Indonesia terkenal dengan keanekaragaman kesenian dan budaya. Beragam upacara sejak manusia dilahirkan, menginjak tanah, beranjak dewasa, pernikahan hingga saat dipanggil menghadap Sang Pencipta selalu ada sisi yang menarik untuk diabadikan. Kesenian tradisional selain sebagai hiburan, seringkali menjadi bagian dari upacara tersebut. Bahkan tak jarang bernilai sakral, dan kita sebagai pehobi foto juga harus mengerti ranah mana yang boleh kita masuki dan mana yang hanya untuk mereka (pelaku acara)
Tulisan ini mengajak rekan-rekan semua untuk saling berbagi pengalaman. Bagi yang belum pernah, bisa bertanya dan yang sudah pernah diharapkan mau membagi tips-nya. Saya akan memberikan sedikit pengantar dan silakan dilanjutkan.
Berbagai pihak terlibat pada sebuah perhelatan. Para penampil berlatih untuk menyiapkan penampilan yang terbaik, pemuka agama dan pemimpin upacara menyiapkan peralatan, tempat berlangsungnya acara dipersiapkan sedemikian rupa agar nyaman untuk semua dan enak dipandang mata. Bahkan semua yang datang memakai pakaian terbaiknya. Nah, apa yang harus dilakukan oleh seorang fotografer agar kita bisa mendapatkan foto yang bagus tanpa “merusak” semua yang sudah dipersiapkan?
Apabila kita belum pernah datang ketempat tersebut, riset (“googling”) akan sangat membantu untuk memberikan gambaran umum apa yang harus kita lakukan. Baik dari segi fotografi, maupun hal lainnya.
- Dapatkan informasi susunan acara dan lokasi. Jika tidak tersedia secara resmi, bisa bertanya kepada orang yang pernah menyaksikan acara tersebut
- Cadangkan waktu untuk mempelajari lokasi dan menyiapkan peralatan. Jika foto yang akan dibuat sangat penting, sebaiknya lakukan survey sebelumnya
- Siapkan alat yang sewajarnya agar kita tidak sibuk dengan peralatan. Alat yg terlalu banyak akan menarik perhatian orang dan akan terlihat seperti mahluk aneh
- Pahami aturan yang berlaku. Misalnya larangan mengerjakan sesuatu atau masuk ke suatu area. Pelanggaran seringkali akan menyusahkan masyarakat, karena mereka harus membayar denda / menghukum dirinya sendiri karena pelanggaran yang dibuat oleh pengunjung
- Hormati tatacara berpakaian. Mereka akan sangat menghargai apabila kita mengenakan pakaian adat yang mereka kenakan. Jangan heran akses kita akan lebih leluasa dibandingkan bule bersandal jepit dengan celana pendek
- Tampil low profile menyatu dengan acara, sehingga kehadiran fotografer tidak terasa
- Segera menyingkir atau menunduk jika tidak ada keperluan memotret, agar diri kita tidak terekam (in frame) dikamera orang lain
- Bijaksana menggunakan lensa sudut lebar. Lensa sudut lebar akan menghasilkan efek yang dramatis apabila didekatkan ke subyek. Namun cara yang demikian akan mengganggu semua orang, baik pelaku acara, fotografer lain dan penonton
- Bijaksana menggunakan flash dan tripod
Banyak melihat, mencontoh dan berlatih merupakan kunci. Tidak ada yang bisa melatih kecepatan tangan dan kepekaan insting untuk menebak momen apa yang akan terjadi berikutnya kecuali latihan. Datang lagi ke acara yang sama untuk mendapatkan foto yang lebih baik juga bukan hal yang tabu. Namun demikian perlu diingat bahwa wilayah Indonesia maha luas, sedangkan umur kita ada batasnya. Haruskah kita datang berkali-kali ke Pulau Dewata untuk memotret Perang Pandan dan Odalan? Sebelah Timur Pulau Bali masih banyak pulau-pulau lainnya. Mari kita nikmati keindahannya dan kita abadikan keanekaragamannya.
Silakan saling berbagi pengalaman ditopik ini. Selamat mengikuti program ini, semoga anda yang beruntung berlayar dengan Kapal Phinisi ke Pulau Komodo
Jangan lupa ada merchandise menarik untuk peserta diskusi yang terpilih di topik ini serta topik berikut :
• Berbagi Kisah dan Foto Hasil Perjalanan
• Memotret Bangunan Bersejarah dan Rumah Adat
• Foto Satwa Pada Alam Bebas
• Tips Foto Landscape
Kategori
Warung Kopi Fotografer.net
Bantuan Situs FN, Bincang Bebas, Panduan, Pengumuman, Usulan (Wish List)
Diskusi Fotografi
Bisnis Fotografi, Fotografi Umum, Kamera Digital, Klinik Foto, Konsep dan Tema, Medium dan Large Format, Olah Digital, Photo Guide, Pojok Pemula
Minat Khusus
Abstrak & Still Life, Eksperimen dan Special Effect, Fotografi Hitam-Putih dan Teknik Kamar Gelap , Fotografi Jurnalistik & Olah Raga, Infra Red, Landscape, Nature, & Satwa, Makro, Manusia (Portrait & Human Interest), Model, Fashion, & Wedding, Street Photography, Perkotaan, Arsitektur, Strobist, Underwater
Event/Acara
FN Events, FN Most Wanted, Hunting, Kumpul FN & Ucapan, Liputan Acara, Lomba Foto, Seminar/Workshop/Pameran
Bahas Peralatan
Asesoris Fotografi, Canon, Kamera Saku, Merk Lain, Nikon, Olympus, Perbandingan Peralatan, Printer & Scanner, Rangefinder, Studio Lighting
Bursa
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatUcok P. Harahap 13 April 2011 23:28:56 WIB
Silakan berbagi kalau punya cerita atau foto pernikahan adat yang unik
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAg. Farano Gunawan, ROMO 14 April 2011 15:07:20 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatFr. Edy Santoso, Singomoto 15 April 2011 15:56:04 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatGilang A. Arenza J.P. 22 April 2011 16:01:28 WIB
terima kasih
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatRidzky Ahdhan 22 April 2011 20:51:10 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatChandra Setya Kusuma 24 April 2011 08:33:03 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAg. Farano Gunawan, ROMO 25 April 2011 08:51:50 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatRheinhard N Mandagie 28 April 2011 13:37:15 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatT Hartono 29 April 2011 08:23:07 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAlberth Saalino 01 Mei 2011 12:09:42 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAlberth Saalino 01 Mei 2011 13:16:38 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatPalty Osfred Silalahi 10 Mei 2011 02:39:47 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatDian Agus Maryanto 03 Juni 2011 08:41:09 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAhmad Gesit Priyosambodo 12 Juni 2011 20:00:44 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatAndi Pranata 16 Juni 2011 23:14:22 WIB
banyak membaca banyak ilmu..TQ
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatYulianus Edo Natalaga 15 Juli 2011 10:45:30 WIB
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatTommy Andreas 24 Juli 2011 18:49:50 WIB
Sinamot adat Batak
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatYordan Ahmadinata 19 September 2011 03:51:21 WIB
sumatera selatan
Re: Mengabadikan Kesenian Tradisional dan Acara AdatHeru Edhi Wibowo 23 Oktober 2011 19:53:05 WIB
One Day With Dayak 2011, Anjungan Kalimantan Tengah
Tari Selamat datang

Ucok P. Harahap 13 April 2011 23:26:29 WIB
Wintje : Kalau ada tabrak lari mending mention ke @TMCPoldaMetro. Jangan lupa catat NoPolnya ya
Romo : kapan saya mau diajak kesini?