentuk dasar seperti silinder, kubus dan kerucut. Teknik kubisme ini menampilkan penyimpangan-penyimpangan pada objek di mana sebuah atau beberapa objek dapat terlihat dari sudut sisi lainnya. Tujuan dari penyimpangan-penyimpangan bentuk ini adalah untuk melihat suatu objek tidak hanya dari apa yang dilihat, namun juga pada intisari dan apapun yang tersembunyi dari objek tersebut. Kubisme Analitik dikembangkan antara tahun 1908-1912.
Kubisme Sintetik merupakan cabang kedua dari bentuk gerakan kubisme yang dikembangkan antara tahun 1912 hingga 1919 oleh Picasso, Braque, dan Juan Griz. Pada gaya ini penekanan objek lebih ditekankan pada penyatuan beberapa objek ke dalam satu kesatuan yang membentuk suatu bentuk baru. Teknik kolase pertama kali terlihat pada era ini, saat Picasso dan Braque menyatukan unsur-unsur umum seperti kertas minyak dan teks koran ke dalam karya-karyanya.
Pemakaian media-media asing di luar dari materi konvensional lukisan ini menimbulkan banyak kritik dan kontoversi di mata orang pada masa-masa awal penerapannya. Hal ini juga yang mempengaruhi seniman-seniman Dada yang memakai teknik kolase dan montase sebagai ekspresi dari anti kemapanan seni.
Dada merupakan suatu gerakan yang berawal dari zona netral di Zurich, Swiss pada masa perang dunia pertama. Dari sebuah kedai kecil di Spieglestrasse yang kemudian dikenal menjadi the Cabaret Voltaire. Diawali oleh penyair Jerman Hugo Ball dan temannya seorang penyanyi Emmy Hennings. Dilihat dari tindakan-tindakannya Dada bukanlah seni, Dada adalah anti seni, yang berarti bahwa gerakan dada merupakan protes dalam melawan tatanan akademis dan penghargaan-penghargaan dalam budaya seni (Hoffman, 2001). Bagi segala nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh seni, dada merepresentasikan sebagai kebalikannya.
Arti dari kata Dada sendiri masih merupakan sebuah kontroversi, ada juga yang berkata bahwa Dada adalah kata yang tak memiliki arti. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Dada berasal dari kata Rumania, oleh beberapa pencetusnya seperti Tristan Tzara dan Marcel Janco yang berarti yes, apabila diekuivalenkan dengan bahasa Inggris berarti yeah-yeah atau yeah right. Ada juga yang menyebutkan bahwa gerakan ini memperoleh nama dari menusukkan secara acak kamus Perancis-Jerman dengan pisau, dan mengambil nama yang posisinya terbalik. Dada dalam bahasa Perancis adalah kata dari anak-anak yang berarti hobby-horse yang dalam bahasa sehari-hari Perancis, c'est mon dada, yang berarti hobiku (Hofman, 2001).

Kolase dan montase sendiri merupakan salah satu senjata yang banyak digunakan pada gerakan Dada tersebut. Argumentasi-argumentasi terus bergulir seputar penciptaan kata montase foto. Bukan lagi sebuah isu adalah kata tersebut tercipta dari salah satu anggota Berlin Dada Group. Pertanyaannya adalah siapa, dan hal ini sangat sulit ditentukan karena pada awal pengerjaannya kolase foto merupakan hasil dari kolaborasi, dan banyak karya sebelumnya yang dipercaya dibuat oleh banyak seniman. Jadi versi resmi dan diplomatisnya diberikan kepada lima orang yang menerangkan kolase foto Dada yaitu oleh Hannah Höch, George Grosz dan John Heartfield, Johannes Baader, Raoul Hausmann (Hoch, 2004: Cut and Paste, Intro).

Kecocokkan gerakan dan gaya teknik ini dikarenakan proses pengerjaannya yang banyak berhubungan dengan ideologi Dada, yaitu dengan merusak atau pengambilan media-media yang terbilang sampah untuk dipersatukan dengan tujuan penghancuran tradisi-tradisi kebudayaan dan estetik seni.
Dengan menggunakan teknik kolase ini, penulis dapat lebih menekankan penciptaan karya pada bentuk-bentuk yang imajinatif. Dari bentuk imajinatif tersebut kita akan tahu bahwa sebuah kesadaran imajinatif mencakup pengetahuan, intensi, dan juga bisa mencakup kata-kata dan pertimbangan-pertimbangan. Dengan hal, ini kita tidak bermaksud bahwa sebuah pertimbangan dapat dibuat berdasarkan imaji, tetapi dalam struktur imaji pertimbangan-pertimbangan bisa memasuki bentuk khusus, yaitu bentuk imajinatif (Sartre, 2000: 227).
Berikut saya sertakan beberapa foto kolase yang dibuat seseorang yang saya kagumi yg maju di dunia fotografi dengan karyanya dalam beberapa pameran dan kelulusanya.karya Daus Adrian yang beberapa waktu lalu masuk ke majalah Scoot Magazine_California.,

Setelah ini saya berharap teman " FN untuk menyumbangkan karya kolasenya disini dan bermain"....salam dari pemula......



06 September 2010 00:04:19

0
0

#2_Karya ini merupakan ilustrasi dari kerumitan suatu jalan pikiran seseorang. Kerumitan tersebut terlihat dari banyaknya pertimbangan yang harus dapat menghasilkan satu pilihan. Proses tersebut berjalan melalui panca indera dan dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh baik dari dalam maupun dari luar manusia tersebut. Pilihan yang diambil akan menimbulkan tindakan yang benar. Tindakan seseorang merupakan suatu kebenaran dari proses pilihan, tanpa harus melihat pilihan yang dialami orang lain. ( by : Daus Adrian)



06 September 2010 00:06:38

0
0

Ada contohnya mbak...? happy

06 September 2010 00:08:40

0
0

#3_Karya ini dihasilkan untuk mengingatkan akan kematian. Sosok objek digambarkan sangat rapuh ketika menghadapinya, kaki yang terantai dengan globe dunia adalah gambaran tentang keterikatan manusia pada hal-hal duniawi. Jalan berliku dibelakangnya merupakan simbol dari kehidupan di mana pada akhirnya akan menuju pada liang kubur. Segala macam usaha yang telah dilakukan manusia untuk menggapai tujuan dalam hidup akan berujung dengan tujuannya untuk menggapai kematian. Foto terdiri dari 34 potongan foto yang diambil secara terpisah.( By : Daus Adrian)



06 September 2010 00:12:45

0
0

#4_Underground (bawah tanah) menceritakan tentang tahap kelanjutan dan perubahan dalam penciptaan musik. Karya terdiri dari 41 potongan foto. Bagian kepala digambarkan dengan mesin dan topeng menyeramkan sebagai motor ide, speaker suara yang terletak pada dada menggambarkan bahwa musik tersebut dikeluarkan dari dalam hati dan bunga pada tubuh dan lengan menandakan keindahannya. Sedangkan pada bagian tangan menempatkan foto tuts piano di kiri dan pengatur volume di kanan untuk menjelaskan pengaturan seluruh keselarasan pada tangan pencipta. Nuansa warna kemerahan merupakan lambang dari panas dan kerasnya musik tersebut.( By : Daus Adrian )



06 September 2010 00:19:17

0
0

byuh...capek juga bacanya ...
terimakasih...nice sharing...love struck

06 September 2010 00:53:59

0
0

hahahhaaaa...iya nech om...baru pertama buat tulisan...jadi mugkin g terlalu menarik.... tongue ... ditunggu karyanya big grin marriiiii....

06 September 2010 02:28:39

0
0

konten yang menarik...tapi susunan tulisannya agak ribet...nice share happy

06 September 2010 03:27:50

0
0

Nice post...sangat suka bagi mereka yang gemar berbagi ilmu kayak gini...
Tapi bener juga kata om Arif Gunawan...agak ribet baca susunan tulisannya... mungkin kalo disusun dengan pemformatan teks, bisa lebih enak bacanya... belom baca dah pusing duluan...big grin
Ditunggu dah share kolase karya neng Intan Puspa PD...thumbs upthumbs up

06 September 2010 04:56:37

0
0

terimakasih banyak sharingnya tante,meski kudu sedikit ada usaha untuk membacanya... big grin

ditunggu sharing berikutnya...

06 September 2010 05:59:07

0
0

nice share....kelas berat nih artikelnya ...

mbak....avatarnya bkn hasil kolase jg kan?? big grin

06 September 2010 06:52:30

0
0

nice share mbak Intan.

06 September 2010 06:56:58

0
0

jadi inget waktu dulu ada foto kolase, karya Andriansyah Firdaus. Menurut saya fotonya bagus, kreatif.

Tapi orang-orang langsung membantainya dengan 3 TD

http://www.fotografer.net/isi/galeri/lihat.php?id=1071747
plus ada juga beberapa foto setelahnya


Thanks udah share...
Orang-orang memang sudah harusnya tahu kalau fotografi itu bukan sekedar motret perempuan cantik, serangga, gunung, atau pengemis tua di jalanan.

btw, saya suka foto #3. Mirip Guernica by Picasso.

06 September 2010 07:13:11

0
0

tulisan berbobot karena terlalu banyak paragraf big grin hehe...ilmu baru dan meluaskan wawasan saya mbak winking kapan2 share lagi, ditunggu

06 September 2010 08:40:24

0
0

menarik!

06 September 2010 08:41:09

0
0

Agak pusing bacanya.. tapi setelah di usahakan bagus juga baca artikel ini.. makasih sharingnya.. tadinya kirain mo ngasih Templet kolase untuk wedding tonguetongue

06 September 2010 09:40:34

0
0

Nice share

06 September 2010 13:00:24

0
0

karya2 jebolan salah satu anak ISI YOGYA selalu diluar ekspetasi, salah satu kunci untuk menjadi trend adalah menciptakan sesuatu..walaupun "mengikuti" karya orang lain sah2 saja...seperti bjork yg diolok2 saat pertama keluar dan sekarang baru terasa influence-nya bagi musisi lain...nice..sebuah pemikiran OUT OF THE BOX..mungkin memang yg menghujat selalu berfikir dalam "KOTAK"..ahhh..sy yg telalu nakal mungkin..hehe


terima kasih sudah berbagi

06 September 2010 15:48:07

0
0

saya lupa menambahkan disini...By Daus adrian tiada lain Andriansyah Firdaus my mother & father ini

07 September 2010 01:21:49

0
0

Pencerahan yg bagus mbak intan walaupun buat kita para praktisi foto artikel mbak intan sangat akademis sekali... Goodluck..

07 September 2010 08:30:06

0
0

nambah lagi.....^_^

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

Kategori

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!