Crossing Bridges 9 – Malaysia, 26 Agustus-1 September 2012
PhotoMalaysia.com menjadi tuan rumah Crossing Bridges 9 tahun ini dan mengajak Anda menikmati berbagai obyek di Malaysia, tempat tujuan para turis. Waktu penyelenggaraan CB9 pun dipilih bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Malaysia yang ke-55.
Event kali ini akan mengangkat berbagai lokasi yang mencakup berbagai macam genre fotografi; lanskap, travel, street, arsitektur, wedding, event, portraiture, human interest, makro dan underwater. Panitia penyelenggara CB9 juga mengetengahkan sebuah pameran foto di sebuah galeri di Kuala Lumpur. Foto-foto yang dipamerkan adalah hasil perjalanan Crossing Bridges tahun-tahun sebelumnya.
Semangat Crossing Bridges bermula saat tahun 2004 beberapa fotografer asal Singapura dan Indonesia bertemu dan mencetuskan sebuah media untuk menjembatani pertemanan 2 negara, dan seiring berjalannya waktu, Malaysia, Vietnam dan Filipina pun bergabung dalam acara tahunan ini; sebuah jembatan yang terus dibangun untuk menyatukan komunitas-komunitas fotografi di berbagai negara.
Tahun 2012, ada 2 negara lagi yang bergabung dalam Crossing Bridges: Sri Lanka dan Korea Selatan.
Selama 7 hari menjelajahi Malaysia yang eksotik, Anda akan disuguhi hangatnya keramahan, bertemu orang-orang hebat, menikmati makanan lezat, mengunjungi lokasi yang luar biasa dan sebuah ibu kota yang tak pernah tidur.
Bonus satu lagi – Agustus dan September adalah bulan yang sangat tepat untuk menikmati musim durian yang melegenda di Malaysia.
Highlight per Hari
Hari Pertama
Sesi pembukaan dan makan malam di Midah Hotel Kuala Lumpur
Menginap di hotel: Midah Hotel KL
Hari Kedua
Pasar tradisional Kuala Lumpur – Pasar Pudu, Pasar Chow Kit dan Pasar Keramat. Karena jumlah peserta yang sangat banyak, kami akan membagi peserta dalam 3 bus untuk memotret tiga pasar yang berbeda. Ini juga untuk menjaga kenyamanan kegiatan harian di pasar-pasar tersebut.
Pasar Chow Kit (obyek street). Sebagian terbuka, sebagian tertutup. Di dalamnya terdapat jalan setapak seperti labirin yang tercipta dari rentetan warung penjaja berbagai macam hasil laut dalam berbagai ukuran, sayuran dengan bentuk dan warna-warni yang beragam, daging, bumbu-bumbuan dan buah-buahan dalam jumlah besar. Semua dengan harga terjangkau. Di ujung pasar terdapat warung makanan yang menjual roti canai dan nasi campur yang enak.
Pasar Pudu (obyek street) adalah pasar tradisional yang menjual berbagai macam makanan. Semakin pagi, hidangannya semakin segar. Kegiatan di pasar ini dimulai sangat pagi, yakni sekitar pukul 5.00, dan sebagian besar akan berakhir pukul 8.00. Ada sebagian kecil aktivitas yang masih berlangsung sepanjang hari. Pasar Pudu mengetengahkan cita rasa yang sangat ‘lokal.’ Meskipun sebagian besar Chinese, Anda juga akan menemui penjual-penjual asal Malaysia dan India. Situasi akan menjadi sangat berisik ketika para penjual saling berebut meneriakkan harga terendah untuk menarik perhatian para pembeli. Selain makanan dan pakaian, Anda akan menemui yang tidak biasa, seperti ikan hias, kalajengking, kodok dan kura-kura air tawar. Ada satu warung yang menjual berbagai jenis kancing dan pernak-pernik menjahit.
Pasar Keramat (obyek street) adalah versi Malaysia-nya Pasar Pudu. Sebagian besar adalah orang Malaysia yang menjajakan kebutuhan daging dan ikan sehari-hari, juga sayuran dan lain-lain.
KLCC (arsitektur dan manusia) adalah sebuah area pemerintahan multi-guna di Kuala Lumpur, Malaysia. Areanya terletak di Jalan Ampang, Jalan P. Ramlee, Jalan Binjai, Jalan Kia Peng dan Jalan Pinang.
Didisain layaknya sebuah kota di dalam kota, area seluas 404.685,6 m2 ini dihiasi sepasang gedung kembar tertinggi di dunia, mall, beberapa hotel dan gedung perkantoran. Sebuah taman dan masjid juga dibangun dan dibuka untuk umum. Keseluruhan proyek dilengkapi dengan pendingin via district cooling yang diinstal di dalam properti. Waktu terbaik untuk memotret Twin Towers adalah malam hari, saat lampu dinyalakan. Di waktu luang atau sesi bebas, silakan mengunjungi dan memotret gedung kembar ini.
Putrajaya (arsitektur dan manusia) adalah sebuah kota hijau yang berlokasi 25km arah selatan Kuala Lumpur dan memiliki fungsi sebagai pusat administratif kepemerintahan Malaysia. Tahun 1999, gedung pemerintahan dipindah dari Kuala Lumpur ke Putrajaya, disebabkan oleh sesak dan macetnya Kuala Lumpur. Meskipun begitu, Kuala Lumpur tetap menjadi ibu kota Malaysia dan tempat kedudukan raja dan Dewan Perwakilan Rakyat, begitu juga dengan pusat perekonomian dan finansial.
Tiap bangunan didisain dengan memperhatikan aspek tampilan dan fungsi. Sebagian besar bergaya sangat modern, khas tiap-tiap arsitek yang mengerjakannya. Ada beberapa di antaranya yang bergaya arsitektur Moorish tradisional, yakni masjid utama, Istana Kehakiman dan kantor Perdana Menteri. Selain karena bangunan-bangunannya yang indah, Putrajaya juga tersohor karena jembatan-jembatannya yang indah. Bangunan-bangunan dan jembatan-jembatan ini seakan hidup saat matahari terbenam, dan Anda memiliki kesempatan untuk memotretnya saat malam hari, jika Anda tertarik.
Menginap di hotel: Midah Hotel KL
Hari Ketiga
Istana Kellie, Batu Gajah (arsitektur dan model) adalah sebuah rumah megah yang terbengkelai dan belum selesai dibangun di Batu Gajah, Perak. Rumah ini mungkin adalah bangunan yang belum selesai dibangun yang termegah di Malaysia. Menurut saya, yang membuat Istana Kellie unggul di antara yang lain adalah suksesnya tourism marketing yang dijalankan.
Sosok di balik istana ini adalah seorang Skotlandia, William Kellie Smith, pendiri perusahaan terbuka Kinta Kellas. Nama ‘Kellas’ diambil dari ‘Easter Kellas,’ nama kediaman orang tuanya di Skotlandia. Kellie adalah nama tengah ibunya yang juga dia gunakan sebagai nama tengahnya.
Malaysia’s Last Tin Dredge (alat keruk timah), Batu Gajah. Alat keruk timah terakhir yang ada di Chendrong, sepanjang Batu Gajah, yakni di Jl. Tanjung Tualang, adalah sebuah “heritage icon,” warisan Kinta Valley (lembah), sebuah kawasan tambang timah kenamaan dahulu kala. Alat keruk ini dibuat tahun 1938 oleh perusahaan consulting engineering milik F.W. Payne and Co. Pertama kali dioperasikan di Teja, Gopeng, dan 44 tahun kemudian berhenti beroperasi dan dipindahkan ke lokasi saat ini, yakni tahun 1982.
Kuala Kangsar, ibu kota Kerajaan Perak (obyek street, arsitektur dan model—Masjid Ubudiah, Istana Raja, Museum Raja, dengan beberapa model berkostum tradisional). Di sinilah pertama kalinya pohon karet ditanam, di Malaya, oleh seorang pakar botani Inggris, Henry Nicholas Ridley. Pohon karet ini masih hidup hingga hari ini. Masjid Ubudiah yang cantik didisain oleh Arthur Benison Hubback. Istana Raja, Istana Iskandariah, adalah peninggalan seorang arsitek Inggris yang mengabdi di Malaya. Struktur bangunan ini dibuat dengan batu pualam dalam jumlah banyak, dengan beberapa menara dan kubah emas serupa bawang merah, berdiri di antara pepohonan dan rerumputan.
Menginap di hotel: Sungei Perak Resort, Kangsar
Hari Keempat
Pabrik arang, Kuala Sepetang. Pabrik arang di Matang (Kuala Sepetang) berlokasi tepat di tengah-tengah hutan bakau. Kuala Sepetang ada di dekat kota tua Taiping. Ada beberapa pabrik di area ini, milik beberapa perusahaan yang berbeda, namun semuanya membuat dan menjual komoditi yang sama: arang. Ada sebuah kanal yang mengarah ke area terbuka, tempat arang-arang dikumpulkan untuk diekspor. Sayangnya, kapal barang dan aktivitas pemuatan hanya dapat disaksikan saat air pasang. Kita akan mendatangi tempat ini saat malam hari. Sebagian besar arang diproduksi untuk diekspor.
Pulau Pangkor. Berlokasi kurang lebih 90km barat daya Ipoh, dan dapat ditempuh dengan feri dari Lumut, yakni sekitar 35 menit. Luas Pulau Pangkor adalah 8km2, dan berpenduduk kira-kira 25.000 orang yang sebagian besar adalah nelayan. Mereka hidup di pemukiman nelayan yang tersebar, paling banyak di pesisir timur. Hasil tangkapan mereka yang paling banyak adalah cumi-cumi dan ikan teri.
Menginap di hotel: Vikri Beach Resort, Pulau Pangkor
Hari Kelima
Memotret di sekitar Pulau Pangkor dan Pulau Coral (bawa pakaian renang Anda masing-masing)
Sore: memotret pertunjukan kembang api di Kuala Lumpur
Menginap di hotel: Midah Hotel, KL
Hari Keenam
Memotret Parade Hari Kemerdekaan di Kuala Lumpur
Persiapan presentasi foto
Sore: makan malam penutupan dan sharing foto
Hari Ketujuh
Kembali ke tanah air
Syarat Peserta
Keikutsertaan sebagai kontingen Indonesia di Crossing Bridges hanya terbuka bagi anggotaFotografer.net. Syarat umum: sehat jasmani dan rohani, dan sanggup secara fisik dan mental mengikuti seluruh agenda acara.
Pendaftaran dan Biaya
Pendaftaran hanya bisa dilakukan dengan mengirim e-mail ke: event[at]modz[dot]fotografer[dot]net dengan subyek e-mail: [Crossing Bridges 9] Registrasi Kontingen Indonesia
Vacancy: Team/Country Leader
Dibuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjadi Team/Country Leader Indonesia. Tersedia 1 posisi sebagai Team/Country Leader Indonesia dan informasikan jika Anda bersedia menjadi sukarelawan. Kirim nama, alamat rumah, alamat email dan nomor telepon Anda melalui email ke event[at]modz[dot]fotografer[dot]net. Subyek Email: [Crossing Bridges 9] Team-country Leader Indonesia
Informasi dan Saran

Kategori
Warung Kopi Fotografer.net
Bantuan Situs FN, Bincang Bebas, Panduan, Pengumuman, Usulan (Wish List)
Diskusi Fotografi
Bisnis Fotografi, Fotografi Umum, Kamera Digital, Klinik Foto, Konsep dan Tema, Medium dan Large Format, Olah Digital, Photo Guide, Pojok Pemula
Minat Khusus
Abstrak & Still Life, Eksperimen dan Special Effect, Fotografi Hitam-Putih dan Teknik Kamar Gelap , Fotografi Jurnalistik & Olah Raga, Infra Red, Landscape, Nature, & Satwa, Makro, Manusia (Portrait & Human Interest), Model, Fashion, & Wedding, Street Photography, Perkotaan, Arsitektur, Strobist, Underwater
Event/Acara
FN Events, FN Most Wanted, Hunting, Kumpul FN & Ucapan, Liputan Acara, Lomba Foto, Seminar/Workshop/Pameran
Bahas Peralatan
Asesoris Fotografi, Canon, Kamera Saku, Merk Lain, Nikon, Olympus, Perbandingan Peralatan, Printer & Scanner, Rangefinder, Studio Lighting
Bursa
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012R. B. Isworo 23 Juli 2012 17:10:43 WIB
Emrino silakan dibaca Crossing Bridges itu apa? Saya quote: " Semangat Crossing Bridges bermula saat tahun 2004 beberapa fotografer asal Singapura dan Indonesia bertemu dan mencetuskan sebuah media untuk menjembatani pertemanan 2 negara, dan seiring berjalannya waktu, Malaysia, Vietnam dan Filipina pun bergabung dalam acara tahunan ini; sebuah jembatan yang terus dibangun untuk menyatukan komunitas-komunitas fotografi di berbagai negara."
Indonesia sudah menjadi tuan rumah 2x yaitu pada Crossing Bridges 1 dan Crossing Bridges 6. Crossing Bridges dijalankan bergiliran antara negara anggota.
IMHO, silakan coba mempelajari semangat persahabatan yang ingin dipupuk oleh para pendiri Crossing Bridges, yang salah satunya adalah Fotografer.net sendiri.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Emrino 23 Juli 2012 18:16:40 WIB
saya sdh faham event ini diadakan antar bbrp negara jiran. mksud saya knp gak di Indonesia aja "yang dikuatkan"? diantara mrk kita paling luas.
kalo sy liat rundown malaysia ada spot pasar. kurang jenis pasar apa di Indonesia? cuma mrk blm tau aja.pasar chowkit dan pasar keramat sdh sy kunjungi. biasa aja. mungkin krn pihak malaysia udah kehabisan stok yg menarik mungkin ya ![]()
coba rekam pasar-pasar di manado. pasar terapung di kalsel. dan yg lbh menarik pasar2 di pamekasan madura. pasti mereka takjub pak... ![]()
Indonesia jauh lebih indah..
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Shinta Djiwatampu 24 Juli 2012 02:22:32 WIB
Mas Emrino, anda masih belum paham sama sekali arti dari event Crossing Bridges ini. Silahkan dibaca thread-thread sebelumnya dari Crossing Bridges yang lalu-lalu.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Emrino 24 Juli 2012 02:26:39 WIB
sebenarnya udah ngerti mbak.cuma gak rela aja Indonesia yang sebegini luas, knp "bargaining position" penentuan hunting kita kalah.di banding negara tetangga. memang katany bergiliran, tp kita kan jauh punya nilai lebih. mrk gak ada apa2nya. itu aja pointnya mbak
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Yadi Yasin 24 Juli 2012 06:16:37 WIB
Mungkin lebih tepatnya adalah: Tiap negara mempunyai giliran untuk mengadakan event, dan Indonesia sudah mendapat giliran tahun 2009. Tahun 2010 adalah Philippines, tahun 2011 adalah Vietnam, dan skrg tahun 2012 adalah giliran Mayalsia.
Tidak ada hubungannya dengan bargaining atau sejenisnya. Indonesia memang luas dan cantik (itu sebabnya saya milih suka motret landscape). Tapi sebagai analogi, bisa dibayangkan kalau Olympiade secara terus menerus diadakan di Yunani, sebagai awal berdirinya Olympiade, krn rakyat/negara Yunani merasa ini adalah milik mereka sebagai pencetus/tempat pertama. Atau misalnya USA mereka merasa paling berhak mengadakan di negara mereka setiap kali, krn mereka yang hampir selalu mendominasi medali emas/juara umum, mempunyai anggaran besar, fasilitas olahraga yang lebih dari lengkap, negara super power, dsb.
Dan Crossing Bridges mempunyai semangat yang mirip, tiap negara yg bergabung dalam Crossing bridges mempunyai hak dan kewajiban untuk menyelengarakan secara bergantian (jika tidak ada kendala). Saat ini ada beberapa negara ASEAN yang belum masuk, seperti misalnya Thailand. Jika mereka masuk dalam Crossing Bridges, merekapun mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Intinya: kesetaraan, kebersamaan, dan yang lebih penting lagi menambah wawasan, teman dan sharing.
Semoga point-point yang saya jelaskan diatas bisa lebih mencerahkan dan menambah wawasan anda Emrino
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Seto G. Wibowo 24 Juli 2012 12:38:22 WIB
Whuaa.... gak bisa ikut lagi karena baru balik tanggal 30... ![]()
Semoga sukses yaa..
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Christina Desitrivianti, Nina 25 Juli 2012 10:04:06 WIB
Mas Emrico, kalau mau yang di Indonesia, ya tunggu saja sampe pas diselenggarakan lagi disini..
. Buat mas mungkin sering kesana, tapi buat yang lain kan ada yang belum pernah kesana.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Ag. Farano Gunawan, ROMO 25 Juli 2012 14:23:05 WIB
Waahh.... seru juga nih... ![]()
Mas Ermino ikutan hadir di Canon-FN Gathering ya... besok Sabtu, 28 Juli, Tee-Box Cafe jalan Wijaya.II, Panglima Polim, JakSel.
Kita bisa diskusi panjang lebar di sana, plus kalau beruntung sempat ketemu dengan para veteran Crossing-Bridges 1-8 ![]()
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Michael Winerungan 25 Juli 2012 20:03:29 WIB
memang FN top abis,Event international tiada habisnya di bulan September tahun 2012,SALUT buat team FN yang mengemas acara sedemikian sukses di ajang international,sayang gak bisa ikut,karna udah terpilih hunting di event FN lainnya ^_^
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Emrino 26 Juli 2012 02:20:06 WIB
terima kasih atas undangannya om Ag. Farano Gunawan, sy ingin sekali hadir tp ada JOB di Kemang
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Michael Rinaldy 26 Juli 2012 11:05:33 WIB
yahhh si mas Emrino gak bisa dateng... padahal sayah penasaran loh, pengen lihat hasil karyanya mas Emrino tentang keindahan negara kita. Klo di galery kan gak kelihatan tuh... yang ada model melulu.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Ag. Farano Gunawan, ROMO 26 Juli 2012 11:23:45 WIB
@Mas Ermino, nyusul ke Tee-Box boleh kok... perkiraan akan sampai jam 9 malam acaranya ![]()
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Yulianus Firmansyah Ladung 27 Juli 2012 09:14:43 WIB
Wah keren. Siapapun yang terpilih nanti pasti kawan-kawan yang bisa mewakili Indonesia. Sukses acaranya dan hati-hati dijalan yah. Ditunggu oleh-oleh dari CB kali ini.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Yulianus Firmansyah Ladung 27 Juli 2012 09:20:18 WIB
Mas Emrino, tenang aja Mas. Kita pasti akan dapat giliran kok, kan Indonesia juga sudah pernah jadi tuan rumah. Jadi gantianlah dengan negara lain. Selain itu ga gampang juga lho jadi tuan rumah, harus banyak persiapan. Lagipula siapa sih yang ga paham bahwa Indonesia itu memang luar biasa indah-nya, koleksinya paling lengkap, jadi kasih giliran sama mereka-mereka yang koleksinya ga lengkap .. hihihi. Btw, silahkan disimak saja video berikut ini.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Bun Djung 27 Juli 2012 10:08:07 WIB
semoga sukses acaranya dan selamat buat teman-teman yg mewakili Indonesia....
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Yoanes 27 Juli 2012 11:23:21 WIB
Wah kebetulan pas hunting sama temen di acara laennn, sukses yah acaranya
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Beng Harianto 27 Juli 2012 14:10:56 WIB
Wuiiit sudah CB 9 ... Jadi ingat waktu ikut CB 5 ke Cambodia, event yang langka. Selamat dan sukses untuk teman2 yang beruntung dapat ikut acara ini ...
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Adam Rozelly 28 Juli 2012 01:30:08 WIB
Wah akhirnya event tahunan yang ditunggu-tunggu datang juga. Crossing Bridges merupakan event langka dan memberikan salah satu moment hunting terbaik yang pernah saya dapatkan. Karena melalui event ini kita tidak saja mendapat kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam di sebuah negara, tapi juga berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman baru dari negara-negara lain. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan kesempatan kembali untuk berpartisipasi di crosssing bridges 9 ini.
RE: Crossing Bridges 9 - Malaysia, 26 Agustus - 1 Sepetember 2012Haerul Efendi 28 Juli 2012 22:08:09 WIB
sangat menarik CB series ini, kapan ya bisa ikutan, hiks.. dana & waktunya yang belum berjodoh ![]()
sukses selalu untuk FN & persahabatan antar negara via acara CB ![]()
@om Emrino : maaf mungkin boleh Om sharing contoh foto2 hasilnya sewaktu hunting di penjuru Indonesia & Malaysia tsb, untuk menambah referensi & pengetahuan bersama juga, imho ![]()

Emrino 23 Juli 2012 16:52:09 WIB
kenapa harus malaysia pak.? kurang apa di Indonesia ?
kenapa gak ke mentawai, gunung kerinci,natuna,pulau komodo,wakatobi,raja ampat ?
bkn anti malaysia, tapi 2x kali ksana seperti pulang kampong
apalagi kalo masuk ke kampong pelosok selangor, gak beda dengan dusun saya di sumatera 
just my opinion
INDONESIA jauh lebih indah. Merdeka!!