Forum

Robert Adolf Izaak,RAI | 19 Agustus 2005 00:06:58 |

Event/Acara > Hunting

0
0
44
Dilihat : 10386


Sebagai pecandu foto landscape tiba-tiba saja mood saya muncul untuk motret sunrise ‘n sunset. Kepingin motret ke pantai. Mau ke Ancol, Muara Baru, atau Sunda Kelapa, kayaknya terlalu sering... d\'oh , bosen... big grin Mau emana lagi ya...??? thinking Ke Pelabuhan Ratu...? Mengapa tidak... Namun...kog jauh jauh dari Jabotabek, ‘n butuh kendaraan minimal mobil ‘tuk ke sana. confused confused

Baca referensi ‘n dengar cerita teman-teman yang pernah ke P.Seribu...wah...kenapa tidak ke sana aja...Khan lumayan ‘dekat’ dengan Jakarta. Oke dech kalau begitu mulai di planingkan ke P.Seribu. happy

Selama hampir sebulan saya bikin planning ke P.Seribu dan berusaha mewujudkan planing itu. Coba cari teman yang berminat untuk join. Kebetulan di salah satu miiis yang saya ikuti ada rencana juga ke sana bulan September. Saya kontak moderatornya, mau gak survey dulu ke sana. Di jawab positif. Jadilah tanggal 13-14 Agustus kemarin kami jalan, lebih tepatnya berlayar ke Pulau Pramuka.

Thread ini saya buat untuk maksud sebagai kegiatan hunting, survey untuk salah satu milis, sekaligus memperkenalkan tempat bagus ‘n alternatif pilihan hunting untuk teman-teman FN, khususnya penggemar landscape happy. Bagi yang belum pernah ke Pulau Pramuka mudah-mudah-an thread ini bermanfaat, dalam arti dapat menambah wawasan baru. Bagi yang sudah pernah ‘n berkesan, mudah-mudahan dapat merefresh kembali tempat ini. happy

Terakhir...liputan diperuntukan untuk teman-teman FN khususnya pencinta landscape...Tidak lupa untuk teman-teman FN Bogor. Thanks atas kebersamaannya... peace sign

Berikut liputannya



19 Agustus 2005 00:09:07

0
0

Hunting sekaligus ke P.Pramuka memang tidak saya buka di thread...Namun hunting ini bukan tanpa ajakan ke beberapa teman. Di thread, ini. saya sempat mengajak teman. Jadi, hunting ke P.Pramuka bukan hunting Private yang eksklusif big grin.

Kami berangkat ber-4, saya, Ricky (anggota FN tidak aktif), Charles Lorryman (Anggota FN mulai aktif), dan Frans. Sebelumnya yang tercatat join 8 orang. Mendekati hari H, mundur 4 orang. Jadilah akhirnya kami ber-4 jalan.

Foto bareng di Pulau Karya, tetangga Pulau Pramuka



19 Agustus 2005 00:11:40

0
0

Mood cari suasana lain untuk capture sunrise ‘n sunset dalam waktu dekat demikian menggebu-gebu... blushing Saya harus jalan...Lagi kepingin banget ke pantai untuk shoot sunrise ‘n sunset, dengan tambahan variasi obyek kapal. Pertanyanya, kemana...? Ke Pelabuhan Ratu, pilihan menarik namun cukup jauh juga. Akhirnya pilihan mengarah ke kawasan kepulauan Seribu.

Saya belum pernah jelajah ke kawasan Pulau Seribu confused . Hanya pernah dengar namanya Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Air, Pulai Bidadari, dll...dll...Sementara untuk ke Pulau Pramuka itu sendiri belum pernah. Berbekal beberapa tulisan menarik, antara lain tulisan..... ‘n searching di google, cukup memberikan informasi happy.

Sempat bingung saat mencari kontak person untuk booking penginapan. Di travel biro gak ada... Informasi via tulisan di internet yang saya kumpulkan gak jelas juga. Ada teman bilang, gak perlu nginap, pulang hari juga bisa. Tapi...saya khan ingin motret sunrise ‘n sunset, ya harus nginap lah. Beruntung via salah satu milis saya dapat kontak person penginapan di sana. happy

19 Agustus 2005 00:12:40

0
0

Agak susah juga saya cari informasi penginapan di P.Pramuka, terutama kontak person. sad Begitu dapat no telp/Hp yang bisa di hubungi, segera saya kontak ke sana. Saya dapat kabar untuk weekend bulan Agustus penginapan full book. Kecuali tanggal 13-14 Agustus. Karena ngga ada pilihan lain, saya booking aja tanggal segitu... happy

Tapi...bukankah itu tanggal 13... d\'oh Agak ngeri juga berangkat tanggal 13. Bukan angka 13 angka “sakti”... iiii...ngeri... worried apalagi saya belum pernah naik kapal yang berjam-jam... d\'oh Badan gede gini gak jamin kalau gak takut... big grin

Tapi.. thinking thinking thinking

Dorongan untuk hunting Sunrise, Sunset, dan cari nuansa landscape demikian menggebu-gebu... happy Konon katanya, zodiak Aries kemauannya sangat kuat. Kalau sudah mau ya harus terwujud... big grin ... iya juga ya khan ... laughing laughing Saya dilahirkan di Zodiak Aries, apa yang pernah saya dengar ‘n baca benar juga... Mengenai angka 13... thinking thinking ah bodo dech... Bukankah angka 13 itu sebelum angka 14 dan sesudah angka 12... not more... so... ??? tetap jalan... Sempat juga mau nimpuk teman ku pake permen saat dia bilang... whew! whew! ‘dof...loe nekad berangkat tanggal 13...gw doa-in dari sini...

19 Agustus 2005 00:13:42

0
0

Saat cari informasi penginapan Saya juga dapat informasi paket wisata ke P. Bidadari....cuma...duh...duh...mahal banget... paket wisata hampir sejuta... surprise Coba dech cari yang murah-muriah...macam hunting ‘backpacker’ dech... happy

Akhirnya terwujud hunting murah meriah ke Pulau Pramuka. Perinciannya biaya utama yang saya keluarkan.

Sewa penginapan 1 kamar, AC, kamar mandi dalam, TV, di Villa De’Lima, Rp 275.000,- Bisa muat 4 sampai 5 orang. Sebenarnya 7 orang pun muat...Namun pihak pengelola gak ijinkan. Kami sharing ber-4, satu orang saweran 70 rb. happy

Foto di bawah ini Villa De’lima, yang punya 5 vila bertingkat 2, dengan total kamar 10 kamar, dengan maksimal daya tampung 50 orang. Kalau mau dipadetin 75 orang juga bisa. Foto (2), mas Untung & mas Benny, ‘receptionis’ Villa De’lima.

Selain villa De’Lima ada juga Wisma Tamu milik Perhutani. Harganya 225-250 rb per kamar. Daya tampung hampir sama Villa De’lima. Wisma Tamu ini umumnya penuh. Yang ingin nginap di sana lebih baik kontak pengelola dulu.



19 Agustus 2005 00:16:10

0
0

Naik kapal, namanya Ojek Kapal Tingkat via Muara Angke 18 rb sekali jalan, lama perjalanan 2,5 – 3 jam, tergantung ombak. Berangkat dari Muara Angke jam 8 tepat. Kami tiba jam 10.45, setelah kapal mampir dulu di Pulau Untung Jawa. Setiap hari kapal jalan kalau tidak carter. Fasilitas kapal lumayan oke, meski kapal kayu. Ada Tv untuk mengisi perjalanan, toilet yang lumayan bersih. Foto 1, Kapal Ojek Tingkat.

Mau yang lebih mahal dikit juga bisa. Naik dari Dermaga 19 Ancol. Nama kapal “lumba-lumba”. Foto 2. Harganya 55 rb dari Ancol. Cuma harus tanya jadwal berangkat ‘n booking dulu. Dianjurkan sudah beli tiket seminggu sebelum berangkat. Kontak person : ibu Kiki, 021-6406166. Lama perjalanan dari Ancol sekitar 1.5 jam.

Yang kami jalani, pergi naik dari Muara Angke naik Ojek Kapal Tingkat, pulang naik kapal lumba-lumba turun di Ancol. ‘heran’nya kami kog hanya di charge 35 rb...Jadi total biaya transport ke Pulau Pramuka PP, 52 rb. Kapal berangkat jam 14.45, tiba di Ancol jam 16.30.

Sebagai catatan tambahan, kami pulang dari P.Pramuka jam 14.45. Begitu lepas dari P.Pramuka, ombak lumayan besar... sigh Kondisi ini terus sampai Ancol. Di anjurkan, perut jangan terisi penuh, ‘n minum obat anti mabuk batting eyelashes. Dianjurkan juga, kalau ada pilihan, ketimbang naik kapal Ojek Tingkat, mending pilih kapal ‘lumba-lumba’ yang saya recomendkan, meski lebih mahal dikit.



19 Agustus 2005 00:17:44

0
0

Selain kapal di atas, sebenarnya ada juga yang lebih murah. Berangkat dari Muara Angke. Cuma kapalnya lumayan kecil. Di kapal hanya bisa duduk. Kira-kira kapalnya seperti ini.



19 Agustus 2005 00:20:37

0
0

Di Villa De’lima tidak ada restoran, namun bila membutuhkan makan tetap bisa order. Pun juga ingin ikan lezat, bisa order dengan harga lumayan murah. Untuk non ikan, urusan makan di P.Pramuka sangat mudah. Tidak jauh dari Villa ada rumah makan padang. Mau makan baso pake nasi juga ada. Ini juga yang kami lakukan. Mengenai harga...relatif sama dengan Jakarta. Contoh, kami makan baso + nasi + teh Botol pake es, Rp 7.500.

Mau irit biaya lagi juga bisa. Bawa pop mie, lalu minta air panas, oke dech. blushing blushing

19 Agustus 2005 00:21:40

0
0

Sepertinya ini penting di ketahui, terutama menyangkut urusan charge battery. Di Pulau Pramuka listrik sudah ada. Pun juga di Villa De’lima. Cuma ada jam-jam tertentu listrik mati. d\'oh

Jam mati listrik, pagi jam 6 – 8, sore 15-17.30. Itu jam resminya. Dalam praktek, yang kami alami, listrik mati jam 2 – menjelang magrib. Kemudian, paginya jam 7 sampai 9. Di anjurkan battery kamera dalam kondisi full saat berangkat. Sukur-sukur ada battery cadangan. Atur strategi agar battery tetap on... Misalnya, saat istirahat ‘n listrik nyala, segera charge.

Bila perginya rame-rame, apalagi kalau yang berangkat fotografer semuanya, dianjurkan bawa konektor listrik (paralel). Berhubung stop kontak di kamar hanya 2. Pengalaman kami, sempat ‘rebutan’ listrik juga. Apalagi listrik tidak 24 jam.

19 Agustus 2005 00:22:59

0
0

Berikut tulisan Charles Lorryman di salah satu milis, yang merupakan laporan perjalanannya. Dengan seijin beliau saya serta di thread ini. Mudah-mudahan menambah informasi yang berguna

Perjalanan kali ini merupakan survey untuk acara salah satu milis, selain itu juga untuk hunting foto terutama sunrise dan sunset di tepi pantai. Dari 8 orang yang hendak ikut, ternyata hanya kami berempat yang jadi berangkat. Kebetulan kami berempat berhobi sama yaitu fotografi dan juga anggota Fotografer.Net.

Sabtu 13 Agustus 2005

Berawal dari ajakan Frans Lim untuk ikut survey ke Kepulauan Seribu terutama Pulau Pramuka, akhirnya saya memutuskan bergabung sekaligus hunting foto bareng. Kami berempat yaitu Charlie, Adolf, Frans dan Ricky tiba di pelabuhan Muara Kamal untuk naik kapal menuju Pulau Pramuka. Malam sebelumnya kami menginap di rumah orang tua Adolf untuk kepraktisan keberangkatan. Tepat jam 8.00 kapal mulai meninggalkan dermaga. Cuaca pagi itu cukup tidak bersahabat alias mendung berkabut. Kami nyaris pesimis karena cuaca tidak mendukung untuk menghasilkan foto-foto yang berkualitas. Sekitar 2 ½ jam perjalanan dengan ongkos hanya Rp 18.000,- ditambah snack sebungkus biskuit dan segelas air mineral, kami tiba di dermaga Pulau Pramuka.

Setiba di dermaga, kami langsung menuju tempat kami menginap yaitu Villa D’Lima. Penginapan ini tergolong masih baru dan pernah saya pergunakan sewaktu diklat diving bulan Maret lalu. Kami bertemu dengan kontak person kami yaitu Pak Untung. Kami memperoleh kamar no. 4B yang ternyata di lantai atas. Lantai bawah dipergunakan oleh teman-teman saya dari Klub Jawws : Firman, Andri, Apauw dan Surya yang tak lain instruktur diving saya. Menurut Pak Untung, mereka sedang mengadakan diklat di Pulau Semadaun dengan tiga orang murid sepanjang hari itu.

Sekedar info, penginapan ini terdiri dari 5 buah cottage berlantai dua. Tiap lantai berisi kasur pegas dua buah dan maksimal hanya boleh menampung 4 orang saja. Kamar mandi cukup besar dengan kloset duduk dan shower. Listrik dimatikan sepanjang pagi hingga menjelang sore untuk penghematan. Air tetap mengalir dengan listrik dari generator solar milik penginapan.

Sesampainya di kamar, kami langsung membereskan barang-barang dari ransel. Setelah itu kami beristirahat alias tidur karena cukup lelah terutama buat mereka yang mabuk laut. Sekitar pukul 13.00, kami mandi dan mempersiapkan peralatan foto. Kamera, lensa, filter, tripod termasuk air minum adalah perlengkapan wajib yang dibawa. Sekaligus kamipun mencari tempat makan, maklum sudah jam makan siang. Rencana kami siang itu adalah makan siang, ke penangkaran penyu dan tentu saja sembari foto-foto. Mulailah kami berjalan masuk ke daerah permukiman penduduk. Akhirnya kami makan siang di sebuah warung baso yang cukup sederhana dan laku keras karena bertepatan dengan kepulangan anak sekolah.

Dari warung baso tadi kami menuju penangkaran penyu sisik. Di dekat penangkaran penyu ini ada juga penginapan berbentuk mess yang dapat disewa. Bahkan dalam satu mess bisa menampung sampai 15 orang. Kami bertemu dengan Pak Joko yang telah dihubungi oleh Adolf via telpon mengenai kedatangan kami. Selanjutnya kami menuju tempat penangkaran penyu. Di dalam ruangan semi permanen yang cukup besar terdapat sekitar 10 bak air. Masing-masing untuk menampung anak-anak penyu berdasarkan umurnya. Di salah satu bak terdapat tiga ekor penyu sisik dewasa, satu diantaranya cacat dengan bentuk tempurung yang abnormal akibat pencemaran. Di penangkaran ini juga para penyu tersebut dipersiapkan untuk dilepas di laut bebas. Ditempat penangkaran ini juga dijual tanaman bakau dalam kantung-kantung polybag untuk ditanam di pantai. Harganya kalau tidak salah Rp 1.500,- untuk satu polybag. Penangkaran ini juga melepaskan penyu-penyu sisik tersebut ke laut pada waktu-waktu tertentu.

Selepas dari penangkaran penyu, kami berjalan menyusuri pantai yang cukup bersih. Kami berhasil menangkap moment dan beberapa obyek yang menarik untuk difoto. Pasir pantai cukup bersih yang sayangnya di beberapa tempat masih terdapat sampah baik sampah rumah tangga. Tak terasa kami mengelilingi Pulau Pramuka dalam waktu 2 jam lebih. Itu karena sering berhenti untuk mengabadikan obyek dengan kamera kami. Sore hari kami pun sampai di penginapan. Saya dan Frans menyempatkan diri untuk merasakan air laut dengan menceburkan diri dari dermaga. Sekedar snorkling biasa sekitar dermaga. Namun perlu berhati-hati karena banyaknya bulu babi disekitar dermaga. Sekitar pukul 6.00 sore kami berempat sudah duduk di dermaga dengan peralatan fotografi masing-masing yang sudah terpasang rapih. Matahari terbenam dengan pemandangan lautan lepas menjadi incaran kami. Cukup banyak obyek yang kami temui termasuk anak-anak pantai dengan tingkahnya hingga ojek kapal yang hilir mudik.

Malam hari kami mencari nasi bungkus yang ternyata kami dapatkan di warung baso tadi. Frans dan Ricky memesan lauk dari warung masakan padang di belakang penginapan. Sementara saya dan Adolf dengan lauk mi goreng instan. Setelah makan, kami pun pergi ke dermaga untuk hunting foto malam. Cukup lama kami hunting foto di dermaga tak terasa sudah jam 10 malam. Saya berangkat tidur sekitar jam 10.30 setelah cukup lelah berburu foto sepanjang hari.

19 Agustus 2005 00:24:03

0
0

Minggu 14 Agustus 2005

Pukul 5.30 pagi, Adolf sudah sibuk membangunkan kami untuk hunting foto matahari terbit. Tanpa mandi hanya cuci muka seperlunya saya dan Adolf langsung berjalan menuju pantai tempat penangkaran penyu. Frans dan Ricky menyusul tidak lama kemudian. Awan menggantung tapi perlahan matahari mulai menampakan dirinya sehingga hasil foto-foto pagi itu tidak mengecewakan. Sekitar pukul 9.00 kami kembali ke penginapan untuk istirahat dan sarapan pagi. Cukup lama kami beristirahat hingga sekitar pukul 11.00 siang kami pun pergi ke dermaga untuk menyeberang pulau.

Rencana kami adalah dengan menumpang ojek perahu berongkos Rp 1.000,- perorang menuju pulau Panggang. Pulau Panggang merupakan pulau yang paling padat penduduknya dan hanya ada sedikit pepohonan di pulau tersebut. Sewaktu ojek kapal kami berada ditengah laut, tiba-tiba kami memutuskan untuk mendarat diseberang Pulau Panggang yaitu Pulau Karya. Pulau Karya hanya sedikit penduduknya dan masih banyak pepohonan di sana. Pulau Karya ini juga digunakan sebagai areal pemakaman untuk penduduk pulau sekitarnya. Setiba di Pulau Karya kami langsung menyusuri pantainya. Air laut yang sangat jernih dan kebiruan sangat indah. Sepanjang pantai berpasir putih dan bertekstur lembut dengan pepohonan cemara yang cukup indah dan rapih untuk diabadikan dengan kamera. Hanya sekitar 1 jam untuk mengelilingi pulau ini. Kami kemudian makan di warung dekat dermaga.

Sekitar pukul 13.00 siang kamipun kembali ke Pulau Pramuka dengan menumpang ojek perahu. Setibanya kami langsung membereskan barang-barang untuk bersiap pulang ke Jakarta. Kali ini kami menumpang kapal Lumba-Lumba yang akan berlabuh di Marina Ancol. Ongkosnya hanya Rp 35.000,- dengan kondisi kapal bak kapal pesiar mini yang bersih, tempat duduk yang nyaman serta dek atas yang menyajikan pemandangan laut lepas. Pukul 15.00 kami pun bertolak dari Pulau Pramuka menuju Marina Ancol. Sore itu angin cukup kencang sehingga ombak agak besar mempermainkan kapal sehingga nyaris membuat semua penumpang mabuk laut. Kebetulan saya duduk di dek atas yang walaupun terbuka setidaknya dengan menghirup udara laut bisa meminimalkan rasa mabuk laut. Perjalanan selama 2 jam pun berakhir di dermaga 16 Marina Ancol. Setibanya di dermaga kami makan baso tahu yang kebetulan mangkal disana. Kemudian kami lanjutkan dengan taksi menuju rumah orang tua Adolf untuk membereskan foto-foto kami. Sekitar pukul 18.30 kami akhirnya pulang ke rumah masing-masing.


…/charlie

19 Agustus 2005 00:25:32

0
0

20 menit begitu keluar dari Muara Angke sudah lihat pemandangan bagus, berupa perahu-perahu nelayan yang berpapasan. Kapal juga melewati beberapa pulau, antara lain pulau Onrust, Bidadari, Pulau Pari. Sempat mampir turunin penumpang di Pulau Untung Jawa. Foto di bawah salah satu view selama perjalanan. happy



19 Agustus 2005 00:28:56

0
0

Duduk di dek kapal adalah pilihan tepat. Selain untuk motret juga tuk mengurangi risiko mabuk laut. Ber-3, Ricky, Frans, ‘n Charlie, numpek di dek kapal big grin.



19 Agustus 2005 00:31:07

0
0

perkiraan perjalanan 2 jam, walau dalam kenyataannya hampir 3 jam. Kurang lebih sejam perjalanan lepas dari pel. Muara Angke, laut tenang... happy Namun, kira-kira 45 menit menjelang P.Pramuka, ombak mulai menggoyang Ojek Perahu kami. Lalu di sekeliling kapal sudah ngga terlihat pulau... worried worried Kalaupun ada jauuuuuh banget...Saya sempat pucat ‘n nyali ciut juga...alias ketakutan... duh kalau kapal tenggelam gimana ya... sayang kameranya... d\'oh d\'oh Dengan muka pucat sempat tanya ke penumpang lain : apakah ombak seperti ini termasuk ombak besar... worried worried . Di jawab oleh seorang bapak yang biasa mondar-mandir P.Seribu... “termasuk sedang...gak besar...” Wah lega dech... not worthy not worthy

Ceritanya sich di awal perjalanan saya belum merasa mabuk laut... Namun setelah goyangan kapal menurut lumayan kencang... baru dech mulai terasa mual... big grin “Char... gw butuh antimo loe...” Charlie, sesuai pesanan sudah ngantongin antimo untuk ku... Pengaruh obat antimo belum beraksi, kapal udah merapat di dermaga P. Pramuka. Eee... setelah di kamar baru terasa pengaruh si antimo...langsung ngantuk... sleepy sleepy tidur...

19 Agustus 2005 00:32:49

0
0

Pulau Pramuka itu sendiri merupakan ibukota Kabupaten Kep.Seribu. Sebelum beangkat saya dapat informasi, kondisinya cukup ramai. Banyak obyek Human Interest. Namun intepretasi ‘ramai’ antara bayangan saya dan kenyataan ternyata berbeda. Walau memang ‘ramai’ ternyata tidak ramai banget. Nuansa ‘perkampungan’ yang tenang, terasa banget. happy

Foto di bawah salah satu sudut perkampungan di P.Pramuka.



19 Agustus 2005 00:35:16

0
0

Apa yang menarik ‘n khas di P.Pramuka...? Salah satunya adalah penangkaran penyu. Jarak dari Villa De’lima ke penangkaran penyu hanya 10 menit jalan kaki. Lokasinya di kawasan pantai menghadap ke Timur, yang dikelola perhutani. Kami ketemu Pak Joko, setelah sebelumnya hanya kontak-kontakan via Hp. Langsung kami diantar ke penangkaran penyu. Foto di bawah tempat penangkaran penyu.

Penangkaran penyu terbuka untuk pengunjung P.Pramuka. Terdiri dari bebeapa kolam. Ada tengkik (penyu kecil), ‘n ada yang sudah gede. Ini mengingatkan UG, tepatnya di Pangumbahan. Cuma di P.Pramuka, bisa lihat langung si tengkik yang di pelihara sebelum di lepas ke laut.



19 Agustus 2005 00:38:05

0
0

Informasi dari teman-teman, di P.Pramuka banyak obyek human interest, memang benar. Cukup menarik merekam aktivitas penduduk yang ingin nyebrang ke Pulau Panggang, Pulau Karya, maupun pulau lainnya. Transportasi yang lazim di sana “ojek perahu”. Aktivitas lumayan banyak di Dermaga. Yang senang human interest, dermaga tempat ideal untuk hunting. happy



19 Agustus 2005 00:40:15

0
0

mana lagi fotonya...???
gimana kita mau tertarik... view yg disodorkan kurang..??!!
terus kapan rencana nya mau kesana RAI..?!!
biar bisa atur strategi nih..winking

19 Agustus 2005 00:40:34

0
0

Jelajah Pulau Pramuka, kelilingin pantai 2 jam juga cukup. Sabtu siang, setelah istirahat, makan, ‘n lihat penyu, kami jelajah pantai timur P.Pramuka, sekalian survey tempat untuk hunting Sunrise. Jalan sambil motret tidak terasa capek. Pinggir pantainya relatif bersih, meski ada juga sampahnya. Pantai Timur relatif lebih sepi...satu dua ada obyek perahu. Lumayan untuk komposisi. Foto 1 & 2 suasana pantai Timur P.Pramuka.



19 Agustus 2005 00:42:41

0
0

Di ‘depan’ Pulau Pramuka ada Pulau Panggang dan Pulau Karya. Cukup dekat. Naik ojek perahu nyebarng hanya bayar 1000 rp. Kalau sudah di P.Pramuka, dianjurkan juga untuk nyebarng ‘n jelajah Pulau Panggang ‘n Pulau Karya. Kalau mau carter perahu, biayanya 250 rb. Bisa muat 10-15 orang. Yang kami lakukan, gak sewa perahu, tapi naik ojek yang cuma bayar 1000. Lama perjalanan nyebrang hanya 15 menit.

19 Agustus 2005 00:44:13

0
0

Dari salah satu penumpang, menjelang tiba saya di kasih nanti air di sekitar dermaga jernih banget...karang-karang kecil jelas kelihatan...
Yang dibilang memang benar...begitu merapat, melihat air di dermaga...wooouwww... applause applause



FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

Kategori

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!

FN TEXT ADS

KABAR BAIK !! sekarang sudah tersedia FN text Ads, Syaratnya cuma 1: MEMBER FN !! BURUAN!!!