Forum

Nicko Darwis | 23 Januari 2010 16:18:31 |

Bahas Peralatan > Nikon

0
0
55
Dilihat : 4707
Bagikan :

Akhir 2009 kemarin / awal tahun 2010 ini, dapat kerjaan print advertising (billboard) untuk tahun 2010, dari perusahaan swasta di Jakarta

Semua lancar saja walaupun sempat "dead lock"...akibat muncul problem tehnis ?

Sessi motret model tsb untuk billboard besar ( 8m x 3.5m).
Hasil nanya ke partner cetak saya, "minimal file printingnya 8 MP untuk hasil bagus dan tajam" katanya yakin, berdasarkan pengalaman dia.
Atas dasar itu, maka kamera Nikon D300 (12 MP) saya bawa dan kamera back up nya, Nikon D40 (6 MP). Sementara lensa Nikon 18-200mm yg saya pakai.
Pemotretan berlangsung dikantor pusatnya di Jkt, pada meeting roomnya, skenario yg saya buat, pemotretan jajaran direksi dulu (untuk company profile),
kemudian dilanjut model untuk print ad. billboard.
lampu yg dibawa 100w 3 titik, (paket lighthing trio macan), cuma light stand dibawa yg standar semua hehehe

Ketika Nikon D300 saya hidupkan..ehhh baterainya habis ??
masyaallah....pemotretan mau mulai ? dengan sigap saya pakai kamera back up Nikon D40..motret direksi mantap nih, karena print out mereka cuma sebesar kertas A4 (20cm x 27cm)....
saya lanjut motret, nyuruh crew ambil charger kamera Nikon D300...."nggak ada boss" katanya....????
langsung dead lock saya !!!! keringat keluar segede jagung....hehehe... namun mesti menerapkan "manajemen krisis"...
tetap tenang walau "awan kelabu" menyelimuti jiwa saya....bismillah saja.

Sessi kedua, motret model saya pakai Nikon D40, sambil dalam hati ingat partner cetak gue bilang..minimal 8 MP ?? kamera Nikon D40 cuma 6 MP ?? blank spot terjadi....
sampai dirumah gue lupa juga untuk nge-set ke RAW Nikon D40 saat motretnya...hwarakadahhh

Kemudian, dihari selanjutnya, saya coba keluarin ilmu lobby, untuk usul ulang pemotretan modelnya saja...alasan kostumnya coba yg lain...yg lebih glamour
ternyata GAGAL, hehehe....alasannya budget mungkin ?, pak boss (owner) pengennya yg sudah ada saja di bereskan...hehehehe...


Jadi pemotretan billboard dan company profile berujung dengan kamera Nikon D40...hehehehe happy
ini proses, alat dan hasil foto lainnya untuk billboard & company profile



Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

23 Januari 2010 16:18:58

Di studio rumah, saya buka file pemotretan tersebut..

Pemotretan tidak ada crop factor...full image ambilnya...pas dilihat dikomputer image sizenya cuma 2,1 MP...waduh...ini karena lupa set ke RAW pas motret, pakainya cuma large JPG



23 Januari 2010 16:20:14

Saya buka photoshop...naikin image size 2 kali lipat...sharpness sepantasnya, dengan tetap memperhatikan ketajaman jangan sampai pecah....mentok sudah di 4MP.....
target mesti lebih dari 8MP ?? (cetak size 8m x 3,5m) sesuai rekan cetak saya kasih batasan.

Selanjutnya rambutnya saya gambar diphotoshop pakai wacom graphic tablet pen (pengganti mouse) hehehe biar rapi tersisir tongue

Setelah selesai saya mendesain lay out dan ketikan...saya save file...Alhamdullilah file sizenya total 16 MP (foto + text desain)...
jauh dari batas minimal yg diberikan rekan cetak billboard saya....amin happy



23 Januari 2010 16:20:20

Kejadian ini membawa hikmah :
1. Menyiasati problem dilapangan dengan tenang dan kreatif...
2. Jangan kuatir jika memiliki gear dan peralatan pendukung pas-pasan untuk ekspansi kerja. yang penting hasil akhir jangan sampai buyer kecewa.
3. Mendalami Ligthing studio sangat membantu untuk mengeluarkan detail gambar dan ketajaman.
4. Penguasaan photoshop, ilustrator sangat mendukung karir fotografi saat ini.
5. Feel Free...Life Is Beautifull happy


sukses sudah print ad. (billboard) tersebut,
tulisan bengkok (jadul) nama hotel, itu masuk ke logo perusahaan, jadi nggak bisa rubah jenis font...hehehhe
Lokasi pemasangan diatas bukit, samping jalan raya puncak depan hotel cikopo yg ukuran 8mx3,5m....
billboard lainnya diseputar jalan puncak dipasangnya.

fotografi, DI & desain : nickodarwis
model : Flemi
klien : Arion Holding Company

hasil foto lainnya dengan Nikon D40, ketika kamera back up menjadi kamera utama



23 Januari 2010 16:40:29

Keyen,... plus takjub,...
Ditangan profesional...
Ga ada kata maksa oom...

23 Januari 2010 17:00:04

thumbs up thumbs up thumbs up thumbs up thumbs up

Hilang lagi deh niat up-grade kamera (alesan ga punya duit) big grin

D40 rock

23 Januari 2010 17:03:13

Selamat om..untung ad bek ap kamera.kl gk ad,masa pake kamera HP...big grin

23 Januari 2010 17:28:54

Tanya om...BG akhir yang dipake putih tapi knp pas motret pake BG biru bertexture? kalo BG putih nyeleksinya bukannya lbh gampang om? ada alasan khusus gak om?

23 Januari 2010 18:13:57

Salut bos Nicko, tetap tenang dan berpikir jernih saat terkena "dead lock" beberapa kali applause

Tapi kalau boleh saran, sekedar menambah hikmah yg sudah anda sebutkan diatas:
Harus punya/membuat check-list untuk setiap jenis assignment yg ada dan melakukan check-list satu atau dua malam sebelumnya, sama seperti seorang pilot melakukan pre-flight check sebelum terbang.
Check-list ini berupa list dari "what to bring", "what to test" dan "what to do".

Kenapa?
- (satu) karena hikmah yang anda tulis saya anggap bukan sebagai "pre-emptive measure" (baca: kesiapan) untuk mencgah sakit tapi lebih sebagai tindakan pengobatan.

- (dua) Karena itu akan menjamin dan menjaga ke-profesionalitas-an anda. Anda akan well prepared dan yakin bahwa semua equipment yang akan anda bawa untuk job anda, semua dalam keadaan bekerja dengan baik dan tidak ada satu pun item yang tertinggal. Anda pun akan jujur 100% ke-client bahwa apa yang anda lakukan sudah 100% by the contract
"Everything (the war) will go by the book", kata Sun Tzu hee hee

Sedikit contoh "pre-flight" list:
- Kamera utama dan kamera backup: usahakan sama atau sekelas, kalau tidak bisa usahakan bahwa kamera backup mengunakan jenis memory card dan battery yang sama, ini akan memudahkan anda. Anda bisa memaksakan agar kamera backup dan kamera utama sama dengan menyewa dan memasukkan cost sewa tsb ke client.
- Bawa minimum 3 battery, fully charge malam sebelumnya
- Bawa minimum 3 memory card, periksa dan kosongkan (format) memory card malam sebelumnya.
- Bawa 2 charger untuk battery kamera
- Periksa lensa yg akan dipergunakan.
- Periksa dan test flash yg akan dibawa. Fully charge battery.
- Test kamera utama dan backup satu malam sebelumnya dgn lensa, battery dan memory card terpasang (juga dgn flash), lakukan minimal 10 test shot. Periksa hasil
- Siapkan dan periksa semua peralatan pendukung lain, seperti filter2, trigger, tripod, remote release, dsb.
- Siapkan tas/bag camera dan masukan semua peralatan diatas satu malam sebelumnya, dan lakukan item check.
- Siapkan document (jika ada), tiket & paspor (jika ada), konsep paper (jika ada), contact person list & number, dsb. satu malam sebelumnya.

DIjamin ada akan bisa tidur lebih tenang dan tidak mengalami berbagai "dead lock" seperti yg anda sebutkan, dan dijamin umur anda akan lebih panjang big grin

Mungkin kalau saat ini anda beruntung dgn berhasil mengatasi kendala dilapangan, belum tentu lho lain kali.
Tanpa sebuah check-list, seperti pepatah bilang, "Sepandai-pandainya domba melompat, suatu saat akan dihidangkan di piring dihadapan saya" hee hee

23 Januari 2010 18:14:43

hebat juga. pelajarannya persiapan yang matang (termasuk nge-charge) maka separuh kerjaan selesai (dan ga sampe nambah2 ngrepotin diri sendiri =)

23 Januari 2010 18:45:55

Setuju kang YY, sikap profesionalisme mestinya sudah ditunjukkan mulai dari saat persiapan.
Ini malah dibikin thread dan jelas2 menunjuk nama kliennya. Kalau klien sempet baca thread ini gimana ? Tapi salut atas usaha 'penyelamatan' nya boss.

23 Januari 2010 18:47:16

Wah salut nih, creative banget, btw saya agak heran sih buat professional photographer kayak anda ada hal-hal yang ngga biasa buat professional:
- ngga ada batre cadangan buat kamera utama
- ngga bawa charger batere kamera
- pada waktu motret dengan kamera back up (crisis management), kok ya ngga sempet set ke RAW

thanks buat sharingnya, teman saya juga pernah motret buat iklan billboard untuk di jalan toll dengan kamera D70, tapi emang pake RAW dan setelah di edit di PhotoShop di save as dalam TIFF sebelum masuk cetak

23 Januari 2010 19:34:27

lo emang jago bro, walau tampang lu sebaliknya <---balas dendam, ,mode =on laughing

anyway thanks for sharing

23 Januari 2010 19:45:57

Mas ND thank you buat sharingnya,

buat Pak YY juga, thank you sharingnya..

OOt dikit ah, iklan hotel kok pake portret neng geulis gitu hehehe?

23 Januari 2010 19:53:05

bukannya kalo di gedein jadi 8x3,5m itu jadinya di halftone juga nggak ngefek2 amat? maap, komentar n00b big grin

23 Januari 2010 20:31:51

saya heran knp gak ada baterai cadangan..terlalu ceroboh utk order sepenting ini...tanpa persiapan,langsung ambil perlengkapan asal sambar...

23 Januari 2010 22:13:28

Poor & weird story..

23 Januari 2010 22:14:45

Maaf! Double post akibat koneksi buruk..

23 Januari 2010 22:19:57

salut sama mas TS.. thumbs up

23 Januari 2010 22:32:24

@ dwi & agus...tx ya...hehehehe
@ sina...keep bro Nikon D40nya mantap
@ bayu...awalnya moter jajaran direksi pakai bg itu...trus nggak diganti...karena crop disekitar baju begitu gampang & cepat,
karena emang rambut niatnya di gambar ulang diphotoshop pakai wacom graphic tablet pen (pengganti mouse) hehehe biar rapi tersisir
kemudian dalam pengajuan ada pose tertentu yg gue jagoin...
dan bg bergaya rada renaisance (gampang blending) pada bg abtrak tersebut, eh ternyata tidak lolos...malah pilihannya itu.... happy



@ bang YY yg saya kagumi...tx banget...infonya sangat berharga bagi saya dan kita semua...seperti ini feed back terbaik dalam suatu tread...bravo bang
awalnya terlihat full pada batt saya...tapi nggak dipakai shoot seperti yg bang YY sarankan. Pas saya pakai...eeehhh ngedrop big grin



@ donny & danu...setubuh !..eh setuju happy

@ mula....gue mah fotografer bukan professional...tapi fotografer "palugada" apa lu mau gue ada bro...hehehe...tx
@ bro vic....hehehehe bisa aja lu...hahahha laughing
@ tommy...maunya buyer begitu happy...sama pertanyaannya ketika pak SBY buat iklan pilpress kemarin, banyak yg mempertanyakan...
simpatisan bahkan pesaing "kenapa jigle lagunya nada lagu indomie new release" tongue
(gue kebetulan official fotografer acara salah satu partai saat itu,
dan dengar mereka sedikit membahas tanggapan pro/kontra masyarakat simpatisan dan pesaing terhadap lagu tersebut)....
dan jingle "indomie new release" tetap melintas secara berkala di tv saat itu..."esbeyeeeee...pili-hankuuuuuu" hee hee
@ marcel....maap juga deh hahahaha happy



@ willy...dulu gue juga heran...waktu jual ligthing "trio macan" 100ws dan "murmergus" 100ws bergaya pro th 2006 akhir/th 2007 awal di FN ini,
tanya kenapa, ada senior bahkan salah seorang mod di FN yg mempertanyakan kecerobohan saya akan iklan "trio macan" 100ws dan "murmergus" 100ws, pakai text "bergaya pro"...
seperti tanpa persiapan ????
saya bilang ke mereka...saya bismillah dalam bekerja...sudah tentu saya pikirkan dong tip dan trik nya happy
akhirnya mereka memahami kreatifitas dan pembuktian saya...bahkan beli paket tersebut pada akhirnya whistling



@ nove : kecian deh big grin
@ dedi : tx...enjoy happy

23 Januari 2010 22:39:02

terimakasih atas sharingnya happy

Kategori