Saya sangat tertarik memotret Model, wanita atau pokoknya manusia lah... ilmu yang selama ini saya dapatkan untuk menghasilkan foto yang tajam adalah pengaturan diafragma harus kecil. tapi dalam praktek selama ini saya dibingungkan dengan bervariasinya tingkat ketajaman yang saya dapatkan. oleh sebab itu mohon bimbingan para senior tentang bagaimana?
1. pengaturah speed, f, dan lain2nya supaya foto tajam?
2. apakah foto orang pose diam yg tajam harus dengan speed -60
3. untuk hasil tajam dengan speed diatas 30 apa triport jg sangat perlu
sekedar info selama ini saya gunakan nikon F65, F5 dan coolpix 5700 dengan lensa nikor ED 80-200mm 2,8
bantuannya nya sangat saya harapkan dari para senior... trims banyak ya
Kategori
Warung Kopi Fotografer.net
Bantuan Situs FN, Bincang Bebas, Panduan, Pengumuman, Usulan (Wish List)
Diskusi Fotografi
Bisnis Fotografi, Fotografi Umum, Kamera Digital, Klinik Foto, Konsep dan Tema, Medium dan Large Format, Olah Digital, Photo Guide, Pojok Pemula
Minat Khusus
Abstrak & Still Life, Eksperimen dan Special Effect, Fotografi Hitam-Putih dan Teknik Kamar Gelap , Fotografi Jurnalistik & Olah Raga, Infra Red, Landscape, Nature, & Satwa, Makro, Manusia (Portrait & Human Interest), Model, Fashion, & Wedding, Street Photography, Perkotaan, Arsitektur, Strobist, Underwater
Event/Acara
FN Events, FN Most Wanted, Hunting, Kumpul FN & Ucapan, Liputan Acara, Lomba Foto, Seminar/Workshop/Pameran
Bahas Peralatan
Asesoris Fotografi, Canon, Kamera Saku, Merk Lain, Nikon, Olympus, Perbandingan Peralatan, Printer & Scanner, Rangefinder, Studio Lighting
Bursa
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?A.Irwan Endrayanto 31 Januari 2004 16:09:49 WIB
- pengambilan yg benar: ngga goyang(pake tripod, dll), fokus benar, kecepatan yg pas
- jenis film: kalo saya selalu pake Kodak Supra 400 atau sejenis
- tempat cetak: kalo cetak di tempat asal2an hasilnya kurang bagus
- kalo masalah di upload di FN..mungkin masalah scannernya: beli scanner slide
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?iing Gunawan, sidoel 31 Januari 2004 22:29:07 WIB
moga2 ngebantu
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Adi Ganda Wijaya 31 Januari 2004 23:15:38 WIB
penggunaan tripod is a must. pada waktu field work saya kurang lebih 90% nya menggunakan tripod. tapi kalo lagi snap shot yah malas
rule of thumb kalau speed sudah mencapai 1/focal length, bisa di hand hold. tetapi kalau saya sangat tidak percaya itu "rule". imho.<Br>
semoga membantu.
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Dedy P Putra 01 Februari 2004 01:22:32 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Bny W.S 01 Februari 2004 01:23:16 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Dedy P Putra 01 Februari 2004 01:33:22 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Suryo Wibowo 01 Februari 2004 06:24:55 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Kristupa W Saragih 01 Februari 2004 08:44:49 WIB
A. Dari segi peralatan
a. Kualitas optik lensa
b. Kualitas film, seperti misalnya ISO berapa yang dipakai, di-push/pull atau tidak, kualitas butiran film (skala RMS)
c. Akurasi sistem autofokus (jika Anda memotret dengan AF)
d. Kualitas optik filter (jika pakai)
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.
B. Dari segi teknik
a. Akurasi mengeset fokus
b. Jenis filter yang digunakan (jika pakai), apakah memakai filter soft, star, duto dan lain-lain
c. Pemilihan diafragma
d. Penentuan Depth Of Field (DOF), yang berkait erat dengan pemilihan diafragma dan pemilihan focal length lensa
e. Pemilihan kecepatan rana (shutter speed), jika pakai shutter speed relatif lambat berarti harus dibantu tripod/monopod
Kemudian, berdasarkan hal-hal yang tersebut di atas mari kita membahas pertanyaan Anda.
1. Pemilihan speed dan diafragma tergantung pada obyek yang Anda foto, kondisi pencahayaan dan efek apa yang hendak Anda hasilkan. Ketajaman pada poin ini tergantung kepada akurasi Anda mengeset fokus, kualitas optik lensa, dan pemilihan film. Memotret dua pemain sepakbola yang sedang bertarung di lapangan tentu berbeda dengan memotret ibu-ibu tua yang berjualan di pasar. Memotret acara perkawinan tentu berbeda dengan memotret Gunung Semeru.
2. Tergantung pada kondisi pencahayaan pada saat pemotretan. Speed 1/60 aman untuk memotret tanpa tripod jika panjang lensa tidak lebih dari lensa standar. Jika memakai lensa tele, semisal 135mm atau 200mm tentu speed yang aman tadi lebih tinggi dari 1/60 detik.
3. Refer pada jawaban nomor 2 di atas mengenai jenis focal length lensa yang dipakai.
Saran saya kepada Anda, jangan rancu antara istilah sharpness (ketajaman) dan Depth Of Field (DOF) (ruang tajam). Dalam ruang tajam yang sempit (shallow DOF) bisa saja dihasilkan gambar yang tajam (sharp). Tapi gambar yang tajam (sharp) tidak selalu dihasilkan oleh ruang tajam (DOF) yang luas yang dibuat oleh f/22. Dan, DOF yang luas hasil f/22 belum tentu tajam jika fokus tidak di-set secara akurat, speed lambat tapi tidak pakai tripod, dan kualitas optik lensa tidak bagus.
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Dedy P Putra 01 Februari 2004 12:56:17 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?David Dewantoro 01 Februari 2004 19:28:57 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Charles H. Hadi, Jade 01 Februari 2004 23:28:49 WIB
Apa yang dimaksud mas Kris dengan poin yang ini :
e. Akurasi jarak antara film dengan lensa harus sesuai dengan standar pabrik.
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Sandjaja Kosasih, SanKo 02 Februari 2004 00:07:30 WIB
Pertama Mungkin informasi Kristupa ini hanya berlaku untuk film yang dipasang secara manual, bukan film yang kita pasang dengan rolnya karena pasti tidak bisa digeser-geser maju mundur lagi terhadap titik fokus lensa.Kedua Mungkin kalau kita menggunakan lensa yang tidak standar (lensa dibalik, lensa merk lain dari kamera) harus sesuai dengan keperluan.
Masalah pertanyaan awal juga perlu diperjelas, yang dimaksud dengan Potret itu apakah Potret menurut asumsi fotografer sebagai foto seseorang (paling bagus untuk film 35mm pakai lensa 85mm) atau Potret = Foto secara keseluruhan?
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Frans Dellian 02 Februari 2004 11:41:49 WIB
Bernard Juniardy,Beben 02 Februari 2004 13:07:38 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Kristupa W Saragih 03 Februari 2004 14:21:07 WIB
Penjelasan yang disampaikan Bung Sandjaja Kosasih memang benar dan sudah menjelaskan dengan detail.
Sekedar menambahkan saja, penyebab lainnya juga bisa berupa mounting lensa yang tidak benar (sudah "geser"
By default oleh pabrik, jarak dari kamera ke lensa sudah ditentukan dengan tepat sehingga jika kita memfokus dengan benar maka akan menghasilkan foto yang fokus. Ada kalanya jika beberapa elemen tadi bergeser, maka meskipun kita sudah memfokus dengan tepat di viewfinder tetapi film menerima gambar yang tidak fokus karena pergeseran beberapa elemen tadi dari posisi yang telah dibuat pabrik.
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Judhi Prasetyo. 03 Februari 2004 14:27:48 WIB
Letak cermin cenderung lebih riskan untuk berubah daripada dudukan lensa (lens mount) yang biasanya lebih kokoh. Kalau cermin letaknya tidak pas maka akan sangat berpengaruh pada ketepatan fokus.
Tangan/kamera goyang, bisa kurangi tajam fotoIndi Soemardjan 03 Februari 2004 16:30:46 WIB
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Ucok P. Harahap 03 Februari 2004 18:32:55 WIB
Misalnya memotret pegunungan yang berlapis-lapis. Lapisan gunung yang mana yang akan dijadikan titik fokus untuk mencapai ruang tajam yang diinginkan (selain pengaturan diafragma). Untuk yang ini ada teorinya, DoF = 1/3 didepan titik fokus & 2/3 dibelakang titik fokus. 1/3 dan 2/3-nya seberapa jauh ? sulit untuk dijelaskan. Namun demikian ada camera SLR yang mempunyai fasilitas untuk menentukan seberapa dalam ruang tajam yang diinginkan (DEP - tidak berlaku untuk macro photography).
Depth of Field juga bisa "diperkirakan" dengan menekan depth of field preview button.
Tentunya fokus yang berada pada titik fokus tersebut yang paling tajam.
Maaf penjelasannya jadi lebih banyak ke DoF
Re: Gimana Teknik menajamkan potret?Frans Dellian 03 Februari 2004 21:17:26 WIB

Judhi Prasetyo. 31 Januari 2004 14:18:45 WIB
Atur angka f kecil (bukaan lebar) supaya BG dan FG blur. Misal 2.8
Atur angka f besar (bukaan sempit) supaya BG dan FG ikut tajam. Misal 22.
Kecepatannya ngikutin aja biar kira-kira meteran cahayanya menunjukan selisih Ev = 0.