Forum

Tedy Tirtawidjaja | 07 Juli 2009 23:46:19 |

Warung Kopi Fotografer.net > Bincang Bebas

0
0
41
Dilihat : 2736
Bagikan :

Dear All,
sebenarnya bolehkah kita memotret di tengah acara pernikahan yang sudah ada fotografer resminya? Misalnya yang menikah saudara atau teman dekat, lalu saya ingin memotret mereka; apakah secara etika fotografi dibolehkan?

Mohon sharing pendapatnya mengingat saya cuma pehobi foto dan bukan fotografer wedding beneran. Soalnya tadi iseng browsing2 di forum Wedding....nemu tulisan ini :

http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=828517&p=1

dari beberapa tulisan di thread tersebut, sepertinya fotografer merasa terganggu dengan adanya "fotografer2 tidak resmi".

Sekadar share, minggu lalu saudara saya menikah dan saya datang sambil bawa dslr. Karena takut menggangu fotografernya, saya pun hampir tidak pernah memakai flash...harus puas dengan ISO tinggi dan bukaan besar. Saya pun memotret pun mengambil jarak dari fotografer resminya...at least tidak menghalangi. Sebisa mungkin saya berusaha tidak mengganggu si fotografer. Saya memberanikan diri bawa kamera itu pun karena yang menikah adalah saudara sendiri.

Tapi gara-gara baca tulisan di thread tadi, saya kok jadi agak berpikir....bolehkah seorang pehobi foto memotret di tengah acara wedding seperti itu? Kalau boleh bagaimana etikanya? Kalau tidak boleh apa alasannya? Penasaran dengan tanggapan rekan-rekan, mengingat 2 minggu lagi teman saya menikah....apa masih boleh saya datang dan memotret.

Terima kasih untuk sharing informasinya.



Regards,
Tedy

Beri Komentar

Panduan mengenai tata cara pemberian komentar bisa dibaca di sini

Silahkan login atau daftar untuk dapat memberikan komentar.

07 Juli 2009 23:57:18

Kalau pendapat saya sih boleh2 aja asal gak mengganggu kerja fotografer resmi dan mengganggu jalannya acara.
Betul tuh jangan pake flash, ntr bisa ganggu lampu studio yang dibawa fotografernya alias bisa bikin nyala lampu2nya itu kl ada flash yang ditembakkan.

08 Juli 2009 00:21:46

Saya pun memotret pun mengambil jarak dari fotografer resminya...at least tidak menghalangi.

Bukan hanya mengambil jarak dan menjaga agar tidak menghalangi Mas, tapi juga jangan berlawanan yang berakibat anda masuk frame.




bolehkah seorang pehobi foto memotret di tengah acara wedding seperti itu?

Boleh-boleh saja Mas.




Kalau boleh bagaimana etikanya?

Tidak mengganggu jalannya acara dan tidak mengganggu fotografer utama.




Kalau tidak boleh apa alasannya?

Bukan di sini Mas nanyanya, tapi tanya sama photographer on duty-nya.





IMHO

08 Juli 2009 00:36:23

Lengkap sudah jawaban yang diberikan om Papz.
Sangat komplit dan jelas.

08 Juli 2009 00:40:10

@ Bayu : thanks untuk pendapatnya...sekadar ingin tahu bagaimana pandangan/pendapat para wedding fotografer saja sih. Rasanya konyol juga sudah bawa2 kamera ke acara nikahan, sampe di sana fotografernya bilang "maaf anda ga boleh motret di sini" big grin

08 Juli 2009 00:46:44

Disinalah perlunya komunikasi dengan fotografer utama atau saling menyapa sekedar basa-basi disamping seperti yang dijelaskan Om Papz.

08 Juli 2009 01:21:31

Asal tidak menggangu & yang punya acara tidak masalah, ya keep take picture aja.. Flash off better.. Lumayan bisa untuk upload / jadi portfolio.

08 Juli 2009 01:24:22

boleh dong.....kata siapa gak boleh?
yg penting kita saling menghormati dan gak ganggu tugas fotografer utama / yg dapat job dr yg punya hajat....


pengalaman, bbrp waktu lalu ada keluarga deket yg meried, kebetulan mrk minta sy moto, pdhl mrk ngontrak fotografer wedding jg... akhirnya biar keluarga seneng dan sy gak ganggu tugas fotografer utama, sy mikir mau candid aja....

eh..gak taunya pas hari H, saat ketemu sm fotografer utamanya...setelah ngobrol2 dikit...trus saat dia lihat gear sy, (dr raut mukanya ) sptnya dia malah mikir sy fotografer utamanya.....ngeper dia... laughing laughing laughing maaf, mungkin krn gear punya dia beda kasta jauh dng punya sy....

akhirnya biar dia ttp PD dan krn sy menghargai tugas dia, sy moto pake tele terus....candid2an terus.....tiap ketemu, dia malah nawarin posisi terus... "...dr sini aja mbak... gak kedepan aja mbak?... hehehhehe......fotografer yg baik..... laughing laughing laughing laughing laughing

08 Juli 2009 01:45:46

Jika pihak pengantin mengizinkan tidak apa-apa, apalagi jika yang punya hajat adalah kenalan/saudara/keluarga tentunya tidak masalah.

Intinya: Dapat Menghargai fotografer utama dalam melakukan tugasnya, mereka hadir karena dipercayakan dan dari pekerjaan itulah nafkah di dapat.

08 Juli 2009 01:51:20

@Rohaya Dewanti.... fotografernya bukan terpesona sama gearnya.. tapi sama fotografernya kali yaa... hee hee hee hee hee hee

08 Juli 2009 01:51:40

boleh!

malah kadang-kadang fotografer resminya membantu mengarahkan pose sebelum dipotret oleh para tamu undangan yang bawa kamera----apapun itu kameranya...

Kadang-kadang masing-masing pihak keluarga mempelai perempuan dan mempelai laki-laki menyewa fotografer sendiri tanpa pemberitahuan kepada fotografer yang disewa masing-masing pihak...

08 Juli 2009 01:57:31

@ Widianto : setuju....:-p

@ Rohaya : candid di wedding pake lensa ukuran berapa Mbak kl boleh tau? sudah 2 orang menyarankan jangan pake flash....berarti harus mengandalkan bukaan besar donk ya....

08 Juli 2009 02:01:17

kalau aku jadi fotografer utamanya.. terus banyak tamu yang fotografer juga... aku tinggal bawa storage... terus biar mereka yang motret.. ntar filenya aku minta...... hemat SC.. laughing

08 Juli 2009 02:14:52

Saya sependapat dengan Pak Dokter.
Silahkan Mas kalau mau ikutan memfoto. Tapi harus tetap diingat, hormati sang fotografer wedding tersebut dengan cara tidak menggunakan flash dan selalu berada diluar frame sang fotografer.
Alasan tidak menggunakan flash supaya tidak mengganggu sistem lighting yang si fotografer sudah bawa, rancang, dan setup dengan sangat hati-hati.

Berilah kesempatan si fotografer mengambil posisi dan momen yang terbaik karena dia kan sedang mencari nafkah sedangkan kita hanya dimintai tolong. Ssst, jangan ngerusak rezeki orang, ga barokah...

Sekalipun kita mungkin punya dan bawa gear yang dahsyat sekalipun tetep biarkan sang fotografer mendapat keluasaan menjalankan tugasnya.
Mungkin kita bisa sibuk memfoto momen-momen yang sering luput dari fotografer wedding seperti memfoto keluarga yang hadir, para tamu dan ekspresinya dengan candid.

08 Juli 2009 02:15:30

ada cara yang iseng banget untuk mengatakan secara halus bahwa "hanya saya yang boleh motret di sini" pada pesta pernikahan.

1. Pasang lampu studio, kasih power maksimal agar recycle time-nya agak lebih lama...
2. Ukur pencahayaan pada kamera anda agar sesuai dengan power lampu studio.
3. Pasang optical trigger...jangan lupa gunakan IR trigger atau matikan preflash pada built in flash kamera...
4. Lihatlah...LCD kamera para tamu yang menggunakan preflash dipenuhi oleh gambar-gambar yang underexposure... laughing laughing dan yang tidak pakai preflash overexposure... laughing laughing
5. Andalah penguasa cahaya di tempat itu hehehehhehehe... tongue

08 Juli 2009 02:22:01

@ Tegar: Kalau orangnya ngerti fotografi abiees dengan ukur flash yang dia bawa sendiri dan saking ngototnya berada berlawanan dengan kamera sang fotografer, jangan2 malah foto2 fotografer wedding nya yang jadi amburadul dengan banyak efek ghost masuk ke frame. tongue

08 Juli 2009 02:26:54

@Yohanes: Ya asisten fotografer dikaryakan lah... ngapain mahal-mahal kasih upah asisten kalau nggak buat jaga lampu studio biar nggak ada yang berani nyentuh settingan lampu hehehehehheehehheeeee.... tongue

08 Juli 2009 02:29:11

Hanya menyimpulkan jawaban kaka2 diatas, Boleh dengan etika :

- Sudah mendapat izin dari yang punya hajat dan atau EO nya

- Adanya komunikasi dengan fotografer utama, jika ada termasuk mengikuti aturan yang diterapkan fotografer utama.

- Tidak menghalangi atau berdiri berlawanan dengan fotografer utama

- Tidak mengganggu jalannya acara & mengganggu fotografer utama (mis. pemakaian flash yang malah mentrigger flash fotografer utama, jika ada slave flash)

- Dapat menghargai fotografer utama dalam menjalankan tugas

- Hanya mengingatkan kembali bahwa fotografer utama mempunyai tanggung jawab hasil foto yang baik utk klien nya sedangkan kita hanya sekedar ikut motret

- Walaupun kita di minta bantuan / di sewa oleh salah satu mempelai, tetap harus komunikasi dan menghargai fotografer utama nya


Saya hanya salah satu tukang foto wedding yang mungkin gear nya tidak sebagus mbak Rohaya dewanti, bukan sekali dua kali merasa terganggu oleh saudara atau teman mempelai yang ikut motret, tapi ada juga yang bisa diajak kerja sama.


salam

08 Juli 2009 02:31:49

@didiet : kl gk slh waktu itu gw ktemu elu deh.... laughing laughing laughing laughing

@tedy : sy pake 70-200 f/2.8 IS mas...

08 Juli 2009 02:33:05

kalau saya jadi fotografer utamanya,saya akan bersyukur banget,setidaknya saya bisa minta beberapa foto candidnya big grin paling sebel kalau dari pihak keluarga pada sibuk moto pakai hp, udah banyakan, makan tempat, pihak pengantin mengiyakan pula..

08 Juli 2009 02:34:13

tulisan saya yang tadi cuman bercanda lho...jangan dilakukan di kehidupan nyata tongue kasihan nanti para undangan yang pada bawa kamera... hehehehehehehee.... laughing

Kategori