Forum

Anif Putramijaya | 21 Maret 2010 18:34:20 |

Diskusi Fotografi > Photo Guide

8
0
234
Dilihat : 69969

Sudah coba cari /search tapi gak nemu,....
Dan topik ini sudah saya moderasi sendiri , jadi gak perlu dimoderasi lagi,...

Berawal dari rasa Prihatin disaat beberapa kali ingin memburu foto/hunting disuatu tempat, tapi harus berurusan dengan pihak berwenang (baca sekuriti/Satpam)
Alasannya seperti yang semua kita ketahui, ...harus pakai surat ijinlah,.., isi buku tamulah, sampai harus memberikan sejumlah uang yang tidak ada dasar hukumnya

Nah,....makanya di "Thread ini saya ingin mengajak rekan2 FN semuanya untuk sharing pengalaman tempat/lokasi hunting"
Yang di Indonesia, ataupun yang diluar Indonesia
baik yang memerlukan ijin, maupun yang tidak. Baik yang boleh/bebas maupun tidak /dilarang karena menyangkut sara dan rahasia negara
Gunanya tidak lain,"Sebagai Database/Referensi" agar kita bisa preventiv dan menghindari tempat2 yang memang akan bisa mendapat masalah nantinya
(harus bayar dan atau harus mengurus surat ijinnya)
Diharapkan anggota2 FN kelak akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya
Juga jangan coba-coba ketempat yang memang sama sekali tidak diperbolehkan


Saya mulai dengan pengalaman saya selama ini
# Taman impian Jaya Ancol dan sekitarnya:==>Free, kalau pakai kamera poket/DSLR hanya dengan keluarga,
tapi kalau beberapa orang memakai DSLR plus membawa model ==>siap2 uang receh kalau satpam datang minimal 20-50rb perorangnya,Kalau mengurus surat ijin resminya bisa Rp 1.5 Jt (masih bisa nego sampai Rp500 )
# Pelabuhan Sunda kelapa-Jkt ==>Free,......(baik pakai DSLR maupun poket), baik bawa rombongan+ model ataupun tanpa model)
# Kota tua Jkt dan sekitarnya==> Free of charge , kecuali di Gedung Niaganya==>kerelaan setiap orang/group, minimal Rp 50-75 rb per session.
# Pantai Mutiara" dan sekitarnya==>Free of chrage, kecuali bawa rombongan + model akan didekati Sekuriti dan siapkan saja uang recehan Rp 50-100rb. Bahkan kadang2 diusir sama sekali tidak diperbolehkan.
# MALL-MALL di Jakarta, Bogor, Tangerang & Bekasi==>free of charge kalau pakai kamera poket, tapi jangan coba2 kalau bawa DSLR akan ditegur Satpam walau hanya untuk foto dengan keluarga
# Pasar2 tradisional di Jabodetabek==>Free of charge walau pakai DSLR , bawa rombongan+model
# Ecopark Lipi Bakorsutanal, Cibinong-Bogor==> Free of charge , hanya perlu isi buku tamu, walau sendirian atau kalau bawa rombongan + model harus bikin surat pengajuan memakai tempat minimal 3 hari sebelum hari "H"nya
# Curug ujung- Mega Mendung-Bogor, Curug Cilember-Cipayung Bogor, Curug Ciismun-Cibodas/puncak Jabar==> Free kalau pakai kamera poket/DSLR dengan keluarga,...kalau bawa DSLR+rombongan + model harus bayar Rp 300 rb,,,...
# Curug Cikaso Sukabumi==> Free of charge baik dengan rombongan maupun model, tapi bayar sewa perhunya yang lumayan,..th lalu sekitar 60 rb per perahu PP.
# Keraton Jogja ==>bayar Rp1000 per kamera (Poket maupun DSLR), resmi ada tiketnya.


SIlahkan rekan2 lain yang ingin menambahkan, .........

21 Maret 2010 19:00:37

0
0

waahh info bagus nih OM ANIF...
jd bisa siap2in recehan deh...
hhehehehe... big grin

21 Maret 2010 19:00:40

0
0

Taman Menteng : free kalau pake DSLR,rame2 pun nggak apa2, asal jangan bawa lampu atau light stand pake offcamera flash, langsung disangka commercial photographers, & di "palak"deh sama security. Kemarin ada pembaca kirim surat ke Kompas ,complain mengenai perilaku satpam taman menteng.
Gue sendiri pernah motret temen malam2 (strobist),sebelum mulai langsung nyetor Rp 50,000 ke pos satpam..langsung lancar.

21 Maret 2010 19:00:58

0
0

@Kepulauan Tujuh (Natuna - Anambas) - Kepulauan Riau
free of charge : DSLR, bawa model, PreWed,keluarga, teman, dll big grin

@Banyuwangi - Jawa Timur (Kalibendo, Kawah Ijen, PalTuding, Alas Purwo, Pelengkung Beach/G-Land)
free of charge : DSLR, bawa Model, PreWed, Keluarga, Teman, dll
Apalagi kalo bisa Bahasa Lokal (Bahasa Osing), seperti saya big grin

21 Maret 2010 19:04:29

0
0

Minta koordinat GPS-nya sekalian dooooong happy

21 Maret 2010 19:54:12

0
0

Taman Kota 1 & 2, BSD City, free of charge
Teras Kota BSD City, Cilandak Town Square, Senayan City, Plaza senayan, Pondok Indah Mall 1 & 2, Grand Indonesia, free of charge.
untuk Grand Indonesia kita harus lapor ke manajemen dulu.
untuk mall2, dilarang ambil gambar toko, atau di dalam toko.
Pasar Modern BSD Plaza, free of charge. harus minta ijin ke pengelola terlebih dahulu.

bang Ucok: yang BSD (Pasar Modern, Teras Kota dan Tamn Kota) bisa naik bus BSD dari Pasar Baru atau Ratu Plaza. atau bisa juga naik kereta jurusan Sepong, turun di stasiun Rawa Buntu.

21 Maret 2010 20:12:40

0
0

Lapor dr Bogor.
kebun raya bogor:free pakai pocket,dslr juga free kalo cuma sendiri,kalo bw model bawa lighting set dan agak ramean siapin receh rp.1000 750 lembar alias 750rb!(thn 2009)
Curug cilember:free kalo sendiri/non komersil,bawa model siapin receh 300rb an (thn 2009)
curug nangka : free semua.
Taman bunga nusantara: pocket free,dslr non komersil (1org) siapin 50rb kalo disamperin security.praweding/komersil gak tau,info dr teman2 saya katanya 500rb an.

21 Maret 2010 20:40:44

0
0

Sharing nih....
CURUG CILEMBER
Kira-kira 2 minggu lalu saya kesana, bawa orang bule ( belanda ) ipar saya, orang lokal bayar masuk nya 10.000,- dan turis 30.000,-.
Tapi setelah nego, ipar saya bisa masuk dengan bayar 10.000,-, alasan saya dia sudah beristri orang Indonesia.
Masalah timbul pada saat tas kami ditanya isi nya, saya jawab aja ini SLR Camera.... dan ternyata harus bayar 50.000,-/kamera.
Saya sempat bersitegang dengan penjaga tiket, walau akhir nya bisa masuk tanpa harus membayar uang kamera, alasan mereka OK karna baru sekali kesini, tapi lain kali harus bayar, sambil menunjukan daftar tarif.

Saya ngga tau ini resmi atau pungli.

21 Maret 2010 20:43:09

0
0

Bali rajanya free.. hampir 90% dari puluhan pantai Free of charge.. paling2 1000/2000 perak buat parkir.. happy

21 Maret 2010 20:43:45

0
0

Silverlake Pattaya.
Free, cuma untuk keliling areanya ngga boleh pakai kendaraan sendiri, bahkan jalan kaki pun ngga boleh. Kata petugasnya karena sudah tidak ada biaya masuk, pemasukannya ya dari sewa kendaraan; sepeda, kereta kuda, and ATV (per jam). Kasian juga sih modelnya disuruh jalan kaki di sana happy

21 Maret 2010 20:46:29

0
0

Bandung lapor om anif:

Bandung Super Mall (BSM): Free of Charge ==> apalagi kalo pakai pocket.. asal jgn di dalam salah satu toko (ya iya lah).. pake DSLR juga ngga apa-apa cuma diliatin rada lama aja sama security-nya.. Lokasi favorit itu di lantai yg ada Kota Fantasi (arena permainan indoor dan food court).. tapi jgn coba2 bawa DSLR tapi ngga bawa model (anak, istri, atau pembantu), walau cuma jeprat-jepret di luar (iseng potret arsitektur atau SS), dijamin bakal disamperin n dibilang bahwa butuh ijin dll.

Mall Cihampelas Walk (Ciwalk) ==> free of charge asal di luar mall/ bangunan.. mau DSLR atau pocket oke2 aja. tapi kalo di dlm mall, langsung ditegur krn katanya butuh ijin. padahal saya udh bawa model (istri dan anak). tapi tetep aja dibatasi: "sedikit aja ya mas.. soalnya sebenernya harus ijin dulu..", demikian kata securitynya.. tapi jebrat jebret sampe 20 kalian jg dia ngga negur lagi.. hihi.. cuma melototin doang dari jauh.. urang sunda meuni barageur pisan..

21 Maret 2010 20:55:09

0
0

@Lingga Dhika,Alfonso,Nanang,Oom Bimo,Rusdy Ridwan,C Arip Nurdin,Syarif Hidayat, : Terima kasih sharing dan Infonya.
@Lae Ucok : bagus juga usulannya tuh,.....kalok saya masih gaptek pakai GPS, karena saat sekolah di curug gagal jadi PILOT gara2 males ngitung2 koordinat dan altitude,...hehehehehe
@Ericko E L A: Pengalaman saya Des 09 lalu,kalau mau keatas/masuk di Pura Besakih : diminta sejumlah uang yang namanya untuk Donasi; besarnya tergantung kerelaan kita masing2,,,,
Memang Bali selain tempat tsb selalu free, dan di seluruh pantai juga object wisatanya tidak ada yang mendatangi kita .
tapi ada catatan tersendiri tentang "TRUNYAN".....
silahkan bagi yang pernah punya pengalaman disana bisa di share disini,....
Rekso BY: Januari lalu saya punya pengalaman di "Cafe Sapulidi Lembang: sempet ditanya(disangka) saya sedang foto prewed...?, karena bawa 3 body dan lensa segede termos es waktu makan sambil foto2 sama keluarga
Tapi di Kafe Daun, Ciater,Tangkuban PerahuGak ada satpam/sekuriti yang nyamperin.....

Tambahan lagi:
#Monas dansekitarnya free, pakai Poket & DSLR, kecuali yang dekat/mengarah ke Istana Presiden, kadang2 saat ada petugas yang patroli akan melotot ke kita (disangka teroris yang lagi ngegambar kali yah,..)
#Anyer,Carita, Karang bolong dsk aman dan terkendali, tidak pernah ada yang menghampiri selama berlibur dan motret2 disana

21 Maret 2010 21:37:27

0
0

C Arip Nurdin : saya udah beberapa kali ke cilember sama rombongan dan semua bawa dslr,ga pernah ditagih apa2.
Buat jaga2 sih pas d tmpat jaga tiket kamera jangan dikeluarin dulu.dstu banyak oknum rese emang.krna ga ada pungutan resmi untk foto disana.

21 Maret 2010 21:40:03

0
0

musium fatahillah, free kalo bawa pocket dan SLR, cuma bayar karcis masuk saja. kalo prewedd bayar Rp. 350.000 (harga tahun lalu, kayaknya masih sama sampai sekarang).

Katedral Jakarta, Free.
kalo mo foto prewedd free juga, tapi konfirmasi dulu3 hari atau seminggu sebelumnya. tidak boleh foto prewedd didalam gereja.

21 Maret 2010 21:47:35

0
0

Banjarmasin....
Motret di pasar terapung Lokbaintan => Free
palingan cm mbayarin naik kapal (kelotok) menuju lokasi aja

btw, boleh dong klo emg ada bukti pembayaran resmi di upload juga foto/scan gbrny, biar tau klo itu resmi... IMHO happy

21 Maret 2010 21:50:34

0
0

isi absen dari Bengkulu om Anif..

Sepanjang pantai di Bengkulu dari ujung ke ujung gratisssss..! Kecuali yang udah ada pos jaganya.. tapi cuma bayar tiket masuk kok..
Pulau Tikus gratissss..!
Pulau Enggano gratissss..! cuma harus 12 jam naek ferri yang mabok..big grin ongkos ferri kalo gak salah 30 ribu/orang
Benteng Marlborough cuma isi buku tamu dan bayar tiket masuk aja
Eks Tambang Emas di kab.Lebong gratissssss..!
Wisata pemandian air hangat Air Putih di kab.Lebong cuma bayar tiket masuk aja kalo gak salah.. big grin

Sekian dulu.. berikutnya bakalan ditambah kalo sudah ingat.. blushing

21 Maret 2010 22:46:01

0
0

asikk asikk.......... akhirnya nemu juga thread ginian...
thanxx untuk mas anif ideanya...... ajibb... thumbs up

sampe sekarang pun masih kecewa motret harus clingak clinguk ,, ribet kalo di tegor....

minta juga dong daerah-daerah rawan untuk foto yang berbau kriminalitas masih tinggi....??

21 Maret 2010 22:51:56

0
0

SPOT buat Macro :
Cibinong Gratissssssssssss buat Macro....laughing laughing laughing
Dapet singkong rebus lagi...whistling

21 Maret 2010 23:04:11

0
0

Prewed di Bandung :

1. Taman Hutan Raya, Dago - Free, paling cma bayar tiket masuk aja, lupa bayar 10rb atau 5rb per orang + klo mw mobil ya mobil jg bayar tiket, biar g capek jalan2....

2. Daerah sekitar gedung Merdeka - Free n selama ini g pernah didatengin orang2, paling diliatin ama yg lg jalan aja.... hehe....

3. Braga - spot sejuta umat, ini pun memang always free.......

21 Maret 2010 23:06:55

0
0

Serbuuuuuu...Cibinong..............!!!!!
ada master macro disana, Om Andiyan dan Om Anif...........

21 Maret 2010 23:25:56

3
0

Bang Anif, thread yang menarik untuk saya, karena saya sering mengalaminya hampir setiap tahun di Indonesia dan seperti biasa jawaban saya agak OT.

Semarang (Maret 2010)
Setasiun Tawang di Semarang.
Saya didatangi seorang Satpam dengan muka beringas ketika lagi asyik asyiknya membuat foto foto hiasan Jugend Still yang berada di didalam stasiun Tawang dengan kamera Panasonic Lumix G1 tetapi dengan accessories yang membuat kamera tsb menjadi besar mirip sebuah DSLR, untung isteri saya langsung menangani, mungkin karena bule bertubuh lebih tinggi dan blond dan dijawab dengan cara yang sama bringasnya dalam bahasa Indonesia akhirnya si Satpam takut sendiri.

Sedangkan 2 orang teman saya dari Austria malah keluar masuk stasiun tanpa karcis peron dan membuat foto foto dengan Canon DSLR, mereka berdua tidak di apa apakan.

Solo (Maret 2010)
Keraton Surakarta Solo, diminta karcis kamera Rp 3.500,- per kamera, setelah itu pengunjung dapat foto foto dengan DSLR kamera.

Jepara (Summer 2008 dan Maret 2010)
Pelabuhan pasar ikan di Jepara
Di pelelangan ikan Jepara tidak ada Satpam, tetapi persis diseberang pelelangan ikan ada kantor deperteman Perhubungan atau DLLAJ. Dari sini saya mendapat View yang sangat baik untuk membuat foto foto perahu tradisional nelayan Jepara dengan warna warni yang menarik.

Lagi enak enaknya membuta foto dengan DSLR saya didatangi seorang oknum DLLAJ berseragam yang menanyakan izin membuat foto yang saya jawab "tolong pak tunjukan atau sebutkan peraturan mana yang melarang pengunjung membuat foto di pelabuhan kapal tradisional? Kalau memang ada akan saya patuhi"

Karuan saja oknum ini makin berang dan mau merampas kamera saya dan mengatakan "bapak tahu, ini pelabuhan, dipelabuhan dilarang membuat foto"

Karena saya tetap bersitegang, isteri saya datang menyampiri kami berdua dan dengan bahasa Indonesia yang baik isteri saya mengatakan bahwa saya bukan seorang teroris yang lagi membuat foto foto untuk target pengeboman, saya sedang membuat foto foto untuk bahan penulisan, kontan wajah beringasnya berubah menjadi manis dan menyakan apakah saya seorang jurnalis ? Saya mengatakan bahwa saya bukan seorang jurnalis dan saya menulis untuk Internet untuk memperkenalkan daerah daerah yang belum dikenal orang, tak diduga oknum ini malah menawarkan bantuan kalau saya memerlukannya yang tentunya saya jawab dengan sopan bahwa saya tidak memerlukan bantuan untuk membuat foto.

Pelabuhan Kapal Makasar
Kejadian serupa saya alami di pelabuhan Makasar beberapa tahun yang lalu ketika saya lagi asyik asyiknya membuat foto dari orang orang yang sedang naik kapal Pelni, padahal saya sudah mendapat ijin dari Deputy Kepala pelabuhan Makasar yang tidak lain adalah teman lama saya. Beginilah kalau saya tidak mau ditemani dengan seorang "pengawal".

Pariwisata
Indonesia berusaha meningkatkan kunjungan Wisman, salah satu kunci utamanya adalah marketing mengenai dunia pariwisata Indonesia dan fotografi adalah salah satu faktor yang dapat diikut sertakan untuk memperkenalkan dan memajukan dunia pariwisata Indonesia.

Bila setiap pemakai DSLR di tempat tempat umum atzau objek wisata ketika sedang asyik asyiknya membuat foto tiba tiba ditakut takuti atau diperas oleh orang orang seperti Satpam atau premanan, berarti secara tidak langsung orang orang ini menghambat kemajuan pariwisata Indonesia, siapa lagi yang bisa membuat promosi gratisan kalau bukan rakyat indonesia sendiri, promosi ini antara lain dengan memperkenalkan foto foto yang dibuat antara lain dapat melalui forum forum fotografi, blogger atau Flikr atau acara Slide Show dsb.

Desa Trunyan, Bali (Summer 1979 dan terakhir Summer 2008)
Di desa Trunyan, saya mengalami beberapa kali pengalaman yang sangat jelek selama di Trunyan. Disini pengunjung tidak saja di peras untuk dimintakan sumbangan secara paksa, tetapi juga juga untuk membuat foto foto dan kalau anda sial seperti saya, perahu yang mengantarkan anda tidak akan kembali kalau anda tidak bersedia untuk membayar lebih, modus kejadian ini hampir selalu terjadi kalau pengunjung ingin kembali ketika hari sudah mendekati magrib, ini terjadi 21 tahun yang lalu. Setelah itu saya masih 3 kali kesana dan sekarang saya betul betul kapok dan dalam setiap SlideShow mengenai Bali di Austria, saya selalu memperkenalkan metoda pemerasan ini.

Di Trunyan seorang pengunjung harus hati hati ketika mengeluarkan dompet untuk memberi sumbangan, lengah sedikit dompet akan di "sambar" oleh orang desa Trunyan tanpa ada rasa malu sedikitpun.

Ketika Sutan Takdir Alisyahbana masih hidup, saya pernah ditemani beliau ke desa Trunyan, selama ditemani beliau, tidak satupun orang orang disana yang berani ngemis ngemis apalagi memaksa untuk minta sumbangan, mungkin karena semasa hidupnya pak Ali Syahbana sering berkunjung ke rumah pribadinya yang terletak berseberangan dengan desa Trunyan, sehingga beliau dikenal oleh orang orang desa Trunyan.

Perkembangan yang sama juga akan menimpa Besakih, Bali. Pemerasan terjadi terang terangan didepan loket penjualan karcis masuk. Kalau anda tidak mau menyewa motor untuk diantar ke Candi yang hanya berjarak sekitar 1 Km, bila terus didiamkan, suatu hari anda jangan heran kalau nantinya mereka akan menjurus kepemerasan bagi pengunjung yang menggunakan DSLR kamera.

Hal hal semacam ini dimana Wisman yang menggunakan DSLR selalu menjadi incaran para security/Satpam untuk pemerasan tidak saja saya alami di Indonesia, tetapi juga di Simbabwe pada tahun 2000 dan di Cyprus utara yang diduduki Turki, karena disini banyak sekali lokasi militernya, salah salah membuat foto, kita dituduh sebagai mata mata.

Salam dari Vienna, Austria
(etoy) Subagio Rasidi Kusrini

Kategori